Cara Membuat Filter Kolam Koi Sederhana

Sudahkah anda membuat filter kolam koi ? Jika belum, maka anda harus segera merealisasikannya. Mengapa demikian? Sebab koi yang ada dikolam anda, memerlukan kondisi air yang nyaman dan aman untuk kehidupan mereka. Untuk itulah maka diperlukan sistem filterasi yang bertujuan untuk menjaga kualitas air kolam agar tetap dalam kondisi yang baik untuk koi-koi anda.

MANFAAT FILTER KOLAM

Mungkin anda yang bertanya, bagaimana jika kolam koi tak menggunakan sistem filter air sama sekali? Bukankah di habitat asli koi, juga tidak dibangun sistem filterasi?

Jawaban dari saya adalah bahwa di habitat asli koi sekalipun juga ada sistem filterasinya, tapi bukan berupa fisik bangunan sebagaimana yang dibangun para pemelihara koi di rumah.  Habitat asli koi adalah sebuah danau yang luas dan terdapat sebuah sistem filter alami yang dikenal dengan Biological Filteration atau Filter Biologi.

Komponen yang terlibat dalam proses filter biologi alami ini antara lain adalah bakteri dan tanaman air, juga organisme lainnya yang tersedia secara alami di sana.

Jadi, itulah mengapa koi dapat hidup dan berkembangbiak dengan baik di habitat aslinya meski tidak ada bangunan filter, sebab memang kondisi air yang ada akan selalu terjaga dengan baik melalui keseimbangan alami melalui proses filterasi biologi tersebut.

PENTINGNYA FILTER KOLAM KOI

Nah, lalu bagaimana dengan kolam koi yang ada di rumah anda? Apakah di sana bisa terjadi keseimbangan sistem filter alami seperti yang terjadi di sebuah danau? Tentu saja tidak, apalagi jika populasi koi yang ada dikolam cukup padat.

Terdapat banyak perbedaan kondisi yang ada di kolam anda dengan yang terjadi di danau, antara lain luas permukaan air kolam koi yang tentu saja tak seluas danau. Proporsi jumlah koi dengan volume air  juga mempengaruhi, intensitas cahaya matahari, sumber air dan faktor2 lainnya.

Namun demikian, filter biologi secara alami tetap saja terjadi meski di dalam kolam kecil sekalipun, namun menjadi tidak efektif lagi untuk memperbaiki kualitas air, ketika jumlah populasi koi yang tinggi di dalam kolam anda. Semakin banyak koi yang dipelihara, maka semakin banyak pula kotoran yang dikeluarkan oleh koi. Kotoran koi inilah yang akan mencemari  air kolam.

Jika air kolam tidak dikelola dengan baik, tentu akan membahayakan kesehatan koi anda. Mungkin anda berharap hanya mengandalkan filter biologi yang terjadi secara alami di kolam anda, namun tentu hal ini tak akan efektip atau dengan kata lain tak akan mampu menetralisir kotoran yang ada.

KOLAM KOI TANPA FILTER

Sebuah kolam koi yang  tidak menggunakan sistem filter, tentu akan menambah beban perawatan air kolam, sebab harus sering-sering mengganti air, untuk menghindari terjadinya tingkat pencemaran air yang berlebihan. Padahal, jika seringkali ganti air, maka kondisi air kolam akan menjadi tidak stabil atau berubah-ubah. Koi sangat rentan terhadap perubahan kondisi kolam.

Untuk itulah maka diperlukan bangunan filter buatan, yang mana tujuannya adalah untuk membantu meningkatkan fungsi penyaringan air, sehingga dapat menjaga kualitas air kolam agar tetap stabil dan baik bagi koi dengan perawatan yang ringan dan mudah.

Satu hal lagi yang penting terhadap keberadaan Filter Kolam koi adalah untuk menghasilkan air yang bening, agar keindahan koi dapat dinikmati. Memang, kolam yang bening belum tentu baik bagi koi, sebab terdapat zat-zat kimia yang larut dalam air (tak kasat mata), yang dapat membahayakan bagi kesehatan koi jika melebihi kadar tertentu. Oleh sebab itu, sistem filter yang baik diperlukan untuk menghasilkan air yang bening sebening kristal, namun tetap nyaman dan aman bagi koi anda.

SKEMA FILTER KOLAM

Terdapat banyak cara atau metode untuk membuat filter kolam koi, namun pada prinspnya adalah sama, yaitu mengalirkan air dari kolam menuju ke suatu wadah tertentu yang mana di dalamnya terdapat berbagai media atau teknik penyaringan air dan berakhir dengan air kembali lagi ke dalam kolam (sirkulasi).

Berikut ini adalah Skema Filter Kolam Koi yang sederhana :

Filter Kolam Koi

PENJELASAN PROSES FILTERASI

Bangunan filter kolam koi sesuai skema diatas adalah terletak di atas kolam, sehingga air yang keluar dari ruang filter dapat jatuh kembali ke dalam kolam dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi. Filter kolam koi ini cukup praktis dibuat tanpa harus membongkar kolam yang  sudah ada. Untuk kolam berukuran kecil (mini), wadah filter dapat dapat dibuat dari bahan kaca atau fibreglass.

Proses filterasi kolam diawali dari aliran air yang berasal dari kolam, yang ditarik dengan menggunakan pompa air. Sebagai contoh pada skema diatas adalah dengan menggunakan submersible pump (pompa celup). Air kolam yang ditarik oleh pompa diusahakan berasal dari dasar kolam, agar efektip membersihkan kotoran, sebab di dasar kolam biasanya banyak kotoran yang terkumpul.

Filter Chamber

Air kolam pada kesempatan pertama,  dialirkan menuju ke ruang ke-1, yang mana ini adalah ruang kosong, maksudnya hanya ada air dan tak ada media filter apapun di ruang ini. Mengapa ruang kosong? Memang tujuannya adalah agar kotoran kasar  yang berasal dari kolam mengendap dan terkumpul di dasar ruang filter. Jika kotoran banyak yang mengendap di bagian dasar, akan mudah dikeluarkan sebab disana sudah dibuat lobang pembuangan air (Bottom Drain).

Ruang ke-1

Sistem sederhana ini dimasudkan untuk meringankan kinerja media filter lainnya dalam menyaring air. Jika kotoran kasar sudah banyak yang tersaring dan mengendam di ruang filter ke-1, maka tentu di ruang lainnya sudah tak ada lagi kotoran kasar.

Dengan demikian hal ini akan memudahkan dalam perawatan filter kolam koi , yaitu  cukup dengan membuka keran Bottom Drain, dan seluruh kotoran kasar yang mengendap akan terbuang seluruhnya. Pada ruang pertama ini dapat digunakan teknik Vortex.

Ruang ke-2

Filter kolam koi
Sikat (brush)

Dari ruang ke-1, air mengalir melalui bagian bawah menuju ke ruang ke-2. Dalam ruang ke-2 ini berisi MEDIA FILTER 1 yang prinsipnya untuk menyaring kotoran kasar (kasat mata). Media filter yang biasa digunakan adalah Filter Mat atau Japan Mat. Bisa juga digunakan media lainnya yaitu ijuk atau Sikat (brush). Media filter yang ditempatkan pada ruang ke-2 ini sebaiknya memiliki  rongga yang cukup besar dibanding pada media filter lainnya, sebab tujuannya adalah untuk menyaring kotoran kasar.

Filter Kolam Koi
Filter Mat atau Japan Mat

Jika anda menggunakan Filter Mat, maka di bagian atas dalam ruang ini, bisa diletakkan Bioball, sebagai tempat persembunyian bakteri yang bermanfaat untuk menetralisir ammonia. Agar mudah merawatnya, maka sebaiknya bioball sudah dimasukkan ke dalam jaring plastik (Filter Media bag).

Di bagian dasar ruang ini juga telah dibuatkan lobang Bottom Drain yang berfungsi untuk membuang kotoran kasar yang mengendap, tanpa harus membongkar media filternya.

Ruang ke-3

Bioball, sebagai sarang bakteri yang bermanfaat menetralisir ammonia

Setelah tersaring dengan media filter di ruang ke-2, air kemudian mengalir dari atas menuju ke ruang ke-3. Di dalam ruang ke-3 ini tidak terdapat media filter apapun, hanya berfungsi sebagai ruang by pass dengan maksud agar air masuk ke ruang berikutnya dari arah bawah. Selain itu juga memberi kesempatan pada kotoran yang kebetulan lolos dari saringan, untuk mengendap di dasar ruang.

Ruang ke-4

Batu Ziolite

Pada ruang ke-4 ini ditempatkan MEDIA FILTER 2 antara lain berupa batu ziolite di bagian bawah. Di atasnya boleh juga diletakkan Carbon Active atau Arang Batok Kelapa. Untuk memudahkan perawatan, masukkan terlebih dahulu semua media filter ke dalam keranjang atau jaring plastik, sebelum ditempatkan. Batu Ziolite berfungsi untuk menyerap zat ammonia dan bubuk karbon atau arang kelapa berguna untuk menyerap bau yang tak sedap.

Ruang ke-5

Sebagaimana yang terjadi di ruang ke-3 sebagai ruang by pass agar air mengalir menuju ke ruang ke-6 dari arah bawah.

Arang Batok Kelapa

Ruang ke-6

Ini adalah ruang terakhir dari rangkaian proses filter kolam. Diharapkan kondisi air yang berada di ruang ke-6 ini berupa air dalam kondisi yang bening dan baik.

Dalam ruang terakhir ini biasanya ditempatkan lampu UV atau memasang MEDIA FILTER 3 yang memiliki rongga halus seperti dacron atau kapas. Namun demikian penggunaan media ini perlu perawatan yang lebih sering, yaitu dengan mencucinya. Oleh sebab itu, pilihlah Dacron dengan rongga yang agak besar. Setelah keluar dari ruang terakhir yaitu ruang ke-6, maka air akan mengalir keluar dan kembali menuju ke dalam kolam.

Filter Media Bag, digunakan untuk memudahkan perawatan media filter

Demikianlah proses filter kolam koi yang sederhana agar anda mudah membuatnya. Namun demikian meski sederhana, namun cukup efektip.  Yang paling penting untuk dilakukan secara teratur membuka kera bottom drain untuk membuang kotoran yang mengendap di dasar ruang filter.

Mengenai seberapa sering atau frekuensinya, disesuaikan dengan tingkat populasi koi yang ada di kolam anda. Semakin banyak koi yang ada, maka tentu harus semakin sering melakukan perawatan filter kolam.

Media filter yang digunakan juga perlu dibersihkan secara teratur, bilamana sudah tampak terlalu kotor. Jika anda masih memiliki space anda dapat membuatnya dengan menambah beberapa ruang filter lagi.

TAMBAHAN AERASI

Di dalam ruang filter kolam koi, terdapat bakteri yang bermanfaat untuk menetralisir ammonia. Agar bakteri tersebut dapat tumbuh dan berkembangbiak, maka memerlukan pasokan oksigen yang cukup dalam kehidupannya. Oleh sebab itu, diperlukan tambahan aerasi di dalam ruang filter.  Untuk penempatan airstone (batu gelembung udara), dapat diletakkan pada ruang kosong yaitu pada ruang ke-3 dan ke-5

Demikianlah semoga bermanfaat

Penulis : Doni Bastian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat