Mengenal Proses Pigmentasi Dalam Pembentukan Warna Ikan Koi

Tentang Warna Ikan Koi

Warna ikan koi dapat timbul karena adanya proses pigmentasi pada jaringan epidermis koi. Sebagai pemelihara koi, anda semua tentu berharap agar koi yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik dengan tampilan warna-warna yang tajam/pekat. Banyak yang penasaran ketika melihat warna koi peliharaannya menjadi pudar atau tiba-tiba warnaya hilang.

Memang, kualitas warna koi sangat dipengaruhi oleh faktor genetika (keturunan). Sebagaimana yang pernah disampaikan  oleh Takeo Kuroki bahwa 70% warna Koi ditentukan oleh mutu genetik ikan itu sendiri, 20% oleh kualitas air dan 10% faktor-faktor lainnya (cahaya dan pakan).

Meski demikian, anda tentu perlu menambah pengetahuan tentang bagaimana mempertahankan kualitas warna koi anda agar tetap baik atau bila memungkinkan diupayakan agar kualitas warnanya menjadi maksimal.

Untuk itu, berikut ini informasi terkait dengan proses pembentukan warna pada koi :

Pigmen dan Pigmentasi

Pigmen adalah zat yang memberikan kualitas warna tertentu pada ikan sehingga tampak oleh mata bahwa ikan tersebut memiliki warna. Fungsi utama pigmen pada koi secara alami adalah memberikan warna tertentu sehingga koi dapat tampil lebih indah. Keberadaan sel pigmen adalah pada sisik koi dan ada pula yang terletak pada kulit di bawah  sisik. Pigmen yang terletak pada sisik akan menghasilkan warna yang lebih pekat/tajam, sedangkan yang letaknya di bawah sisik, warna yang dihasilkan akan tampak kurang jelas atau blur.

Koi  memiliki  sel khusus sebagai penghasil pigmen yaitu iridosit dan kromatofora. Iridosit terdiri dari leukofor dan guanofor yang merupakan sel cermin dan hanya memantulkan warna dari luar tubuh yang masuk. Sedangkan Kromatofora merupakan sel pigmen yang mengandung warna dan terdiri dari 5 kategori warna dasar, yaitu :

  • hitam (melanofora),
  • merah (eritrofora),
  • kuning atau oranye (xantofora),
  • sel kemilau atau cermin (iridofora) dan
  • putih (leukofora atau guanofora).

Tingkat konsentrasi sel pigmen ini akan mempengaruhi kualitas warna koi.  Sel melanofora mengandung zat warna melanin yang merupakan sel pigmen yang paling berperan dalam hampir semua warna. Konsentrasi dari melanin ini akan mempergelap atau memperterang warna koi. Jika jumlah sel pigmen penyusun warna pada koi  berubah, maka tingkat kecerahan warna ikan akan berubah pula.

Semakin tinggi intensitas sel pigmen maka membuat warna koi semakin tajam, pekat dan cemerlang.  Sebaliknya apabila kepadatan sel-sel pigmen berkurang, maka warna ikan akan semakin memudar.

Jenis Pigmen

Pigmen yang berperan dalam proses pewarnaan koi dibagi menjadi dua jenis yaitu karoten dan melanin. Karoten akan  berfungsi untuk membentuk warna jingga (oranye), kuning dan merah, sedangkan melanin akan menghasilkan warna coklat sampai hitam pada sisik dan permukaan kulit koi

Pigmentasi pada koi sangat dipengaruhi  oleh sel-sel integumen yang mengandung zat warna (kromatofora). Kromatofora inilah yang sesungguhnya memberi warna pada lapisan dermis.

Pigmentasi terjadi pada kulit sebagai perlindungan terhadap intensitas cahaya yang tinggi, mempertahankan sumber pigmen dan mengeraskan dermis.

Pigmentasi pada tubuh ikan disebabkan oleh adanya skemakhrom yang menyebabkan konfigurasi fisik dan biokhrom yang merupakan pembawa pigmen yang dihasilkan oleh kromatofor.

Biokhrom terdiri dari karotenoid, kromopolid, indigoid, melanin, porpirin, flavin, purun, dan pterin. Karotenoid membawa pigmen kuning dan merah. Kromopolid membawa pigmen kuning hingga cokelat. Indigoid membawa pigmen biru, merah dan hijau. Melanin membawa pigmen hitam dan cokelat. Porpirin membawa pigmen merah, kuning, hijau, biru dan cokelat. Flavin membawa pigmen putih, kuning, merah dan oranye.

warna ikan koi
Kromatofor, jaringan pembentuk warna koi

Pembentukan Warna Koi

Berbagai warna pada koi pada dasarnya dihasilkan oleh sel-sel pigmen (kromatofor) yang terletak pada lapisan dermis. Sel tersebut mempunyai nama sesuai dengan jenis pigmen yang dikandungnya.

Tampilan warna pada Koi merupakan ekspresi dari pergerakan dan penyebaran atau distribusi butir-butir pigmen (kromatofor) yang terdapat didalam lapisan dermis pada kulit atau di bawah dan di luar sisik. Dalam proses pembentukan warna, kromatofor ini dapat menyebar ke seluruh sel ataupun menumpuk pada satu titik.

Jika kromatofor menyebar ke seluruh sel maka tampilan warna akan terlihat dengan jelas tergantung kepada butir
pigmennya, sebaliknya jika kromatofor menumpuk pada satu titik maka tampilan warna yang dihasilkan akan terlihat pudar.

Meningkatkan Intensitas Kromotofora

Peningkatan jumlah kromotofor dapat dilakukan dengan memberikan tambahan pigmen pada pakan untuk memaksimalakan penyerapan warna. Pigmen melanin dapat bekerja maksimal dengan bantuan protein. Pigmen karatenoid dapat bekerja maksimal dengan bantuan lemak untuk meningkatkan warna kuning hingga kemerahan. Karena itu, keseimbangan nutrisi pakan sangat diperlukan untuk merawat corak Koi.

Mekanisme pergerakan butiran sel pigmen warna pada koi dikendalikan oleh hormon-hormon tertentu, dan juga tergantung pada kondisi lingkungan ikan. Koi dapat menghasilkan kualitas warna yang berbeda karena beberapa faktor antara lain yaitu genetika, kualitas air, nutrisi pakan, dan intensitas cahaya matahari.

Sedangkan untuk tampilan atau warna dasar pada ikan, selain pengaruhi oleh faktor genetik, juga tergantung dari kepadatan dan posisi kromatophor di dalam kulit. Semakin padat kromatophor akan membuat warna tampak lebih tajam dan padat. Selain itu, posisi kromatophor juga menentukan kualitas warna ikan. Posisi kromatophor yang hanya berada pada permukaan kulit yangtipis akan membuat warna ikan Koi tidak stabil, seiring bertambahnya usia Koi warna akan mudah berubah.

Demikianlah tentang warna ikan koi , biar singkat semoga bermantaat..

#donibastian

Referensi :  Skripsi  Friza Rahmawanto , Universitas Muhammadiyah Malang- 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat