Corona Virus (COVID-19) VS Koi Herpes Virus (KHV)

virus koi

Di tengah wabah penyakit akibat serangan virus corona di seluruh penjuru dunia sekarang ini, mengingatkan saya pada Koi Herpes Virus (KHV)

Jika Corona Virus dengan varian terbaru COVID-19 telah menyerang ratusan ribu manusia dan menimbulkan ribuan korban meninggal dunia, maka serangan vitus KHV juga tak kalah mengerikan.

Ketika pertamakali menyerang ikan Koi di Israel pada akhir 1996,  KHV sangat cepat menyebar ke berbagai negara antara lain Amerika Serikat dan beberapa Negara Eropa diantaranya Inggris, Denmark, Belanda. Kemudian KHV menyerang ikan mas konsumsi dan koi  pada tahun 2002 di Indonesia, setelah itu pada awal tahun 2003 di Taiwan dan terakhir di Jepang akhir tahun 2003.

Kisah selengkapnya tentang Virus KHV bisa dibaca pada artikel ini :

Koi Herpes Virus (KHV), Pembunuh Koi No. 1

Wabah KHV yang menyerang ikan koi adalah sebuah tragedi paling mengerikan sepanjang sejarah perkoian . Betapa tidak, ratusan ribu bahkan jutaan ekor ikan koi diseluruh dunia mati masal dalam tempo yang sangat singkat akibat keganasan virus KHV ini.

Jika sekarang semua manusia melakukan gerakan ‘stay at home‘ dan ‘work at home‘ untuk menghindari jatuhnya lebih banyak korban akibat tertular COVID-19, namun yang dilakukan oleh para peternak koi di Jepang kala itu adalah pemusnahan massal terhadap semua koi milik mereka yang terdeteksi telah tertular virus KHV. Suatu hal yang sangat terpaksa dilakukan demi untuk memutus rantai penularan virus  KHV pada waktu itu.

Kondisi yang sangat memilukan saat melihat koi yang mati satu persatu secara masal setiap hari. Saking ganasnya serangan penyakit KHV, bahkan mengakibatkan kematian ribuan koi dalam satu kolam hanya dalam tempo sepekan saja dan bahkan tak menyisakan seekor koipun yang sanggup bertahan hidup.

Kondisi mencekam yang dialami oleh semua orang saat ini yang khawatir akan tertular COVID-19, dulu juga di alami oleh para pemilik koi baik itu dari segmen pehobi, penjual koi (koi dealer) dagang dan yang paling parah adalah para pembudidayakoi (koi breeder). Semua pemilik koi merasakan kegelisahaan dan kesedihan yang sangat mendalam saat mengetahui seluruh koi milik mereka sedang meregang nyawa.

DAMPAK SERANGAN VIRUS

Wabah COVID-19 mengakibatkan tertundanya semua acara yang melibatkan banyak orang (umum) seperti acara hiburan,  konser-konser musik, baik acara formal maupun informal bahkan ritual ibadahpun terpaksa tidak boleh dilaksanakan untuk sementara waktu demi mencegah semakin banyak orang yang tertular.

Demikian juga yang terjadi ketika terjadi wabah KHV pada awal tahun 2000 hingga 2003. Semua acara koi show (kontes koi) diberbagai negara ditunda pelaksanaannya termasuk di Indonesia juga acara paling bergengsi    ZNA All Japan Nishikigoi Show 2003 terpaksa ditunda akibat wabah KHV.

Berbagai acara Koi Show baru dilaksanakan lagi pada tahun 2005, namun tidak seperti biasanya semua koi dalam kategori yang sama di tempatkan pada bak-bak plastik (Vat). Karena masih ada kekhawatiran penularan KHV maka masing-masing koi peserta kontes wajib dimasukkan ke dalam kantong-kantong beroksigen selama acara kontes berlangsung.

PASCA PANDEMI VIRUS

Sebagaimana diketahui bahwa penyakit akibat serangan virus tidak ada obatnya. Demikian juga dengan Virus KHV yang sampai saat ini belum diketemukan obatnya. Pertanyaannya adalah bagaimana koi bisa sembuh dan tak lagi tertular virus KHV?

Semua makhluk hidup pasti punya kemampuan untuk mempertahankan kehidupannya dari serangan penyakit. Hal ini dikenal dengan istilah imunitas atau sistem imun. Demikian juga dengan ikan Koi.

Mekanisme sistem imun di dalam tubuh koi diawali ketika ada mikroorganisme dan atau zat-zat asing yang menyerang tubuh atau yang disebut sebagai antigen alias bibit penyakit. Saat antigen terdeteksi, serangkaian respon imun akan terjadi untuk melindungi tubuh dari infeksi.

Pada proses tersebut, beberapa macam sel bekerja sama untuk mengenali antigen dan memberikan respon. Sel-sel ini kemudian merangsang dihasilkannya antibodi. Begitu dihasilkan, antibodi akan berada dalam tubuh koi selama beberapa waktu, sehingga apabila antigen atau bibit penyakit kembali, antibodi sudah tersedia untuk melakukan misinya.

Sebagai tambahan informasi bahwa sel dalam tubuh makhluk hidup memilki kemampuan untuk mengenali atau merekam jenis antigen apa saja yang pernah menyerang (cell memory). Jadi, jika suatu ketika terdapat bakteri atau virus yang masuk, maka secara alami tubuh akan menghasilkan antibodi guna menangkal serangan bakteri atau virus tersebut.

Nah, inilah yang saat ini yang terjadi di dalam tubuh semua koi. Ketika sudah tersedia antibodi yang cukup maka koi akan terlindungi dari serangan virus KHV. Dengan demikian, sesungguhnya virus KHV masih tetap ada hingga detik ini dan bahkan bersemayam di dalam tubuh koi.

Mengapa koi tetap bertahan hidup meskipun di dalam tubuhnya terdapat virus KHV sebab sistem kekebalan tubuhnya telah terbangun dengan baik untuk menangkal serangan virus KHV tersebut. Namun demikian ketika kondisi koi menurun, biasanya terjadi ketika koi mengalami stres maka pertahanan tubuhnya akan melemah dan mudah terinfeksi virus KHV. Oleh sebab itu satu-satunya cara yang terbaik agar koi anda terbebas dari penyakit akibat infeksi virus adalah dengan menjaga agar kondisi koi tetap nyaman dan tidak stres.

Terkait dengan kasus COVID-19, maka suatu ketika nanti pada tubuh semua orang telah memiliki sistem imun yang baik sehingga mengatasi serangan virus Corona COVID-19. Sebagaimana yang telah terjadi pada kasus penyakit flu yang diakibatkan oleh infeksi virus influenza.

Pada awalnya memang banyak yang menjadi korban akibat keganasan virus influenza, namun seiring dengan berjalannya waktu, semua orang sudah sangat terbiasa dengan penyakit flu.  Sel di tubuh manusia telah mampu mengenali virus  influenza dan memilki antibodi yang cukup sehingga meskipun terkena serangan flu, maka dalam beberapa hari akan dapat sembuh dengan sendirinya meskipun tanpa diberi obat apapun.

Akhir kata, semoga wabah COVID-19 di Indonesia segera dapat diatasi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh manusia dalam waktu yang tak terlalu lama agar tak menimbulkan lebih banyak korban. Amin.

#donibastian

One comment

  1. Klo boleh meluruskan duluan jepang kasus khv dari pada indonesia..jepang 2000-2001 tidak mengadakan kontes karena khv..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat