GilaKoi

The Indonesian Koi Kichi

Bagaimana Cara Merawat Filter Kolam Koi?

filter koi2

Filter Kolam

Habitat asli Koi adalah berupa sebuah danau yang luas dengan air yang tenang. Koi yang berada di dalam habitat aslinya tersebut dapat hidup dan berkembang biak dengan baik. Bagaimana koi bisa hidup sehat dan beranak pinak, meski tidak ada bangunan filter disana? Sesungguhnya alam telah menyediakan sistem filtrasi yang sempurna. Komponen utama sebagai bagian dari proses filtrasi alami antara lain adalah adanya bakteri, tumbuhan dan hewan lain disekitarnya. Merekalah yang berfungsi sebagai filter alam sesuai dengan Siklus Biologi Alami.

Lalu bagaimana bila Koi ingin dipelihara di rumah yang tak punya pekarangan cukup luas? Tentu bisa saja dilakukan yaitu dengan membuat sebuah kolam dengan membangun sebuah sistem filtrasi buatan. Pada prinsipnya, filter buatan ini menggantikan  fungsi Siklus biologi alami sebagaimana yang terjadi di habitat aslinya.

Sebagus apapun sistem filter Kolam anda, tentu hasilnya tak akan bisa menyamai sistem filter alami. Namun demikian, bila anda telah membangun sistem filter yang baik, maka selanjutnya yang harus anda lakukan adalah melakukan perawatan pada kolam anda, yaitu dalam rangka menjaga agar proses filtrasi tetap berjalan dengan baik.

Hal-hal yang perlu dilakukan perawatan pada kolam anda sebagai berikut :

1.Back Wash

backwash

Bila anda telah menyediakan fasilitas Backwash pada sistem filter kolam anda, maka jangan pernah lupa melakukannya. Backwash pada prinsipnya adalah membalik aliran air pada ruang filter, dengan tujuan untuk membuang kotoran kasar yang menempel pada media filter. Bila anda menyediakan satu ruang pada sistem filter anda untuk melakukan backwash, maka anda tinggal mencabut pipa penyumbat yang ada, agar proses backwash berjalan dan kotoran yang ada terbuang seluruhnya. Lakukan proses ini  setidaknya setiap bulan sekali

2.Media Filter

ziolite sukabumi

Batu Ziolite

Bila anda menggunakan media filter sebagai salah satu komponen pada sistem filter pada kolam anda, maka secara berkala, anda harus melakukan perawatan terhadap komponen media yang ada.

Biasanya, media filter yang digunakan antara lain, batu Zeolith, Ijuk, Arang (Carbon), filter mat, bioball, sikat, dacron dll. Media Filter tersebut, terkait dengan perawatan berkala, tebagi menjadi 2 jenis.

Yang pertama adalah media yang tak perlu diganti, atau cukup hanya dibersihkan saja, antara lain Filter Mat, ijuk, Dacron, Brush dan Bioball, sebab bila dilihat dari bahan yang digunakan biasanya dari plastik atau zak kimia buatan lainnya, sehingga didalamnya tidak terjadi proses kimiawi. Karena itu, perawatan yang dilakukan dapat dilakukan adalah cukup dengan mencucinya dan mengembalikan pada tempat semula.

arang

Arang kelapa

Berbeda dengan jenis yang kedua yaitu media yang perlu di ganti secara berkala antara lain, Batu Ziolite dan arang (carbon active), sebab media ini bekerja dalam proses kimiawi. Batu Ziolite mengikat zat amoniak  yang larut di dalam air kolam,  juga Arang atau Carbon Active berfungsi mengikat racun lainnya dan juga menyerap bau uang tak sedap.

Media ini bila digunakan terus menerus, maka akan sampai pada titik jenuh, maksudnya adalah bahwa media ini punya keterbatasan dalam melakukan fungsinya. Setelah digunakan dalam periode tertentu maka perlu dilakukan tindakan perawatan, sebab media ini sudah tidak berfungsi lagi.

Lamanya periode penggunaan Ziolite dan Arang tergantung dari volumenya, dan jumlah koi yang ada di dalam kolam. Semakin banyak Koi yang ada di dalam kolam maka media harus semakin sering dilakukan perawatan. Biasanya setiap 6 bulan sekali, anda harus memeriksa kondisi media filter anda. Bila anda merasa koi yang ada cukup padat populasinya, maka lakukan perawatan media setiap 3 bulan sekali.

Cara Perawatan Media Filter

Mengganti Media

Perawatan yang dilakukan terhadap media Ziolite adalah dengan menggantinya dengan yang baru, atau bisa juga dengan mendaur ulang. Cara mendaur ulang Ziolite agar dapat digunakan lagi, bisa dibaca disini 

Sedangkan untuk Arang atau Carbon Active, tak ada cara lain kecuali menggantinya dengan yang baru.

Satu hal yang penting saat melakukan penggantian media adalah jangan mengganti seluruh media secara sekaligus. Mengapa? Sebab diantara media filter tersebut adalah sebagai tempat persembunyian bakteri yang menguntungkan.

Jadi bila anda mengganti semua media filter secara sekaligus, sama saja anda telah membuang semua bakteri yang telah tinggal disana. Oleh sebab itu, dalam proses penggantian media filter, sebaiknya dilakukan secara bertahap, yaitu dengan selang waktu yang cukup atau setidaknya dengan interval 2 minggu. Maksudnya begini, hari ini anda boleh mengganti media batu Ziolite saja, sedangkan untuk media yang lain misalnya arang dll lakukan setelah 2 minggu kemudian. Hal ini untuk menghindari kondisi yang ekstrim, mengingat sebagian besar bakteri telah terbuang ketika anda mengganti media.

Mencuci media

bioball

Bioball

Bioball, adalah media filter yang dibuat khusus sebagai rumah atau tempat persembunyian bakteri. Namun demikian bila sudah terlalu lama dipakai, maka bisa menyumbat jalannya aliran air pada ruang filter (filter chamber). Oleh sebab itu, periksa kondisi bioball anda, apakah sudah saatnya dibersihkan atau belum. Bila pada Bioball tidak menunjukkan adanya kotoran yang berlebihan, maka biarkan saja. Mencuci bioball adalah cukup hanya dengan meyiramnya dengan air bersih, untuk menghilagkan kotoran yang menempel.

Namun demikian, mencuci Bioball sangat tidak disarankan, kecuali memang kondisinya sudah sangat kotor, dan dapat menghambat aliran air pada ruang filter anda.

filter mat

Filter Mat

Media lain yang harus anda bersihkan dengan mencucinya adalah Filter Mat, Ijuk, Filter Brush dan Dacron, sebab media ini memang digunakan untuk menyaring kotoran kasar. Dengan demikian media ini akan lebih cepat tersumbat dan secara berkala perlu dilakukan perawatan. Sebagaimana yang telah disampaikan diatas, bahwa dalam melakukan pencucian media filter jangan dilakukan secara sekaligus atau secara bersamaan terhadap semua media yang ada, dengan maksud untuk menghindari kondisi ekstrim mengingat pada saat mencuci media, maka bakteri yang menguntungkan juga ikut terbuang. Konsekwensinya adalah bila bakteri banyak terbuang, maka proses filtrasi biologi tidak akan optimal, sebab bakteri tersebut mengurai amoniak menjadi zat yang tidak berbahaya bagi koi.

brush

Filter Brush

2. Pompa Filter

Komponen lainnya yang perlu anda periksa adalah pompa yang digunakan dalam sistem filter anda, khususnya bila menggunakan pompa celup (submersible pump). Pemeriksaan kondisi pompa ini dengan tujuan selain agar tetap awet digunakan juga menghindari penyumbatan pada lobang hisap pompa. Bila didalam kolam anda terdapat tanaman air lain atau lumut yang daunnya panjang (menyerupai rambut). maka anda harus rajin memeriksa kondisi pompa anda, terutama pada bagian lobang hisap.

submersible pump

Submersible pump

Seringkali lobang hisap pada pompa dipenuhi oleh lumut atau kotorn lain yang dapat menyumbat baling-baling pompa. Bila baling-baling pompa tersumbat maka dapat menimbulkan resiko pompa anda akan terbakar atau bahwa mengakibatkan bocornya aliran listrik pada air kolam anda. Hal ini tentu akan sangat membahayakan keselamatan anda dan koi-koi anda.

Demikianlah semoga bermanfaat

#Gilakoi

ijuk

Ijuk

dacron

Dacron

[/sociallocker]

Telah dibaca 5,735 kali, hari ini 15 kali
Updated: 09/08/2016 — 20:44

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GilaKoi © 2015 - Indonesian Koi Kichi