Cara Pengobatan Koi Dengan PK (Kalium Permanganat)

Pernahkah  anda mendengar istilah ‘PK’  yang seringkali digunakan sebagai antiseptik di dunia perikanan?. Mungkin ada sedikit salah kaprah perihal istilah PK ini yang mana seharusnya disebut ‘KP’ yaitu singkatan dari Kalium Permanganat. Entah bagaimana asal-usulnya sehingga disebut ‘PK’, tapi yang jelas, PK dapat digunakan untuk pengobatan pada koi anda.

PK
PK berbentuk bubuk kristal berwarna ungu tua

Di Eropa atau Amerika dan di negara lainnya, Kalium Permanganat (PK) juga populer dikenal dengan Potassium Permanganate (PP), yang mana rumus kimianya adalah KMNO4. Senyawa kimia ini merupakan garam yang mengandung ion K+ dan MnO−4, berfungsi sebagai agen pengoksidasi (oksidator) yang kuat.

Bentuk fisik PK adalah berupa serbuk kristal dan jika terlarut dalam air akan menghasilkan larutan berwarna ungu tua. Penguapan larutan ini meninggalkan kristal prismatik berwarna ungu kehitaman.

Larutan PK  dapat digunakan untuk merawat kolam dan mengobati koi anda. PK seringkali digunakan oleh para pehobi untuk mengobati koi yang terserang berbagai jenis parasit dan infeksi bakteri. Ada pula yang digunakan hanya sebatas sebagai pencegahan agar penyakit tak menyerang koi.

Penting untuk dicatat bahwa larutan PK dapat beracun atau membunuh bagi organisme air jika tidak digunakan dengan benar. Jika anda menggunakan PK untuk merawat kolam anda, maka terlebih dahulu, putuskan aliran air yang menuju ke dalam ruang filter, sebab PK dapat merusak kehidupan bakteri  bermanfaat  yang ada di dalam ruang filter kolam anda.

Khasiat PK sebagai Obat

Dari berbagai pengalaman dalam pengobatan koi, menunjukkan bahwa PK dapat membunuh Saprolegnia, Costia, Chilodinella, Ich, Trichodina, Gyrodactylus dan Dactylogyrus, Argulus, Piscicola, Lernea, Columnaris dan bakteri lainnya seperti Edwardsiella, Aeromonas, Pseudomonas, plus Algae dan Ambiphrya.

Namun demikian, penggunaan PK khususnya untuk membunuh Argulus, Lernea and Piscicola hanya efektif digunakan dengan metode perendaman dengan dosis : 10-25 ppm selama 90 menit. Begitu pula untuk Costia dan Chilodinella.

Beberapa khasiat lain dari PK adalah sebagai disinfektan luka, dapat mengurangi aeromanoas (hingga 99%) dan bakteri gram negatif lainnya, juga dapat membunuh Saprolegnia yang umum dijumpai sebagai infeksi sekunder pada Ulcer.

Indikasi :

PK dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit koi antara lain : Body Ulcers (luka atau borok pada kulit koi), Body Fungus (serangan jamur), Fin or Mouth Rot (pembusukan pada sirip dan mulut koi).

PK
PK yang dicampur air dengan dosis tertentu, dapat efektif mengobati penyakit koi. Hati-hati dengan obat ini, jangan sampai terciprat ke mata anda.

Penggunaan PK di dalam Kolam Koi.

Jika suatu ketika anda melihat koi-koi anda terserang penyakit kulit secara masal misalnya, maka anda dapat merawat kolam dengan menggunakan larutan PK. Perlakuan seperti ini dimaksudkan untuk membunuh parasit dan bakteri yang menyerang semua koi di dalam kolam. PK mengoksidasi bahan organik, termasuk pada permukaan bakteri  dan parasit yang menyebabkannya.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membebaskan (by pass) sistem filter biologi yang ada pada kolam anda. Mengapa demikian? Sebab larutan PK dapat membunuh bakteri yang ada di dalam ruang filter.

Setelah itu, tambahkan aerasi (gelembung udara) di dalam kolam, untuk menambah pasokan oksigen yang diperlukan. Bila perlu, tambahkan extra pump untuk meningkatkan gerakan air. Jika kolam anda cukup luas dan dalam, maka anda dapat mengurangi volume air kolam secukupnya, untuk menghemat penggunaan obat.

Selanjutnya, tuangkan kristal PK ke dalam sebuah wadah atau ember yang berisi air sesuai dosis yang tepat. Kemudian aduk beberapa menit hingga PK terlarut seluruhnya. Setelah itu, tebarkan larutan PK di dalam ember tersebut ke seluruh penjuru kolam secara merata. Kondisi air kolam anda tentu akan berubah menjadi berwarna ungu karena telah tercampur dengan larutan PK. Tak perlu khawatir, memang begitulah kondisinya.

Biarkan kolam anda selama 6-8 jam, namun sesekali anda perlu mengamati koi-koi anda. Jika larutan PK yang dimasukkan ke dalam kolam terlalu pekat (over dosis) maka koi anda akan memberikan reaksi antara lain dengan meloncat-loncat. Jika menemukan kondisi ini, segera tambahkan air kolam agar  kepekatan larutan berkurang. Setelah beberapa jam terendam larutan PK, warna air kolam secara berangsur berubah menjadi kecoklatan.

Setelah masa perawatan selama 6-8 jam berakhir, maka yang perlu anda lakukan adalah dengan menaburkan Hidrogen Peroksida (H2O2) untuk menetralisir PK yang terlarut di dalam air kolam. Atau cara lainnya yang bisa dlakukan adalah dengan mengurangi sebagian air kolam dan memasukkan air baru secara bertahap.

Catatan Penting : Terkait dengan penggantian air kolam, jangan pernah anda menguras seluruh air kolam dan menggantinya dengan air baru. Sebab hal ini dapat membahayakan koi anda, karena kondisi air baru tentu sangat berbeda dengan air yang sudah lama di kolam anda. Perubahan kondisi air kolam yang ekstrim, dapat mengakibatkan kematian masal pada koi anda.

Jika misalnya anda memutuskan untuk mengakhiri perawatan, maka tambahkan Hidrogen Peroksida 30% dengan dosis  20 ml per 1.000 liter air kolam. Air akan kembali bersih dalam waktu sekitar 10 sampai 30 menit.

Biasanya, setelah melakukan perawatan kolam dengan menggunakan larutan PK sesuai langkah diatas, maka kondisi koi anda menjadi lebih baik. Namun demikian, jika selama 2-3 hari kemudian, tak menunjukkan perubahan, maka anda dapat mengulangi lagi hal yang sama.

Air kolam yang sedang di rawat dengan PK berwarna merah muda keunguan

Dosis :

3g Kalium Permanganat (PK)  per 1.000 L air.

20 ml Hidrogen Peroksida per 1.000 L air.

Kalium Dip

Kalium dip digunakan untuk membunuh semua parasit dan bakteri yang mungkin ada pada koi, yaitu dilakukan dengan cara merendam koi pada larutan PK yang pekat namun berlangsung dalam waktu yang singkat. Metode ini digunakan untuk mengobati beberapa koi saja yang terserang penyakit, tanpa menganggu koi lainnya di dalam kolam.

Untuk melakukan metode ini , anda perlu melakukan hal berikut :

  • Maksimal 5 menit per koi.
  • Siapkan wadah pertama berupa wadah plastik (ember) untuk menampung larutan PK. Wadah harus cukup dalam sehingga air dapat menutupi seluruh tubuh ikan.
  • Siapkan wadah kedua berupa wadah plastik untuk air bersih. Wadah harus cukup dalam sehingga air dapat  menutupi seluruh tubuh ikan.
  • Dosis : 1 ppm atau 1 g Kalium Permanganat (PK) per 10 L air
  • Hati-hati, jangan menonton dalam jarak yang terlalu dekat. Percikan air dapat melukai mata anda.
  • Pakailah sarung tangan karet untuk melindungi iritasi pada kulit.
  • Tambahkan airstone (aerasi) pada wadah untuk menambah pasukan oksigen.
  • Koi yang lebih kecil membutuhkan waktu perendaman lebih singkat. Koi yang lebih besar dapat dibiarkan hingga 8 menit.
  • Jika koi mulai menjadi stres dan melompat, lepaskan segera dari wadah pertama dan letakkan di wadah kedua.
  • Setelah koi direndam beberapa saat di dalam wadah pertama, kemudian pindahkan ke wadah kedua. Ketika koi berada di dalam wadah kedua, bersihkan semua larutan PK yang menempel pada tubuh koi dengan cara menggosok-gosok badan koi dengan tangan anda. Pastikan seluruh larutan terlepas dari permukaan kulit koi sebelum memasukan kembali koi ke dalam kolam.
  • Larutan PK dapat mengotori pakaian dan sulit untuk menghilangkan noda akibat terkena larutan PK tersebut. Oleh sebab itu, pakailah baju lama anda.
Kalium Dip (perendaman) hendaknya dilakukan dalam waktu yang singkat dan dengan dosis yang tepat.

Tindakan Pertolongan Pertama.

  • Jika sampai terhirup, maka berikan udara segar atau pernapasan buatan dan segera berkonsultasi  dengan dokter
  • Setelah kontak dengan kulit, segera cuci dengan air selama sekitar 15-20 menit.
  • Jika sampai tertelan, jangan memaksakan muntah, tapi minumlah banyak air dan segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Jika terkena mata, siram mata anda dengan banyak air setidaknya selama 15 menit dengan kelopak mata terbuka lebar dan segera hubungi dokter mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat