GilaKoi

The Indonesian Koi Kichi

Memilih Jaring Untuk Menangkap Koi

Jangan disepelekan, jaring yang digunakan dapat membahayakan koi anda antara lain, sisik atau sirip koi bisa terkelupas atau patah bila tersangkut jaring, bahkan tulang koi bisa bengkok karena salah menggunakan jaring.

jaring1

Berikut ini tips memilih jaring yang baik :

a. Gunakan jaring yang bertangkai, panjang tangkai tidak terlalu pendek tetapi juga tidak terlalu panjang, agar tidak merepotkan. (Lihat gambar 1)

b. Pakailah jenis tangkai jaring dari bahan yang ringan tetapi kuat (kayu atau aluiminium)

c. Jaring berbentuk bundar (diameter +/- 1,5 s/d 2 kali panjang koi)

d. Warna kain jaring usahakan gelap (lebih baik hitam) untuk kamuflase sehingga koi tidak ketakutan. (Lihat Gambar 2)

Jangan gunakan jaring seperti ini. Mata jaring yang besar dan berbahan kasar dapat berusak sisik koi, atau dapat menyebabkan sirip koi patah

e. Jaring dari bahan kain (katun) yang halus dan lubang yang tidak terlalu lebar, agar tidak merusak sisik koi. Jangan menggunakan jaring kasar (lobang besar) yang biasa dipakai untuk memancing ikan.

f. Jangan sekali-sekali menggunakan jaring yang diameternya lebih pendek dari panjang koi, tulang koi bisa patah (bengkok) atau dapat merusak sirip ekor atau sisik

jaring sock

sock net

g. Setelah koi tertangkap dengan jaring, untuk mengangkat /menaikkan/memindahkan (khususnya koi jumbo/besar) pakailah jaring yang dikenal dengan koi sock atau net sock , yaitu jaring yang khusus dipakai untuk mengangkat koi. Bentuknya bulat panjang, diameter sekitar 30 cm (disesuaikan bulatan tubuh koi) dengan panjang jaring sekitar 1 meter. Bagian bawah jaring tersebut tidak dijahit (diselongsongkan ke badan koi). (Lihat gambar 3)

Untuk membaca selanjutnya, silakan Login terlebih dahulu, atau klik Register

Updated: 30/09/2017 — 01:20

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GilaKoi © 2015 - Indonesian Koi Kichi