Indonesia Website Awards
JOIN NOW

Rekayasa Warna dengan Cara “Coating Koi”. Kreatif atau Curang?

coating koi
Coating Koi. Kreatif atau curang ?

Rekayasa Pola Koi (Cutting Koi)

Cutting Koi dan Coating Koi adalah fenomena rekayasa pola dan warna ikan Koi semakin meluas dan berkembang metodenya. Yang sudah seringkali dilakukan adalah merekayasa pola dengan cara mencabut sisik atau menyayat kulit atau bahkan menghilangkan sebagian daging Koi. Aktifitas ini populer dengan istilah ‘koi cutting‘ ; ‘kerok koi‘ atau bahasa kerennya ‘minor surgery’ atau Cosmetic Surgery

Jenis Koi ini Tak Bisa Direkayasa (Kerok Koi)

Meski menuai kontroversi dikalangan para pecinta koi sendiri, namun sebagian orang masih terus melakukan aktifitas kerok koi (koi cutting) agar penampilan Koi menjadi cantik demi untuk memperbaiki penampilan sekaligus menaikkan harga jualnya.

Tak sedikit para pecinta koi yang mengecam aktifitas ini dan dianggap curang atau bahkan ada kesan menipu dan juga ada yang merasa kasihan kepada Koi yang menjadi korban pengerokan. Mereka tidak tega melihat ikan koi disayat-sayat dengan menggunakan silet atau sisiknya dicabut secara paksa.

Tetapi ada pula yang menganggap fenomena cutting koi adalah hal yang biasa dilakukan bahkan oleh para breeder di Jepang terutama untuk menghilangkan spot hitam pada kohaku, ataupun memperbaiki pola (pattern) pada varitas koi lainnya. Namun itu dilakukan dengan cara yang benar dan tidak membahayakan Koi yaitu dengan dilakukan pembiusan atau anestesia terlebih dahulu. Koi yang telah dibius, kemudian dilakukan operasi pada bagian tertentu, dan setelah itu diberikan obat antibiotik dan perawatan yang baik agar koi dapat segera sembuh.

coating koi
Biasanya yang jadi korban Koi Doitsu (Tanpa sisik)

Fenomena baru : Coating Koi

Selain Cutting koi, adalagi cara baru yaitu ‘COATING KOI‘. Coating Koi juga merupakan teknik rekayasa khususnya warna pada Koi yaitu dengan menambahkan warna tertentu (terutama hitam) agar kombinasi pola dan warna Koi menjadi seimbang. Jadi seperti orang melukis, bukan pada kanvas, tetapi langsung pada kulit koi !.

Ada-ada saja memang. Anda mungkin baru tahu ada cara-cara seperti ini. Hanya dengan menggunakan bahan cat anti air, warna dan pola pada seekor koi dapat direkayasa sesuka hati pelakunya.

Bagaimana menurut pendapat anda? Apakah hal ini boleh dilakukan hanya untuk sekedar mempercatik penampilan koi? Apakah ini suatu bentuk kreatifitas ataukah sebuah aksi curang semata?  Terserah pendapat pribadi anda masing-masing.

Fenomena coating koi ini sudah mulai merebak dan tentu juga akan menuai pendapat kontoversi. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam membeli ikan Koi.

Obyek dan Sasaran Coating Koi  

Biasanya yang menjadi obyek untuk coating koi adalah dari jenis Doitsu yaitu Koi tanpa sisik. Sebab jika koi tanpa sisik, maka permukaan kulit yang halus akan memudahkan cat menempel pada kulit dan lebih terlihat natural. Warna cat yang dipilih biasanya hitam atau (sumi) sebab warna hitam yang pekat sulit dibedakan, mana warna yang asli dan mana warna cat.

Oleh sebab itu, jika anda membeli ikan koi jenis doitsu, terutama Doitsu Sanke dan Showa, maka anda harus lebih teliti lagi, dalam mengamati warna sumi. Pastikan bahwa warna koi benar-banar asli dan bebas cutting maupun coating.

Koi Sanke atau Showa yang memiliki pola sumi kurang berimbang, yang harganya tidak mahal, setelah di tambahkan warna dengan cara ini, maka harganya menjadi lebih mahal. Jika tujuannya hanya untuk mencari keuntungan dengan merugikan orang lain, maka cara seperti ini dapat dikatakan sebagai tindakan kecurangan atau dapat dikategorikan pemalsuan/penipuan.

Tidak bertahan lama alias mudah luntur

Yang namanya cat yang menempel pada kulit Koi tentu tak akan bertahan lama. Sebab Koi secara alami tentu akan berusaha menolak benda asing yang menempel pada tubuhnya. Perlahan tapi pasti, warna coating akan mengelupas. Paling hanya dalam hitungan hari, warna coating akan berangsur hilang.

Atau jika anda kebetulan menemukan koi yang di ‘coating’, coba ambil kain lap dan usapkan pada warna coating tersebut. Setelah itu, lihat pada kain, tentu akan terlihat noda warna cat yang luntur dari kulit koi.

Begitulah sifat dan perilaku manusia, yang selalu ingin melakukan sesuatu demi maksud dan keinginannya sendiri, tanpa memperdulikan orang lain yang dirugikan.

Jangan-jangan suatu saat nanti akan ada pula Koi yang di-tatto, yang mana tatto tersebut membentuk sebuah pola yang unik dan cantik.. Entahlah..

Wallahu A’lam Bissaawab..

Demikianlah biar singkat semoga bermanfaat..

Doni Bastian @ Gila Koi

One comment

  1. Sudah ada yang pakai metode tatto juga om

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.