Home / ARTIKEL UTAMA / Mengenal 13 Kategori Varitas Koi

Mengenal 13 Kategori Varitas Koi

Sejak pertama kali Koi diketemukan oleh petani ikan di Jepang,  budidaya Koi terus dikembangkan. Bukan lagi sebagai ikan konsumsi melainkan untuk dipelihara sebagai penghias kolam. Setelah melalui berbagai macam uji coba kawin-silang (crosss breeding), kini Koi telah memiliki aneka macam pola dan warna yang dikelompokkan di dalam berbagai varitas.

Varitas Koi dibagi menjadi 13 kategori. yaitu :

  1. Kohaku
  2. Taisho Sanshoku
  3. Showa Sanshoku
  4. Utsurimono
  5. Bekko
  6. Asagi – Shusui
  7. Koromo
  8. Kawarimono
  9. Ogon
  10. Hikarimoyo – Mono
  11. Hikari – Utsurimono
  12.  Kin-ginrin
  13.  Tancho
Kohaku

1.KOHAKU

Dari asal kata ‘kohaku’ yang berarti ‘merah dan putih’, Kohaku adalah salah satu varitas Koi yang selalu dibicarakan terlebih dulu dibandingkan dengan yang lainnya. Bukan hanya karena Kohaku yang diketemukan pertama kali, tetapi karena sosok Kohaku  memang istimewa. Dengan hanya dua warna saja, Kohaku terkesan sangat elegan. Justru dengan kesederhanaan  warna yang ada pada punggungnya, maka Kohaku tampak kontras bila berada di antara kerumunan Koi lainnya. Oleh sebab itulah maka di dunia Koi terdapat perumpamaan “Keeping Koi Begins And Ends With The Kohaku”

Pada pandangan pertama, orang akan lebih tertarik pada kecantikan Kohaku. Setelah itu barulah melirik varitas lainnya seperti Showa, Sanke, Ogon dll. Namun pada akhirnya, para pecinta Koi yang sudah bertahun-tahun memelihara Koi, pilihan mereka akan kembali jatuh kepada Kohaku sebagai Koi favoritnya.

Awal mula

Pada sekitar tahun 1820, ikan karper yang berwarna merah dan putih diketemukan di Jepang. Melalui proses mutasi, Koi yang berwarna merah dilehernya kala itu dikenal dengan ‘Hookazuki’ (‘Kazuku’ yang artinya ‘keluarga’) dari induk ikan karper hitam. Kemudian Koi berwarna putih lahir dari Hookazuki. Koi putih tersebut kemudian dikawinkan dengan Koi yang berwarna merah (Higoi). Dari perkawinan tersebut lahirlah Koi putih dengan bercak warna merah di perutnya yang disebut ‘Haraka’ (Red Belly). ‘Hara’ artinya ‘datar’ dan ‘Aka’ yang artinya ‘merah’. Kemudian dihasilkan pula  Koi dengan bercak warna merah di penutup insang (pipi) yaitu ‘Hoo Aka’ (Red Cheeks/pipi merah) atau dikenal dengan ‘Era Hi’ (Red Gill). ‘Hi’ artinya ‘merah api’.

Pada akhir tahun 1830, lahirlah Koi ‘Zukinkaburi’ (‘Zukin’ artinya ‘kerudung’, ‘Kaburi’ artinya ‘memakai’ atau ‘menutup’) yaitu Koi dengan sebagian warna merah di kepalanya. ‘Menkaburi’ (‘Men’ artinya ‘kedok’ atau ‘topeng’) yaitu terdapat warna merah yang menutupi seluruh bagian kepala dan ‘Kuchibeni’ (‘Kuchi’ artinya ‘bibir’ dan ‘Beni’ arinya ‘merah’) yaitu Koi dengan warna merah pada bibirnya seperti memakai lipstik.

Ada pula yang mengenal Kohaku dengan nama ‘Sarasa’ yang artinya kain batik atau kain cetak yaitu Koi dengan warna merah dan putih di punggungnya.

Pada era dinasti Meiji, Kohaku telah menyebar ke seluruh penjuru Yamakoshi (sekarang Niigata) untuk dibudidayakan. Oleh seorang petani Koi,  Gosuke (nama sebenarnya Kunizo Hiroi) dari desa  Utogi (bagian dari kota Ojiya sekarang), Kohaku modern telah diternakkan dari perkawinan antara Koi jantan dengan  pola warna merah berbentuk seperti bunga-bunga dengan Koi betina yang memiliki pola warna merah di kepalanya. Kohaku dengan pola warna merah yang baik, terus dikembangkan oleh Yagozen dan Buheita.

Warna dan Pola

Warna putih pada kohaku adalah elemen terpenting. Warna putihnya harus benar-benar putih seperti salju (snow white), tidak kekuning-kuningan atau kecoklat-coklatan. Sedangkan warna merah musti pekat dan cerah.

Ada dua jenis warna merah (Hi) pada Kohaku yakni merah berbasis ungu (Gb.1) dan merah berbasis oranye atau kekuningan (Gb.2).

Warna merah dengan basis ungu tersebut lebih banyak disukai, karena terkesan pekat. Tetapi yang terpenting adalah warna merah harus merata dan tidak berbintik-bintik.

Seringkali ditemui warna merah yang pekat  hanya di bagian kepala Kohaku, tetapi kurang merata di bagian punggungnya. Warna merah yang tidak merata tersebut kurang diminati. Batas warna merah (kiwa) yang jelas dan tidak bergradasi adalah penilaian utama dalam memilih Kohaku.

Pola warna merah pada Kohaku sebaiknya menyebar hingga mendekati ekor dan terkesan seimbang (well balance) pada kedua sisinya. Pola yang tidak seimbang, kurang diminati oleh para pehobi Koi.

Pola merah yang besar atau melebar (Omoyo) lebih banyak disukai daripada yang tampak kecil-kecil (Komoyo).

Bagian Kepala

Pola warna merah (hi) harus ada di bagian  kepala Kohaku. Idealnya, membentuk pola yang cukup lebar  tetapi tidak sampai mengenai mulut dan kedua mata.  Namun bila menyentuh salah satu mata, masih dapat diterima. Pola hi sebaiknya berbentuk bulat / oval dan tidak lancip seperti pisau.  Keberadaan pola merah di bagian kepala Kohaku adalah salah satu unsur penting dalam menilai Kohaku.

Bila di bagian kepala tidak ada warna merah sama sekali (kosong), maka secara keseluruhan pola Kohaku menjadi tidak seimbang, meski pola di bagian punggung tampak bagus sekalipun. Kohaku ini dikenal dengan ‘Bozu’ (Bald Head atau ‘kepala botak’). Koi seperti ini kurang diminati.

Bozu (Bald Head)

Berikut ini adalah jenis pola lain yang  dapat diterima dan justru sebagai  penyeimbang pola merah secara keseluruhan yaitu :

Kuchibeni

Kuchibeni

Untuk memperoleh keseimbangan pola Hi di kepala, ‘Kuchibeni’ mutlak diperlukan. Dengan tambahan sedikit warna merah di bibir, maka pola Kohaku menjadi tampak lebih seimbang.

Hanatsuki

Pola merah pada kepala Koi yang mengerucut kearah mulut.

Menkaburi

Menkaburi, pola merah (Hi) menyebar menutupi seluruh kepala.

Maruten, terdapat pola bulat di bagian kepala, tapi masih ada pola lainnya.

Tancho, memiliki satu-satunya pola bulat hanya di bagian kepala.

Bagian Punggung

Pola merah yang lebar pada bagian punggung lebih banyak diminati. Diantara kedua pola merah sebaiknya terdapat warna putih yang terlihat cukup jelas di bagian pundak Kohaku.

Contoh pola Kohaku di bagian pundak

Bagian ekor

Pola warna merah terakhir sebelum menyentuh ekor disebut ‘Ojime’ atau ada pula yang menyebutnya ‘Odome’ atau ‘Odomari’. Pola warna merah terakhir pada Kohaku sebaiknya tidak sampai melintas ke bagian ekor atau dengan kata lain terdapat jarak antara pola merah terakhir dengan ekor.

Bagian ekor Kohaku

Kire-Agari

Jarak antara pola terakhir dan ekor (area putih) disebut dengan “Kire-Agari”. Jika jarak tersebut cukup jelas terlihat maka dikatakan bahwa Koi memiliki Kire-Agari yang baik. Sedangkan bila jaraknya terlalu jauh maka dinilai kurang.

Kire-Agari harus cukup terlihat. Sebagai contoh untuk Koi berukuran panjang 50-60 cm, maka Kire-Agari idealnya berjarak sekitar 2 cm. Semakin besar Koi, maka Kire-Agari juga harus semakin lebar. Kohaku yang tidak memiliki Kire-Agari, tampak seperti memakai celana panjang.
Oleh sebab itu orang Jepang menamainya dengan Zubonhaki. ‘Zubon’ artinya ‘celana’ dan ‘Hakki’ artinya ‘menunjukkan’ atau ‘memperlihatkan’. Koi dengan Zubonhaki, kurang dihargai saat menilai Koi.

Gambar di atas sekadar untuk membandingkan penampilan antara Kohaku yang memiliki Kire-Agari yang baik (A) dan Kohaku Zubonhaki (B). Meski demikian, bukan berarti bahwa Kohaku dengan Zubonhaki sudah tidak layak lagi, sebab masih banyak Gosanke dengan Zubonhaki yang tampil sebagai pemenang di dalam acara kontes Koi (Koi Show).

Jenis Pola
Yang dimaksud pola adalah bentuk penyebaran warna merah (Hi) yang ada di punggung Koi, yaitu berupa blok-blok warna merah yang terpisah oleh warna putih.

Tipe Pola
Ada beberapa model pola (blok) pada Kohaku antara lain :
– Nidan dari kata ‘Ni’ artinya ‘dua’ (kata ‘dan’ artinya ‘tingkatan’ atau ‘step’ atau ‘blok’)
– Sandan, ‘San’ artinya tiga
– Yondan, ‘Yo’ artinya empat
– Godan, ‘Go’ artinya lima

Tipe Straight Hi (Renzokumoyo)

Straight Hi adalah pola yang memanjang dan tidak terputus dari kepala hingga pangkal ekor. Pola semacam ini kurang diminati, sebab terlihat monoton dan kurang dinamis. Walaupun kualitas warna putih dan merah yang baik, Kohaku dengan pola jenis ini tidak pernah menjuarai lomba atau Kontes Koi. Namun demikian untuk para kolektor, Kohaku Straight Hi masih layak menghuni kolam mereka.

Straight Hi

Jenis pola lainnya yang masih termasuk dalam tipe Straight Hi yaitu Inazuma (Lightning Hi).

Inazuma artinya ‘petir’ atau ‘halilintar’ adalah Kohaku yang memiliki pola berbentuk zig zag dan tak terputus seperti gambar halilintar. Pola Inazuma yang seimbang, sangat jarang ditemui. Apabila ada, maka harga Koi tersebut tentu akan sangat mahal.

Inazuma

Tipe Tancho
Pola Tancho Kohaku, terdapat satu-satunya pola bulat di bagian kepala. Bentuk pola yang tampak bulat dan berada tepat di tengah area kepala, sangat digemari oleh para pehobi Koi.

Tancho

Tipe Pola Lainnya

Pola Kanoko, yaitu tampak seperti biji tumpah. Pola dasarnya tetap sesuai pola Kohaku, tetapi di antara blok satu dengan yang lainnya terdapat bintik – bintik seperti biji-biji bertebaran.

Kanoko Kohaku

Napoleon

Ginrin

Sisik Ginrin tampak seperti butiran perak yang tertata rapi dan padat di sepanjang punggung Kohaku. Apabila berada di atas warna merah maka warna Ginrin menjadi terlihat agak kekuningan dan berkilauan jika terkena cahaya matahari.

Ginrin

Bagian Sirip

Seluruh sirip Kohaku sebaiknya berwarna putih bersih, tidak kekuning-kuningan dan benar-benar terbebas dari warna apapun.

Bentuk badan (Body Shape)

Tidak hanya Kohaku, secara umum bentuk badan Koi yang ideal adalah bulat panjang seperti torpedo. Tidak terlalu gemuk atau kurus dan bagian kepala berbentuk oval seperti telur, tidak persegi dan tidak menyerupai segitiga (tirus). Apabila dilihat dari atas, punggung Kohaku tampak lurus dan dari samping terlihat melengkung rata. Bentuk badan Koi yang baik yaitu panjang dan lebar adalah 3 berbanding 1.

TIPS MEMILIH KOHAKU

Sebagai rangkuman, berikut ini adalah hal-hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Kohaku :

1) Bentuk badan

• Bentuk badan sebaiknya bulat panjang seperti torpedo.
• Bagian mulut berbentuk bulat telur. Hindari membeli Koi yang mulutnya lancip atau membentuk segitiga.
• Bagian kepala tidak tampak lebih besar dibandingkan punggungnya.
• Hindari membeli Koi yang bentuk badannya terkesan pendek (buntek) atau bogel.

 

2) Warna
• Kohaku hanya memiliki 2 warna yaitu merah dan putih. Sebelum membeli, jangan segan-segan membolak-balikkan badan Koi untuk memastikan tidak ada warna lain selain merah dan putih. Jangan membeli Kohaku bila masih ada warna hitam meski hanya setitik atau sebutir pasir.
• Memiliki Kiwa yang jelas dan tegas.

3) Kualitas warna

Kohaku yang baik, warna merahnya pekat, tidak oranye dan merata (tidak berbintik-bintik). Sedangkan warna putihnya seputih salju. Namun demikian, kualitas warna merah dan putih yang bagus kualitasnya, sangat jarang ditemui, bilapun ada maka pastilah mahal harganya. Namun demikian, pilihlah Kohaku yang memiliki warna merah yang cenderung pekat.

4) Pola Merah (hi)
• Pola merah (hi) yang baik berbentuk crispy (seperti keripik kentang) atau oval (seperti letter U), tidak menyentuh kedua mata dan mulut. Jika pola Hi menyentuh salah satu mata, masih dapat diterima.
• Pada pundak Kohaku terdapat warna putih yang memisahkan pola merah.
• Pola keseluruhan tampak seimbang di kedua sisi (well balance).
• Pastikan tidak ada warna hitam sama sekali. Walaupun ada warna hitam hanya sebesar kerikilpun, maka kohaku akan kehilangan keindahannya.
• Seluruh sirip Kohaku berwarna putih bersih.
• Terdapat jarak yang cukup antara Ojime dan pangkal ekor.
• Pilihlah Kohaku dengan pola yang lebar (Omoyo), dengan tiga blok (Sandan) atau 4 blok (Yondan). Jangan membeli Kohaku yang banyak terdapat bercak-bercak (spot) warna merah.

Berikut ini adalah contoh Kohaku yang memiliki kualitas pola yang baik.

KOHAKU YANG TIDAK DISUKAI

Berikut ini adalah contoh Kohaku yang tidak disukai oleh para pehobi Koi

Sumber : Buku GILA KOI – Panduan Memelihara Koi dan Apresiasi oleh Doni Bastian

Telah dibaca 182 x, hari ini 1 x
BUKU GILA KOI

BUKU GILA KOI

Cara Memelihara Koi dan Apresiasi

Harga Rp. 150.000,-

Beli Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat