Menurut Analisis Dokter, Orang ini Menderita ‘GILA KOI’.. !

Memelihara Koi bukanlah sekadar hobi biasa, namun dampaknya bisa sangat luar biasa. Pada awalnya, tentu semua pemelihara hanya ingin mengisi kolam untuk menghiasi pekarangan rumahnya.

Namun demikian. kecenderungan yang terjadi pada para pemelihara  adalah setelah berjalan beberapa waktu, maka mereka akan tampak makin asyik dengan hobinya itu. Karena semakin tenggelam dalam kesenangannya memelihara IkanKoi, tak sedikit para pehobi berat ini semakin tak bisa lepas perhatiannya kepada koi-koi kesayangannya itu. Bahkan ketika  pulang kerja, begitu sampai di rumah, yang  pertama kali didatangi bukanlah anak-anak atau istrinya, tapi mereka langsung menuju ke sebuah kolam dimana koi-koi kesayangan meraka berada.

Nah, kalau sudah begini, maka harus diwaspadai sebab jangan-jangan mereka telah terjangkit virus ‘GILAKOI”.

gila koi
Hasil foto Rontgen penderita ‘GILAKOI’

Apa itu virus “GILAKOI?

Penyakit ‘GILAKOI’ (Koi Kichi atau Koi Addicted) disebabkan oleh semacam virus yang mana virus ini sangat mudah menular, terutama kepada para pehobi koi pemula. Karena keseringan berkumpul dengan komunitas pecinta Koi atau para pengidap GILAKOI lainnya, maka tanpa terasa dan tak disadari bahwa dirinya sudah mulai tertular penyakit ini.

Apakah penyakit ini berbahaya?

Tergantung pada kondisi keuangan. Jika sedang banyak duit, tentu penyakit ini tak banyak berpengaruh pada kehidupannya. Artinya tenang-tenang saja, karena sedang banyak duitnya. Tapi bagi yang lagi tongpes (kantong kempes) alias ‘bokek’, maka jika penyakitnya sedang kumat maka yang jadi sasaran adalah ‘kartu kredit’nya. Atau tak jarang,  jatah uang untuk belanja istri atau anak diembat juga, bahkan dibelain utang-utang hanya karena tak bisa menahan keinginan untuk membeli ikanKoi.

Gejala 

Apakah anda juga sedang mengidap penyakit ‘GILAKOI”? Tentu anda tak akan pernah menyadari. Oleh sebab itu untuk memastikannya, anda bisa mencocokkan keadaan diri anda dengan gejala-gejala penyakit berikut ini :

  1. Jika berada di rumah, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk merawat Koi atau kolam. Ada saja kegiatan yang dilakukannya antara lain seperti ; mengganti air, membersihkan media filter, memasang berbagai macam peralatan untuk menambah kapasitas kolam, memasang atau memperbaiki pompa, merenovasi kolam. Bahkan ada yang rela duduk disamping kolam hingga berjam-jam, hanya untuk sekadar memberi pakan dan mengamati koi-koi kesayangannya yang berenang kesana-kemari.
  2. Setiap hari libur, selalu ingin mampir ke tempat penjual (koi dealer) apalagi jika ada ikankoi yang baru datang atau sekadar berkunjung ke rumah teman sesama pemelihara koi.
  3. Jika sedang berada di tempat penjual koi, ingin berlama-lama ngobrol apa saja tentang koi dengan penjual, sambil bertukar pengalaman.
  4. Jika pulang dari bepergian, sesampainya di rumah maka diam-diam langsung berjalan menuju ke kolam hanya untuk memastikan segalanya berjalan dengan baik-baik saja.
  5. Jika membeli Koi yang harganya mahal, selalu berbohong ketika ditanya oleh istri perihal harga koi yang baru saja dibelinya itu. Harga beli yang misalnya Rp. 1 Juta per ekor, hanya dibilang Rp. 100.000,- kepada istri, karena takut istrinya komplain.. Ha.. ha.. ha…
  6. Setiap hari selalu berpikir bagaimana memperbaiki kondisi filter, agar air kolam tampak lebih bening.
  7. Setiap dapet rejeki atau setelah gajian yang terpikir pertama kali adalah membeli koi baru yang bagus kualitasnya.
  8. Jika melihat ada Koi bagus sedang dijual, selalu bertanya berapa harganya. Sebab kalau harga dirasa sesuai dengan kualitasnya dan kebetulan punya uang, maka pastilah akan ditawarnya.
  9. Salalu berangan-angan merenovasi kolam agar bisa lebih baik lagi dan juga suatu saat ingin punya kolam sendiri yang besar dan dalam, agar bisa memelihara ikanKoi jumbo.

Ciri-ciri orang yang mengidap penyakit ‘GILAKOI”

  1. Tak mau membeli Koi murah yang tidak ada kualitasnya.
  2. Tidak mau memelihara Koi dalam jumlah banyak, tapi yang diutamakan kualitasnya.
  3. Tak peduli dengan harga terutama bagi yang kelebihan duit.  Yang penting Koi bagus, langsung dibelinya.

Nah, dari uraian diatas, coba amati pada diri anda sendiri. Apakah anda merasa mengalami salah satu dari yang sudah disebutkan diatas? Jika ya, maka berarti anda sudah ada gejala mengidap penyakit ‘GILAKOI’

Artikel ini hanya sekadar intermezo.. jangan terlalu serius membacanya..

Salam

#donibastian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat