GilaKoi

The Indonesian Koi Kichi

Cara Merawat Koi Karena Kolam Direnovasi

Saya pernah beberapa kali membongkar kolam besar untuk keperluan renovasi dan memindahkan puluhan ekor koi berbagai ukuran yang ada di dalamnya. Setelah selesai renovasi, tak ada satupun koi yang mati.

Mau tau rahasianya?

Begini caranya. Jika jumlah koi cukup banyak sampai puluhan atau bahkan ratusan ekor, buatlah bak penampungan sementara yang lokasinya tak jauh dari kolam.

Mengapa?

Hal ini sekadar untuk mempercepat proses pemindahan koi dari kolam ke bak penampungan. Mengapa harus dilakukan dengan cepat? Sebab prinsip dalam memindahkan koi harus dilakukan secepat mungkin, untuk menghindari koi menjadi stres. Karena jika harus menunggu waktu apalagi harus dimasukkan ke dalam kantong beroksigen meski untuk sementara, maka dapat mengakibatkan koi stress.

Bagaimana membuat bak penampungan sementara untuk koi yang jumlahnya sampai puluhan ekor?

Mudah saja. Caranya dengan membuat bak penampungan dari plastik terpal. Bikin dulu kerangka dari kayu kaso, untuk membuat bak dengan ukuran luas sesuai dengan jumlah koi yang akan ditampung. Tinggi air di bak penampungan cukup 40-50 cm.

Setelah rangka kayu selesai dibangun, pasang lembaran terpal plastik hingga membentuk sebuah bak. Sebaiknya pakai terpal baru, atau boleh pakai terpal lama, tapi pastikan tidak ada jamur atau kotoran yang menempel.

Terpal agar dipasang dengan rapi dan diikat yang kuat agar lebih kokoh digunakan sebagai bak penampungan.

Setelah bak penampungan dari terpal plastik itu selesai, maka penuhi bak dengan air kolam. Inilah rahasianya. Air yang dipakai dalam bak penampungan harus dari kolam lama. Biar saja, meski warna airnya hijau.

Jangan sekali-kali menggunakan air baru (meski sudah diendapkan semalaman), jika tak ingin semua koi akan bermasalah dengan kesehatannya.

Setelah air penuh, jangan terburu-buru memindahkan koi. Persiapkan dulu filter dan aerator secukupnya. Filter yang digunakan sederhana saja yang sifatnya untuk menyaring kotoran koi agar tak terlalu berlebihan jumlahnya.

Sebaiknya bikin 2 bak penampungan, Tujuannya untuk mengumpulkan koi dengan ukuran yang sama dalam satu bak.

Kenapa koi harus dikumpulkan dengan yang seukuran?

Sebab luas bak penampungan tentu akan lebih kecil daripada kolam sebelumnya, sehingga tentu membuat koi merasa perlu menyesuaikan dengan kondisi barunya. Biasanya jika koi dicampur antara yang ukuran besar dan yang kecil, maka koi yang kecil seringkali lompat-lompat, sehingga akan mengganggu koi lainnya. Jika koi seukuran dikumpulkan maka akan mengurangi resiko koi yang lompat-lompat.

Kurangi air kolam hingga tinggi air di bawah lutut, agar mudah menangkap koi. Pindahkan semua koi yang ada dengan segera ke bak penampungan yang telah siap tersedia. Karena lokasi bak penampungan dekat dengan kolam, maka tak butuh waktu lama untuk memindahkan semua koi yang ada.

Setelah semua koi dipindahkan ke bak penampungan, jangan lupa memasang penutup berupa jaring diatas bak penampungan, untuk melindungi koi agar tak loncat keluar.

Tak perlu di berikan obat-obatan atau pakan apapun, selama dalam masa penampungan. Koi dipuasakan dengan tujuan agar tak mengeluarkan kotoran yang dapat meracuni koi sendiri.

Jika filter yang ada dirasa tidak cukup memadai, ganti air setiap hari dengan air baru, maks, 20 % saja. Lakukan penggantian air setiap hari selama 3 hari berturut-turut, untuk menjaga agar kadar ammonia serendah mungkin.

Jika proses renovasi kolam memakan waktu sampai sebulan atau lebih, maka siapkan alat ukur atau test kit untuk memantau kualitas air, agar kondisi air tetap stabil. Jika ada tanda2 perubahan kualitas air yang cukup significan, misal kadar ammonia atau nitrit/nitrat meningkat tajam, segera ganti air maks, 10 % saja.

Dengan demikian, niscaya seluruh koi akan selamat dan tetap dalam keadaan sehat hingga kembali dipindahkan ke kolam.

#donibastian

Telah dibaca 49 kali, hari ini 2 kali
Updated: 06/12/2017 — 07:23

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GilaKoi © 2015 - Indonesian Koi Kichi