Diagram Bak Karantina Koi

Diagram bak Karantina :

 

bak karantina

Keterangan diagram 1 :

Air didalam Tanki karantina adalah bersumber dari air kolam, yang dialirkan dengan extra pompa. Didalam tangki karantina dibuat sedemikian rupa agar apabila air telah penuh, maka dengan sendirinya luapan air dapat kembali ke kolam (bersirkulasi).

Langkah2 karantina koi :
– Sebelum koi masuk ke tanki, penuhi terlebih dahulu tangki karantina dengan air kolam.
– Setelah air penuh, matikan extra pompa. Dengan demikian air tdak bersirkulasi ke kolam. Nyalakan seluruh instrument yang telah terpasang didalam tanki karantina, terutama supply oksigen harus cukup memadai. Perlu diketahui, dengan suhu air 30-32 celcius, maka oksigen yang larut dalam air akan cepat berkurang, sehingga perlu pasokan oksigen yang cukup dan kontinue.
– Setelah seluruh instrument tsb bekerja dengan baik, segera masukkan koi ke dalam tangki karantina. Jangan menunggu sampai suhu air meningkat !

– Selama masa karantina, koi jangan diberi pakan.
– Bila koi sehat, maka air dalam tanki akan tetap jernih, meski dalam beberapa hari. Bila air dalam tanki keruh dan berbusa, bisa dipastikan bahwa koi dalam keadaan sakit dan perlu diberikan obat dengan dosis yang tepat.
– Penggantian air bisa dilakukan setiap 2 hari sekali. Cara mengganti air adalah dengan menyalakan extra pump, maka air kolam akan masuk ke tangki dan keluar kembali ke kolam (bersirkulasi).
Bila dirasa cukup (lebih kurang 10-15 menit ), segera matikan kembali extra pump. Jangan terlalu lama menyalakan extra pump, sebab air dalam tanki akan dapat berubah drastis.
– Bila koi sudah dalam kondisi terbaiknya, maka sebelum koi dipindahkan ke kolam, nyalakan extra pompa, sehingga air kolam bersirkulasi ke dalam tangki karantina. Maksudnya adalah agar koi terbiasa dengan kondisi dan kualitas air kolam selama beberapa hari.
Cobalah memberi pakan sedikit saja untuk mengetahui nafsu makan koi. Bila nafsu makan koi sudah terlihat normal, maka koi sudah siap dipindahkan ke kolam.
– Bila koi belum mau makan, maka jangan terburu-buru dipindah kekolam. Tunggu pada saatnya koi sudah mau makan walaupun sedikit, maka koi sudah bisa dipindahkan ke kolam.

bak karantina

Keterangan Diagram 2 :

Diagram diatas menunjukkan beberapa instrument yang diperlukan didalam tangki karantina sbb :

Read More

1. Submersible pump.
Adalah pompa dalam air, yang kapasitasnya disesuaikan dengan volume tangki. Kapasitas pompa secukupnya, jangan terlalu besar, karena dapat menguras energi koi dalam berenang. Koi yang sedang dikarantina perlu ditenangkan agar kondisinya kembali normal. Pasang selang udara agar air yang keluar dari sub pump tsb bercampur dengan oksigen (aerasi). Pada saringan dibalut dengan kapas/dacron, sekedar filter yang menyaring kotoran kasar. Mengapa tidak perlu filter lainnya, sebab tanki telah dikondisikan tidak akan ada banyak kotoran sebab koi tidak diberi pakan.
2. Aerator/Blower
Pada sub Pump diatas memang telah berfungsi juga sebagai aerator, tetapi perlu cadangan. Bila selang udara tersumbat atau sub pump mati, maka supply oksigen tetap berjalan dengan menggunakan aerator/blower.
3. Water Heater (pemanas air)
Untuk menjaga suhu air konstan maka set heater pada suhu 30-32 Celcius. Daya disesuaikan dengan volume air dalam tanki.
4. Lobang Surface skimmer.
Selain berfungsi sebagai skimmer, juga sebagai saluran sirkulasi air. Dengan demikian luapan air secara kontinue akan mengalir kembali ke kolam.
5. Jangan lupa menutup rapat2 tangki karantina dengan bahan yang kuat tetapi lunak, untuk menjaga agar koi tidak melompat keluar. Pada hari pertama karantina, koi akan melompat-lompat karena stress. Bila koi melompat akan menabrak penutup. Oleh karena itu agar tidak merusak sisik, maka pakailah penutup dari bahan yang lunak/lembut misalnya styrofoam atau kertas karton, yang ditindih pemberat/kaca/tripleks.

PERHATIAN

Jika ada koi baru yang dikarantina, maka bak karantina terpisah dengan kolam koi. Maksudnya adalah untuk mengetahui apakah koi dalam keadaan sehat atau sedang sakit. Oleh sebab itu, air didalam bak karantina tidak dihubungkan dengan air kolam untuk menghindari penularan penyakit.

Setelah dikarantina selama 2 minggu, dan koi dipastikan sehat, maka alirkan air kolam ke dalam bak karantina, agar koi di dalam bak karantina, dapat menyesuaikan dengan air kolam.

Demikianlah seluruh rangkaian informasi perihal karantina koi, ini semua semata-mata berdasarkan pengalaman penulis dalam merawat koi baru. Semoga bermanfaat.

Salam

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.