GilaKoi

The Indonesian Koi Kichi

Proses Pengiriman Koi Jarak Jauh secara Masal

Mungkin anda tidak pernah terpikirkan, bagaimana para petani koi di Blitar mempersiapkan segala sesuatunya saat akan melakukan pengiriman koi hingga sampai di rumah anda.

Koi yang akan dikirim ke suatu tempat, yang mana menempuh jarak yang sangat jauh atau memakan waktu berjam-jam, tentu perlu penanganan  khusus.

Infomasi berikut ini sekadar menambah wawasan kepada anda, apa dan bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh para petani dan petugas pengiriman koi jarak jauh  selama persiapan, dalam perjalanan hingga selamat sampai  tujuan.

  1. Tahap Persiapan.
karantina koi bak fiber

Bak karantina yang terbuat dari fiberglass telah diperisiapkan dalam ruang tertutup, untuk menampung koi yang akan dikirim keluar kota

Sebelum menempuh perjalanan jarak jauh, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan dengan baik, sebab hal ini yang paling penting harus dilakukan, sebab koi yang akan dikirim harus dikondisikan agar siap dikirim pada saatnya.

Pengiriman koi dari Blitar dengan  kota tujuan seperti ke Jakarta, atau kota lain yang berada di luar Jawa, antara lain ke wilayah Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh para petani kita. Bahkan di Jepang, pengiriman Koi dillakukan antar benua.

Didalam artikel ini adalah tentang koi yang dikirim melalui perjalanan darat,  harus diperlakukan khusus agar kondisinya sehat  sehingga mampu bertahan dalam proses pengiriman yang memakan waktu berjam-jam.

Koi baru diangkat dari kolam lumpur atau mud pond milik petani koi, tidak bisa langsung dikirim melalui perjalanan jauh.  Bila dipaksakan maka koi kemungkinan besar tidak akan mampu bertahan atau bahkan telah mati sebelum sampai ke tujuan. Oleh sebab itu setelah diangkat dari kolam tanah, koi yang akan dikirim dikumpulkan di dalam bak khusus yang berukuran cukup luas dengan  kondisi air yang tetap dijaga kualitasnya

  1. Karantina Koi

Di dalam bak karantina, koi sama sekali tidak diberi pakan selama 3 sampai 6 hari lamanya. Hal ini dilakukan agar koi tidak membuang kotoran dalam perjalanan karena perut koi dalam keadaan kosong. Kotoran koi mengandung zat ammonia yang bisa membahayakan kesehatan koi sendiri.

karantina koi2

Karantina koi dalam kantong beroksigen, lebih hemat waktu, tempat dan biaya.

Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah dengan memasukkan ke dalam kantong oksigen selama beberapa hari  (2-4 hari). Ada sebagian petani koi yang menggunakan cara ini, untuk mempercepat waktu karantina dan menghemat tempat dan biaya perawatan. Kantong kantong plastik tempat karantina tersebut setiap hari diganti oksigen dan atau diganti air, jika masih terdapat kotoran koi di dalamnya.

Kantong plastik yang digunakan adalah dengan bahan PE (Poly Esther) bening dengan ukuran lebar 50-60 cm dan tebal 0,07-0,08 mm, dengan panjang sekitar 100 cm dengan 2 rangkap.

Setelah masa karantina tersebut, tibalah saatnya koi dipindahkan kedalam mobil pengangkut untuk dikirim sesuai tujuannya.

Untuk membaca selanjutnya, silakan Login terlebih dahulu, atau klik Register

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GilaKoi © 2015 - Indonesian Koi Kichi