Agar Ikan Koi Cepat Besar, Begini Caranya !

Seringkali terdengar keluhan dari para pemelihara, mengapa koi mereka tak bisa besar meski sudah diberi pakan yang cukup dan dipelihara di dalam kolam dengan benar. Namun demikian yang dimaksud dengan ‘besar’ tentu relatip, tergantung dari kebiasaan yang mereka lihat. Agar ikan Koi cepat besar, ada beberapa hal yang mempengaruhinya.

Pada umumnya untuk koi lokal, ukuran 50 – 60 cm itu sudah termasuk besar. Namun jika dibandingkan dengan koi import, maka relatif lebih cepat pertumbuhannya dan tentu bisa jauh lebih besar. Panjang Koi import bahkan bisa mencapai lebih dari 100 cm!

Mengapa Koi Import Tumbuh Lebih Cepat 

Sebelumnya perlu dijelaskan terlebih dahulu, bahwa yang dimaksud Koi Lokal dalam artikel ini adalah yang dibudidayakan di dalam negeri dan  biasanya diproduksi oleh para petani di daerah Blitar, Sukabumi dan beberapa daerah lainnya. Sedangkan Koi Import adalah yang langsung didatangkan dari Jepang. Lalu apa bedanya, terkait dengan pertumbuhannya?

Jika  masih kecil (ukuran dibawah 10 cm), baik koi import maupun lokal, bentuk badannya mirip dan  kualitas warnanyapun juga tak beda jauh. Namun demikian, bagi yang sudah berpengalaman, akan dengan mudah membedakan mana yang lokal, dan mana yang import meski tubuhnya sama-sama kecil.

Agar ikan koi cepat besar
Untuk ukuran kecil dibawah 10 cm, Koi Import dan Koi Lokal sepintas tampak sama. Namun dalam perkembangannya, pertumbuhan Koi import relatif lebih cepat.

Hal yang membedakan asli import dan lokal ketika sudah sama-sama dewasa, terutama adalah pada bagian kepala yaitu bentuk mulut dan badan secara keseluruhan, selain kualitas warnanya.

Meski demikian, tidak semua Koi Lokal lambat dalam pertumbuhannya dan tak bisa tumbuh besar. Demikian juga sebaliknya untuk Koi Import, ada pula yang tetap kuntet (bogel) dan tak bisa tumbuh besar meski telah dirawat dan diberi pakan bagus sekalipun.

Tingkat kecepatan dalam pertumbuhan badan koi terutama sangat dipengaruhi oleh faktor genetika yang diwariskan dari pasangan induknya, selain mutu pakan dan proses pemeliharaannya.

Kondisi di Jepang

Sebagaimana diketahui, budidaya di Jepang telah dikembangkan sejak 200 tahun lalu dan kini telah menjadi industri pertanian besar dan modern. Koi asal negeri Sakura juga telah dipasarkan  hingga ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika Breeder di Jepang telah mampu memproduksi dengan kualitas yang lebih baik daripada  petani lokal di dalam negeri kita.

Karena di Jepang mengalami 4 musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi, maka para pembudidaya koi disana harus memanfaatkan musim dengan sebaik-baiknya, sebab mereka tak bisa memijahkan di sembarang waktu. Tidak seperti kondisi iklim di Indonesia, yang mana para pembudidaya kita bisa memijahkan kapanpun sesuai yang mereka inginkan.

Para petani di Jepang hanya bisa memijahkan pada waktu-waktu tertentu saja, yaitu ketika menjelang musim panas atau mulai sekitar bulan April sampai dengan Juni setiap tahunnya. Setelah itu, jika musim dingin tiba, maka air sungai dan danau membeku dan semua dipindahkan kedalam kolam indoor dengan menggunakan sistem pemanas air (water heater), untuk menjaga agar koi mereka tetap bertahan hidup.

Koi Lokal
Ketika tiba musim dingin (winter) dipindahkan ke dalam ruangan khusus

Oyagoi

Dalam rangka pemijahan,  mereka benar-benar memilih Induk (Oyagoi) terbaik dengan sangat selektif. Induk yang digunakan hanyalah yang sudah cukup dewasa dengan ukuran panjang badan setidaknya berukuran 70 cm dan berumur 3 tahun atau lebih. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan anakan yang baik dan dapat tumbuh dengan cepat dan menjadi besar. Berbeda kondisinya dengan para petani lokal, yang mana induk yang digunakan dalam pemijahan rata-rata panjangnya tak lebih dari 60 cm.

Secara genetika, induk betina akan menurunkan sifat-sfat fisiologis kepada anak-anaknya. Jika induknya besar, maka anak-anaknya juga sangat berpotensi nantinya menjadi koi yang besar pula. Demikian juga sebaliknya, jika induk lokal kita rata-rata panjang badannya maksimal hanya 60 cm, maka tentu kita juga sangat sulit untuk mendapatkan keturunan koi jumbo dengan panjang diatas 80 cm.

Koi Cepat Besar
Contoh induk (Oyagoi) yang digunakan oleh pembudidaya di Dainichi Koi Farm Jepang untuk menghasilkan keturunan berkualitas yang sangat berpotensi menjadi koi cepat besar (jumbo).

Jika bukan merupakan keturunan dari induk yang besar (jumbo) maka meskipun dirawat dengan menggunakan pakan terbaikpun, tetap saja badannya tak bisa besar. Oleh karena itu, jika dilakukan perbandingan terkait pertumbuhan badan antara koi lokal dan import yang dipelihara pada kolam yang sama, dimulai dengan ukuran dan kualitas pakan yang sama, maka sudah barang tentu, koi import relatip lebih cepat pertumbuhannya.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kita bisa mengetahui mana koi yang berasal dari keturunan Jumbo dan mana yang tidak? Tentu saja yang dapat mengetahui secara pasti hanya Tuhan dan petani yang membudidayakannya. Meski demikian, biasanya Koi yang berpotensi jumbo dapat diamati pada bagian pangkal ekornya yang tampak tebal dengan struktur tulang tertentu.

Terlepas dari manapun keturunan induknya, yang terpenting dalam memelihara koi adalah anda dapat memperoleh koi yang sehat dengan warna-warna indah sebagai penghias kolam.

Jika anda ingin memiliki yang bisa tumbuh besar (Jumbo), maka anda dapat membeli koi import, namun tentu dengan harga yang jauh lebih mahal. Namun demikian yang pasti adalah bahwa kondisi kolam anda harus benar-benar baik agar dapat memaksimalkan pertumbuhan sesuai yang diharapkan.

8 FAKTOR PENGARUH PERTUMBUHAN

Agar ikan Koi cepat besar, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain sebagai berikut :

-> Selanjutnya silakan Login atau Register 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat