Doni Bastian : “Saya Sedih Menyaksikan Koi Diperlakukan Seperti ini..”

koi banjir

Tiba-tiba saya menemukan sebuah video dari sebuah akun di Facebook. Video itu memperlihatkan adegan saat  diketemukannya seekor Koi korban banjir oleh petugas kebersihan.

Seekor ikan koi yang ditemukan oleh petugas Unit Pengelola Kebersihan Badan Air Jakarta Barat di daerah Kebon Jeruk, yaitu  ketika petugas membersihkan sampah sisa banjir di aliran Kali Sodetan Sekretaris Pasar Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Koi yang ditemukannya itu sudah pasti milik seorang pemelihara koi yang mengerti bagaimana mengapresiasi keindahan ikan koi.

SAYA SEDIH SEKALI MENONTON VIDEO INI

Mohon maaf sebelumnya..
Terus terang saya bingung mau bilang apa, melihat video ini..
Ikan itu adalah koi dengan kualitas yang sangat bagus, termasuk jenis Kohaku Sandan Maruten, harganya bisa puluhan juta rupiah.

Saya tahu persis, sebab saya sangat lama bergelut di dunia perkoian. Pemiliknya tentu sangat sayang dan bangga memiliki ikan itu. Ini bukan persoalan harga, tapi bagaimana memperlakukan makhluk Tuhan.

Koi itu sudah mati, tapi kok diperlakukan seperti itu? Itu koi kesayangan bagi pemilik dan keluarganya. Jika saya pemiliknya, saya bisa bunuh itu orang !.
Maaf, saya agak emosional disini.

Tapi saya segera menyadari bahwa mungkin saja orang itu tak mengerti, seberapa berharganya ikan itu bagi pemiliknya, sehingga dia bisa perlakukan semaunya.

Tapi walau bagaimana, jika dia seorang yang bisa menghargai mahkluk ciptaan Tuhan, semestinya tidak berbuat seperti itu. Untuk apa coba? Apakah untuk menipu semua orang, agar dipikir ikan itu masih hidup? Hingga dia guncang-guncangkan seperti itu seolah-olah dia dapat rezeki dari banjir?

Untuk apa dia lakukan itu? Apakah dia dibayar dengan melakukan adegan itu? Sementara sang pemilik sedang berduka hati ditinggal pergi oleh ikan koi kesayangannya?

Tak perlu saya katakan bahwa lantaran saya adalah pecinta koi, tapi saya sungguh sedih melihat video ini.

Memang, manusia itu kadang tak punya hati dan perilakunya sangat tidak etis dengan memperlakukan binatang seperti itu meski sudah mati sekalipun.

Ataukah ini hanya sebatas gambaran dari manusia yang tak bisa menempatkan dirinya sebagai makhluk yang paling mulia diantara makhluk ciptaan Tuhan lainnya?

Wallahu a’lam bissawab

Salam
#donibastian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat