GilaKoi

The Indonesian Koi Kichi

Apa Bedanya Budidaya Koi dengan Ikan Mas Konsumsi?

budidaya koi

Budidaya Koi dengan Ikan Mas Konsumsi, Apa Bedanya? Pertanyaan ini adalah sebagai rasa keprihatinan saya melihat kualitas hasil produksi para pembudidaya koi lokal yang masih belum memenuhi kualitas yang diinginkan oleh para pecinta koi. Mengapa demikian?

Sebagaimana kita ketahui, Koi juga sejenis ikan yang sama seperti ikan mas dan ikan-ikan konsumsi lainnya. Tapi bedanya adalah koi sebagai hiasan, sedangkan ikan mas, gurami, patin dll adalah ikan untuk dimakan. Sebagai hiasan, koi tentu memiliki nilai artistik dan estetik tertentu yang tidak dimiliki oleh ikan konsumsi lainnya.

Oleh sebab itu, bila anda sedang membudidayakan koi, tentu anda harus punya cita-cita dan keinginan untuk memperoleh hasil yang baik bukan?

Keberadaan koi di Indonesia sebagai ikan hias penghuni kolam, semakin dikenal masyarakat luas dan sudah saatnya koi lokal bisa bersaing mutunya dengan koi yang diproduksi oleh negara lain. Untuk itu, peran para pembudidaya atau petani koi yang ada sangatlah diperlukan.

Budidaya Koi tidak sekadar memproduksi ikan dalam volume yang besar, namun lebih fokus kepada kualitasnya. Tidak seperti pada ikan konsumsi lain yang dijual dengan standar harga tertentu dalam ukuran berat per kilogram atau per kwintal/ton, namun Koi tidak hanya di bandroll dengan harga tinggi per ekornya, namun juga bisa diberi apresiasi. Oleh sebab itu, menjual koi bukan dari jumlah dan ukuran beratnya tapi berdasarkan kualitas setiap ekornya.

Harga seekor koi yang mencapai ratusan juta, hingga setara milyaran rupiah sebagai bukti bahwa para pecinta koi memberi apresiasi yang begitu tinggi atas keindahan yang dimiliki oleh koi.

Cara berbudidaya koi dengan baik dan benar

Bila ada diantara anda yang bertanya, bagaimana caranya agar budidaya koi yang anda jalankan menghasilkan koi yang bermutu tinggi, maka saya dapat memberi beberapa tip dan saran sebagaimana berikut ini :

  1. Persiapan sarana dan prasarana budidaya

Bila anda telah mampu membudidayakan ikan mas dengan baik, maka saya bisa menjamin bahwa anda juga bisa melakukannya pada koi, sebab proses pemijahan dan perawatan koi adalah sama persis dengan budi daya ikan mas. Namun demikian, tentu ada perbedaanya, sebab terkait dengan proses pemilihan koi untuk memperoleh kualitas yang diinginkan.

  1. Pemilihan Induk Koi Asli dari Jepang
oyagoi

Gunakan Induk Koi asli dari Jepang, atau koi lokal yang berkualitas

Hal yang paling penting dalam berbudi daya koi adalah pemilihan Induk. Anda tidak boleh sembarang memilih Induk koi. Jangan asal ada koi bunting, lalu anda pijahkan. Ada baiknya anda menambah wawasan dan pengetahuan agar anda mampu memilih koi mana yang berkualitas bagus dan mana yang tidak. Artikel tentang koi sudah banyak tersedia melalui internet, atau setidaknya melalui situs #Gilakoi ini.

Bila anda telah memiliki pengetahuan dasar untuk menilai kualitas koi, maka anda sudah bisa mulai mencari calon induk sebagai modal  utama anda dalam berbudidaya koi.

Untuk memperoleh Induk koi yang berkualitas, tidak harus membelinya dalam keadaan sudah siap pijah (menggendong telur), tapi anda bisa mencari koi dengan kualitas baik pada ukuran 35-40 cm untuk anda pelihara sampai siap menjadi induk.  Sangat disarankan anda menggunakan Induk import (asli dari jepang) tapi memang harganya tidak murah. Tapi saat ini koi lokal kita sudah cukup baik kualitasnya dan dapat kita pergunakan sebagai induk, asalkan kita mampu memilih dengan baik dan benar.

  1. Panjang badan induk Koi diatas 70 cm
oyagoi2

Induk koi yang baik panjang badannya diatas 70 cm

Untuk memperoleh keturunan yang baik dan bisa menjadi koi besar (jumbo), anda juga harus menggunakan induk dengan ukuran yang besar pula. Saran saya, gunakan induk koi dengan ukuran minimal 70 cm. Mengapa? Sebab sifat genetik dari Induk koi akan menurun kepada anak-anaknya.

Bila induk koi ukurannya hanya sekitar 40 atau 50 cm, maka nanti hasil keturunannyaan juga tak akan ada yang bisa jadi koi Jumbo. Percayalah !

Koi-koi jumbo hanya bisa diperoleh dari induk yang memiliki sifat genetik tertentu, yaitu dari panjang badannya ketika dipergunakan sebagai induk.

  1. Punya keunggulan tertentu
warna pekat

Contoh warna hitam dan merah koi yang pekat dan putih seputih salju

Selain panjang badannya yang diatas 70 cm, induk koi harus punya keunggulan tertentu. Tidak harus koi juara kontes yang digunakan sebagai induk. Faktanya, justru banyak koi yang menjadi juara kontes adalah berasal dari induk yang sama sekali tidak pernah menang kontes.

Namun demikian, induk koi tetap harus memiliki keunggulan tertentu antara lain :

  • Kualitas warna merah atau yang sangat pekat. Atau warna putihnya yang sangat putih seputih salju. Sedangkan untuk kualitas pola (pattern) tidak perlu di utamakan.
  • Bentuk badannya terlihat kekar atau dikenal dengan istilah ‘bulky’, yaitu bentuk punggungnya yang sedikit lebih lebar dibandingkan dengan bagian kepalanya
  • Bentuk kepala yang bagus (bulat telur)
  • Bentuk badan yang bulat lonjong seperti torpedo
  • Sisik Ginrin yang rata, jelas dan berkilauan, bila ingin memperoleh keturunan Ginrin
  • Gunakan Induk Tancho Kohaku yang bagus kualitas warnanya, dan pastikan seluruh tubuhnya tidak ada sedikitpun sisik warna merah, bila ingin memperoleh banyak keturunan Tancho
  1. Koi Pejantan Pilihan

Jumlah pejantan yang diperlukan dalam sebuah pemijahan,  antara 2 -3 ekor. Semakin besar jumlah telur yang digendong, semakin butuh banyak pejantan, sebab seekor pejantan saja tidak cukup untuk membuahi telur koi yang begitu banyak jumlahnya hingga ratusan ribu butir.

Pilihlah koi pejantan yang juga mempunyai keunggulan tertentu, karena diperlukan sebagai penyeimbang pola. Misalnya saja bila induk koi kohaku memiliki pola kecil-kecil (komoyo) maka maka sebagai penyeimbang adalah dengan menggunakan pejantan yang polanya lebar (omoyo).  Atau bila ingin mendapatkan Sanke dari Induk Kohaku, maka pakailah pejantan Sanke yang cukup banyak warna sumi (hitam). Yang pasti, warna merah dan hitam pada koi pejantan harus benar-benar  bagus, pekat dan mengkilat.

  1. Seleksi anakan koi (koi culling)
seleksi

Seleksi burayak koi umur 1 bulan

Inilah perbedaan yang prinsip antara budidaya koi dan ikan mas. Bila budidaya ikan mas yang diutamakan adalah jumlah ikan atau beratnya, sedangkan di dalam budidaya koi yang diperlukan adalah kualitasnya. Biar sedikit tapi berkualitas. Sebab hanya koi yang berkualitas saja yang berhak diberi harga jual yang tinggi.

Dalam budidaya koi dikenal istilah culling yaitu tahap seleksi atau pemilihan pada bibit (anakan) koi.  Pada tahap pertama, burayak koi yang baru berumur satu bulan (ukuran dibawah 3 cm), harus diseleksi terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam kolam pembesaran. Mengapa demikian?

Sebab untuk memperoleh koi yang berkualitas di dalam satu masa pemijahan, tidak lebih dari 2 % dari seluruh burayak yang ada.  Hal ini dimaksudkan dalam rangka efisiensi tempat untuk pembesaran dan penghematan pakan.

Sebagimana kita ketahui. Koi yang berkualitas atau tidak, jumlah pakannya sama. Bahkan seringkali koi yang tidak berkualitas  justru yang banyak makan. Oleh sebab itu, untuk efisiensi, proses seleksi bibit sangat di perlukan, untuk mengurangi  jumlah populasi dan memastikan bahwa koi yang dibesarkan hanya yang berkualitas saja.

Dalam rangka proses seleksi bibit, diperlukan ketelitian dan ketekunan, sebab harus meneliti satu per satu terhadap semua burayak koi yag ada. Maka dari itu, lebih baik bila dilakukan oleh orang-orang yang telah berpengalaman.

seleksi 2

Seleksi tahap 2 ketika koi berumur 3 bulan

Setelah seleksi tahap pertama, kemudian dilakukan seleksi tahap kedua yaitu ketika koi sudah berumur 3 bulan. Dalam tahap ini ukuran koi sudah cukup besar antara 10-15 cm dan terakhir bila perlu pada saat koi berusia 6 bulan.

  1. Kualitas pakan

Dalam pertumbuhannya, koi membutuhkan pakan yang mengandung protein tinggi, agar dapat tumbuh dengan baik baik pertumbuhan organ tubuh maupun kualitas warnanya. Pakan dengan komposisi  protein tinggi tidaklah murah. Oleh karena itu, pastikan bahwa semua bibit koi yang diberi pakan yang mahal hanyalah koi yang berkualitas saja.

  1. Kolam Lumpur (mud pond)
mud pond

Kolam lumpur (mud pond) sangat ideal untuk membesarkan koi

Untuk membesarkan bibit koi, diperlukan kolam lumpur atau kolam alami dengan dasar tanah. Tidak perlu dalam namun cukup lebar atau luas dan langsung berada dibawah terik matahari. Mengapa? Sebab kolam lumpur (mud pond) secara alami memproduksi pakan koi untuk menunjang pertumbuhan dan kualitas warna, dan sinar matahari diperlukan untuk perkembangan sel.

Sebagai penutup, apa yang bisa saya simpulkan adalah bila anda benar-benar serius ingin memperoleh hasil budidaya berupa koi2 yang berkualitas tinggi, gunakan perinsip,”SEDIKIT TAPI BERKUALITAS”. Jadi anda tak perlu membesarkan semua bibit koi yang ada, tapi lakukan seleksi secara bertahap, agar anda dapat memastikan bahwa hanya koi yang berkualitaslah yang akan anda hasilkan.

Demikianlah semoga bermanfaat.

Salam #GilaKoi

Telah dibaca 1,352 kali, hari ini 2 kali
Updated: 13/01/2017 — 02:34

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GilaKoi © 2015 - Indonesian Koi Kichi