JOIN NOW

Acriflavine

jamur koi

Acriflavine Obat Infeksi Jamur Koi

Acriflavine cocok untuk pengobatan jamur koi antara lain :
  • Oodinium,

  • Pembusukan insang,

  • Jamur pada telur,

  • Saprolegnia,

  • Infeksi kulit,

  • Mulut ikan berjamur.
Mengatasi Masalah Jamur pada Ikan, Oodinium dan Pembusukan Insang

Acrifla vine adalah antiseptik yang mampu menghambat sekaligus membunuh pertumbuhan mikroorganisme dan bakteri yang merugikan ikan. Juga ampuh untuk mengatasi masalah pembusukan insang dan mengatasi masalah jamur pada telur ikan serta Oodinium. Oodinium adalah parasit jamur koi yang sering menyerang ikan yang berada dalam kondisi stres. Oodinium dapat menjangkiti ikan air tawar ataupun ikan air laut. Sirip adalah bagian dari tubuh ikan yang diserang Oodinium.

Selanjutnya tubuh ikan terlihat seperti dibalut tepung, inilah yang disebut Velvet. Tahap berikutnya, sisik ikan terkelupas dan pada mata ikan terdapat selaput kabur. Hingga akhirnya menyerang seluruh bagian tubuh.

Acrifla vine juga efektif menyembuhkan penyakit ikan mulut berjamur serta menangani saprolegnia yang hidup menempel pada tubuh ikan atau hewan air lainnya.​

Perlu diperhatikan poin-poin berikut pada penggunaan Acriflavine :

  • Dianjurkan bahwa pengobatan dengan Acriflavine dilakukan di tangki atau akuarium terpisah. Sebab ketika dimasukkan, Acriflavine dapat menodai tanaman atau dekorasi dalam tangki.

Sumber artikel : isw.co.id

Tambahan Info :

Penyebab Piscinoodinium sp. (syn :Oodinium sp)

Karakteristik patogen

Merupakan ekto-parasit berbetuk bulat. Fase parasitik berbentuk seperti buah pir, diselaputi membran dan apendik menyerupai rizoid sebagai alat penempel pada ikan. Lamanya fase ini tergantung pada suhu air, pada suhu 25 0C selama kurang lebih akan mencapai dewasa. Infeksi yang berat dapat mematikan hingga 100% dalam tempo beberapa hari. Organ yang mejadi target infeksi meliputi kulit, sirip dan insang. Setelah dewasa , parasit melepaskan diri dari inang, gymnospore. Gymnospore adalah stadia infektif yang berenang seperti dalam tempo 15 – 24 jam tidak menentukan inang, stadia tersebut akan mati.

Gejala Klinis

Ikan terlihat gelisah, tutup insnag mengembang, sirip-sirip terlipat, dan cepat kurus. Populasi parasit di kulit mengakibatkan warna keemasan, berkarat atau putih kecoklatan (dekil) sehingga sering disebut “velvet disease”. Ikan sering melakukan gerakan mendadak, cepat dan tak seimbang “flashing” dan akan terlihat jelas pada saat pagi atau sore hari. Mengosokkan tubuhnya di benda keras yang ada disekitarnya, dan warna tubuh pucat.

Diagnosa

Pengamatan secara visual terhadap adanya parasit pada kulit, sirip dan insang ikan.

Pengendalian

Mempertahankan suhu agar selalu > 29 0C Pemindahan populasi ikan yang terinfeksi parasit ke air yang bebas parasit sebanyak 2-3 kali dengan interval 2-3 hari.

Pengobatan

Pemberantasan parasit ini antara lain dapat dilakukan melalui perendaman dengan:

Air garam

Dosis 1-10 gr/liter, (tergantung spesies dan ukuran ikan)selama beberapa jam, dipindahkan ke air yang bebas parasit dan diulang setiap 2-3 hari.

Hydrogen peroxide (H202)

Pada dosis 150 mg/liter selama 30 menit, dipindahkan ke air yang bebas parasit dan diulang setiap 2 hari.

Larutan kupri sulfat (CuSo4)

Pada dosis 0,5 – 1,0 mg/liter selama 5-7 hari dengan aerasi yang kuat, dan air harus diganti setiap hari.

Baca juga yang ini..

Penggunaan Minyak Cengkeh sebagai Obat Bius Koi

Pada suatu kondisi, Koi perlu dilakukan proses anestesi (pembiusan) yang mana tujuannya agar koi tak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.