Penyakit Ikan Koi , Gejala dan Perawatan Koi Sakit

gejala koi sakit

GEJALA KOI SAKIT

Penyakit ikan koi setiap saat dapat menyerang koi kesayangan anda. Semua makhluk hidup, koi tentu bisa saja terserang penyakit. Koi yang menderita penyakit, akan menunjukkan gejala perilaku tertentu. Selain itu,gejala koi sakit ditunjukkan pada bagian tertentu pada organ koi akan berubah warna atau bentuknya, sehingga dapat diketahui apa penyakitnya.

Tidak semua pemelihara koi menyadari bahwa koinya sedang sakit. Bila dilihat sepintas, maka gerakannya normal-normal saja. Tapi bila diamati lebih seksama, apalagi dengan melihat perubahan warna atau bagian tubuhnya dari dekat, maka akan tampak sekali bahwa koi sedang menderita suatu penyakit.

Bila anda tidak mengetahui atau tidak mengamati lebih teliti bahwa telah terjadi gejala dan tanda tersebut, maka anda bisa saja terlambat dan hanya menemukan koi kesayangan anda sudah mati.

Oleh sebab itu, rajin-rajinlah mengamati perilaku koi anda terutama ketika anda memberi mereka pakan.

Penyakit ikan koi tentu menimbulkan tanda-tanda atau gejala. Informasi berikut ini adalah gejala koi sakit dan tanda-tandanya sebagai tambahan wawasan agar anda dapat melakukan sesuatu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat anda menemukan beberapa gejala yang timbul pada koi anda yang sedang berada dalam kondisi tidak sehat.

1. Gerakan tubuh (perilaku)

Salah satu yang bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit ikan koi, apakah koi anda sedang sakit adalah melalui gerakan tubuh atau perilaku koi. Koi yang sedang sakit ditandai dengan :

  • Melompat tiba-tiba
  • Berenang dengan cepat dan tak tentu arah
  • Menggesek-gesekkan badannya ke dinding atau dasar kolam
  • Mengibaskan siripnya
  • Megap-megap dipermukaan air
  • Berenang keatas (gerakan vertical)
  • Tidak mau makan atau nafsu makan berkurang
  • Berdiam diri. Badannya lemah , lesu atau tampak malas bergerak
  • Menyendiri atau tidak mau bergabung dengan kelompoknya
  • Bergerombol disekitar pancuran air 
  • Diam di dasar kolam
  • Nafasnya tidak teratur, bisa dilihat dari gerakan penutup insang
  • Berenang miring (disisi badan)
  • Mudah terkejut atau seperti penakut

2. Bagian Tubuh

Selain adanya perilaku yang tidak seperti biasanya, sebagaimana telah dipaparkan diatas, hal lain yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah koi sedang sakit adalah dengan mengamati beberapa bagian tubuhnya antara lain :

  • Ada bagian tertentu dari tubuh koi rusak
  • Sebagian atau bahkan seluruh badan koi tampak bengkak
  • Bagian perut membesar (bengkak)
  • Penutup insang terangkat (membuka)

3. Kondisi permukaan badan

Hal lainnya adalah terjadi perubahan pada permukaan badan koi antara lain :

  • Terdapat bercak-bercak di permukaan tubuh
  • Badan koi terasa kesat, karena mengeluarkan cairan berlebihan
  • Jika dipegang kulitnya terasa kasar
  • Sekujur tubuh terbungkus lendir
  • Kulit mengalami radang atau iritasi
  • Tubuhnya terbungkus selaput putih
  • Kulitnya berdarah
  • Bintik-bintik merah pada kulit
  • Kulit tampak seperti hangus terbakar
  • Ada semacam serat seperti kapas pada bagian tertentu
  • Kulitnya ditempeli kotoran
  • Kulit bengkak
  • Terdapat benjolan
  • Sisiknya berdiri, terlepas atau rusak
  • Terdapat luka borok pada kulit

4. Pada bagian Sirip

Terjadi perubahan pada sirip antara lain :

  • Radang atau iritasi
  • Sirip terbungkus parasit
  • Sirip sobek
  • Sirip membusuk

5. Pada daerah kepala

Terdapat kelainan di bagian kepala, mulut, mata dan anus yaitu :

  • Bagian kepala tampak memutih
  • Sekitar mulut memerah
  • Daerah mulut rusak atau membusuk
  • Mata masuk kedalam (cekung atau celong)
  • Mata menonjol (melotot atau belo)
  • Bagian anus berdarah

6. Bagian Insang

Yang terakhir bisa diamati adalah bagian insang, yaitu :

  • Terdapat lender berlebihan
  • Warna insang pucat atau memutih
  • Warna insang merah tua kehitaman
  • Filamen insang rusak
  • Insang membusuk

Demikianlah yang bisa saya sampaikan tentang gejala dan tanda-tanda yang timbul bila koi anda sedang menderita penyakit tertentu. 

PENYEBAB KOI SAKIT

penyakit ikan koi  

Pernahkah anda mengalami sebuah kondisi dimana beberapa koi anda tampak terserang berbagai penyakit, padahal sebelumnya sehat-sehat saja? Mengapa penyakit ikan koi mudah menyerang?

Koi sebagai makhluk hidup, bisa saja terserang penyakit. Sebagai pecinta koi, anda tentu akan berusaha untuk menyembuhkannya agar segera kembali sehat seperti sedia kala.

Ketika melihat ada Koi yang terserang penyakit, biasanya anda akan memindahkan ke bak atau tangki karantina dan merawatnya. Selanjutnya adalah mengkondisikan koi yang sedang sakit dengan perawatan yang baik dengan memberi obat-obatan yang tepat sesuai dengan jenis penyakitnya.

Itu semua adalah hal yang wajar saja dilakukan oleh setiap pemelihara koi. Namun tak banyak yang menyadari, bahwa yang perlu dirawat bukan hanya koi yang sedang sakit, tapi justru yang lebih penting adalah air kolam.

Air Kolam?

Ya, air kolam yang telah menurun kualitasnya dapat berdampak buruk terhadap kesehatan koi anda.

Oleh sebab itu, jika ada seekor koi yang menunjukkan gejala terserang penyakit, maka sudah dapat dipastikan bahwa kualitas air kolam anda harus segera diperbaiki. Jika kualitas air kolam anda tidak terjaga dengan baik, maka tak heran jika penyakit ikan koi akan mudah menyerang.

SUMBER PENYAKIT

 

Penyakit Koi

DARIMANA DATANGNYA PENYAKIT 

Apakah penyakit ikan koi yang menyerang, ada yang membawa misalnya serangga, burung atau hewan lainnya? Apakah karena kolam yang kotor, sehingga mendatangkan berbagai penyakit yang menyerang koi? Ataukah penyakit koi datang dari tanaman yang ada disekitar kolam? Atau darimana menurut anda?

Sekadar memberi gambaran, seandainya saja ada sebuah kolam yang airnya benar-benar hygienis dan terbebas dari segala macam bibit penyakit, lalu dimasukkan ikan koi ke dalamnya, menurut anda, apakah ikan koi akan tetap sehat berada di kolam tersebut? Tidak.

Sebersih apapun sebuah kolam koi dengan sistem filter secanggih apapun dan dinyatakan terbebas dari segala macam bibit penyakit, namun jika kolam tersebut digunakan untuk memelihara koi, maka bisa saja koi akan terserang suatu penyakit.

Jadi, sesungguhnya darimana datangnya penyakit? Lalu, mengapa koi dapat terserang suatu penyakit?

SUMBER AIR KOLAM

Umumnya, sebuah kolam koi tentu perlu diisi air hingga penuh bukan? Darimana sumbernya? Ada beberapa sumber pasokan air yang digunakan untuk mengisi kolam, antara lain :

  • Air tanah
  • Air PAM (Ledeng)
  • Air sungai
  • Mata air
  • Air yang didatangkan dari daerah lain

Dari ke-5 sumber air tersebut, tentu berbeda-beda kondisi dan komposisi kimianya. Karena letak sumber air yang berbeda-beda tersebut dan juga berbeda cara mendatangkan dan menanganinya, maka terdapat kemungkinan sumber air membawa bibit-bibit penyakit. Hampir tak pernah ada kolam yang airnya direbus atau disterilisasi terlebih dulu (dengan tujuan membunuh semua penyakit yang ada) sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

Disini saya tidak mempermasalahkan darimana sumber air untuk mengisi kolam  sebab air darimanapun sumbernya, sudah tentu tak bisa dipastikan terbebas 100 % dari bibit penyakit.

PENYAKIT SUDAH ADA DI KOLAM KOI

Jadi kesimpulannya bahwa sesungguhnya bibit penyakit itu sudah ada di dalam kolam koi anda. Selain itu, bibit penyakit akan bertambah, manakala ada media pembawa lainnya, baik itu berupa benda apapun yang masuk ke dalam kolam juga hewan atau makhluk hidup lainnya di sekitar kolam. Termasuk manusia dan binatang piaraan, dan bahkan seringkali terjadi justru koi sendirilah yang sesungguhnya pembawa penyakit itu !.

Masalah ini juga identik dengan yang dialami manusia, bahwa penyakit yang menyerang manusia itu sesungguhnya sudah ada disekitar kita bahkan sudah berada di dalam tubuh kita sejak lama. Tapi mengapa ada orang yang tetap sehat dan ada pula yang mudah terserang penyakit?

JENIS BIBIT PENYAKIT PADA IKAN  KOI

Organisma yang dapat menganggu kesehatan koi dapat dibagi beberapa golongan sesuai dengan sifatnya yaitu

  • Parasit
  • Jamur
  • Bakteri
  • Virus

Penyakit pada ikan koi yang disebabkan oleh parasit antara lain seperti cacing, kutu, dan organisma lain yang pada umumnya berukuran cukup besar dan dapat dilihat dengan mata telanjang, tapi ada pula yang berukuran kecil (mikroskopis).

Demikian juga dengan jamur sebagai sumber penyakit. Jamur berukuran kecil (micron) namun jika sudah membentuk sebuah koloni, maka biasanya mudah dilihat sebab berwarna putih, kuning, merah, tergantung jenisnya yang menempel di badan koi. Kemudian penyebab penyakit lainnya adalah bakteri  dan virus yang mana tak dapat dilihat secara kasat mata.

Karena bibit penyakit pada ikan koi tersebut tak dapat dilihat, karena berukuran kecil, maka seringkali orang beranggapan bahwa jika airnya bening, maka berarti tak ada penyakitnya. Padahal ini adalah anggapan yang keliru.

Semua jenis bibit-bibit penyakit tersebut, seringkali sudah ada dan berkembang biak di dalam kolam koi, terutama jika kondisi air kolam yang buruk kualitasnya. Oleh sebab itulah maka diperlukan sistem filterasi dan pengelolaan air kolam untuk meminimalisir keberadaan berbagai macam bibit penyakit tersebut.

BAHAYA VIRUS

Dari keempat jenis bibit penyakit tersebut, yang paling berbahaya adalah dari jenis virus.

Mengapa demikian? Sebab virus tak bisa dibasmi dengan obat apapun. Namun demikian, di dalam tubuh koi telah memiliki antibodi yang mana membuat koi memiliki daya tahan atau kekebalan alami. Sistem kekebalan tubuh koi mampu menahan serangan dari virus-virus tersebut.

Untuk diketahui bahwa Virus tidak dapat hidup di dalam air tanpa media atau inang.  Jadi virus itu hanya bisa hidup di dalam darah dan jaringan sel-sel pada tubuh koi.

MENGAPA ADA KOI YANG TETAP SEHAT DAN ADA YANG TERSERANG PENYAKIT

Dari paparan diatas, telah jelas bahwa sesungguhnya bibit penyakit itu sudah ada di dalam kolam sebelum koi dimasukkan ke dalamnya dan bahkan sudah berada di dalam tubuh koi sendiri. Jika memang demikian kondisinya, mengapa ada koi yang tetap sehat dan ada yang mudah terserang penyakit?

Jawabanya adalah tergantung dari kondisi daya tahan pada tubuh koi itu sendiri. Hal ini dapat dijelaskan bahwa ketika koi dapat hidup dengan nyaman di dalam kolam, maka koi berada dalam keadaan sehat dan daya tahan tubuhnya akan tampil prima.

Sebaliknya jika kondisi koi dalam keadaan stres, maka membuat daya tahan tubuhnya juga ikut menurun. Kondisi seperti inilah yang membuat koi sangat mudah terserang berbagai macam penyakit.

Koi yang sehat tak mudah terserang penyakit apapun termasuk virus, meskipun ada virus tertentu antara lain KHV (Koi Herpes Virus) yang dapat menyerang koi meski dalam keadaan sehat sekalipun. Meski demikian, jika koi memiliki daya tahan tubuh yang baik, maka dapat sembuh dari serangan virus, meski tanpa diobati. Sebab sekali lagi, obat yang diberikan pada koi adalah untuk mencegah atau mengobati  infeksi sekunder. Infeksi sekunder maksudnya adalah akibat serangan penyakit lain, yang menyerang pada saat yang sama. Bisa saja dari jenis bakteri, jamur atau parasit lainnya.

KAPAN KOI AKAN MUDAH TERSERANG PENYAKIT

Yaitu ketika koi mulai merasa tidak nyaman atau stres. Hal-hal yang membuat koi merasa tidak nyaman atau stres antara lain ketika koi sedang berada dalam perjalanan (di dalam kantong beroksigen), juga akibat menurunnya kualitas air kolam. Oleh sebab itulah, maka koi yang baru datang dari perjalanan (transportasi), kondisinya sedang stres sehingga harus segera dikondisikan agar kembali normal yaitu di dalam  fasilitas karantina.

Menurunnya kualitas air juga membuat koi merasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, kolam koi harus dilengkapi dengan sistem filterasi yang baik dan benar, yang tujuannya adalah agar kualitas air kolam tetap terjaga kualitasnya.

Jika koi dalam kondisi stres, maka daya tahan tubuhnya menurun, sehingga mudah terserang penyakit.

LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI

Artikel ini sedikit memberi gambaran, bahwa  memelihara koi itu sejatinya adalah memelihara air kolam agar tetap stabil dan terjaga kualitasnya. Dengan menjaga kualitas air kolam  maka sama saja mencegah koi terserang penyakit. Sebab dengan kualitas air yang terjaga dengan baik, maka koi akan merasa nyaman dan dapat hidup dengan sehat sehingga tak mudah terserang penyakit.

Bagaimana caranya?

Ada 4 (empat) hal yang perlu dilakukan yaitu :

  1. Membangun sistem filterasi kolam yang baik dan benar sesuai kapasitasnya.
  2. Merawat koi dengan benar, antara lain cara pemberian pakan yang baik termasuk jumlah, kualitas dan frekuensi pemberian pakan. Menjaga populasi koi agar tidak terlalu banyak (over populated) dll
  3. Melakukan penggantian air kolam dengan benar dan secara periodik. Juga memberikan obat-obatan (treatment) untuk mengurangi kemungkinan berkembangnya bibit-bibit penyakit di dalam kolam.
  4. Memperlakukan koi yang baru datang dengan cara yang benar  yaitu dengan melakukan proses karantina sebelum koi dimasukkan ke kolam utama.

MENCEGAH SERANGAN PENYAKIT IKAN KOI

Untuk itu, segera lakukan perawatan yang lebih intensif untuk mengembalikan kualitas air kolam yang diperlukan oleh koi. 

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan dalam rangka mengembalikan kualitas air kolam :

1.Stop Pemberian Pakan

Cara ini yang pertama kali harus dilakukan. Puasakan koi anda selama beberapa hari. Mengapa demikian? Sebab Koi yang diberi pakan, kemudian akan mengeluarkan kotoran. Kotoran inilah yang mengakibatkan kualitas air kolam menurun. Untuk itu, biarkan koi anda tanpa diberi pakan (puasa) selama 3 s/d 7 hari berturut-turut. Tujuannya adalah untuk mengurangi kadar ammonia yang disebabkan oleh adanya kotoran koi. Jika koi anda tidak mengeluarkan kotoran, tentu kualitas air kolam anda akan kembali meningkat.

2. Amati Kondisi Media Filter

penyakit ikan koi

Media Filter yang kotor perlu dibersihkan, Jangan sekaligus, tapi secara bertahap.

Selanjutnya adalah buka penutup ruang filter dan amati kondisi media yang ada. Apakah terdapat aliran air yang tersumbat dan apakah kondisi media tidak terlalu kotor sehingga mengurangi fungsinya sebagai media untuk menyaring air. Jika media filter tampak sangat kotor dan berpotensi menyumbat aliran air, maka segera bersihkan secara bertahap. Ingat, jangan membersihkan seluruh media secara sekaligus. Sebab dapat mengakibatkan perubahan kualitas air yang ekstrim dan membuat koi merasa tidak nyaman.

Khusus bagi anda yang menggunakan media batu ziolite, pastikan bahwa kondisi batu ziolite masih layak digunakan. Untuk diketahui, batu ziolite memiliki kemampuan mereduksi ammonia dalam jangka waktu tertentu. Pastikan bahwa batu ziolite masih layak digunakan. Informasi selengkapnya tentang batu ziolite bisa dibaca disini.

3. Membersihkan Media Filter

Jika kondisi media filter terlihat sangat kotor (penuh dengan kotoran), maka harus segera dibersihkan, sebab hal ini dapat menyumbat aliran air dan mengurangi efektiftas sistem filterasi kolam anda. Satu hal yang paling penting dalam membersihkan media filter adalah jangan dilakukan secara sekaligus, atau dengan kata lain secara bertahap.

Mengapa demikian?

Sebab di sela-sela media filter telah banyak tumbuh koloni bakteri yang bermanfaat di dalam proses nitrifikasi. Jika anda mengangkat media dan mencucinya, itu sama saja anda merusak koloni bakteri atau bahkan membuangnya sehingga kondisi air kolam anda akan berubah secara ekstrim. Justru hal ini akan membuat koi anda merasa tidak nyaman (stres).

Sebagai contoh misalnya anda akan membersihkan bioball hari ini, maka sebaiknya jangan dibersihkan semuanya, tapi sebagian saja. Tahap berikutnya 2 minggu kemudian, lakukan pembersihan pada bioball sisanya. Inilah yang dimaksud dengan membersihkan media filter secara bertahap.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa memelihara koi harus ribet begini?

Ya, memang ini ribet, tapi jika anda pecinta koi sejati, maka tak ada masalah bukan? Sebab semuanya ini dilakukan karena rasa cinta dan sayang kita kepada Koi.

Pecinta koi tentu akan merasa prihatian jika koi-koi kesayangannya sedang sakit bahkan sangat sedih ketika ada Koi yang mati, apalagi Koi tersebut telah berprestasi karena telah menjadi juara pada berbagai acara kontes koi.

Cara merawat media filter bisa dibaca pada artikel berikut ini :

Bagaimana Cara Merawat Filter Kolam Koi?

4. Periksa Semua Peralatan Kolam

Sebuah kolam tentu dilengkapi dengan berbagai peralatan listrik seperti pompa Filter, Blower (pompa aerator) dll. Untuk itu pastikan semua peralatan berfungsi dengan baik. Biasanya pipa aerator seringkali tersumbat sehingga supply udara jadi terhambat.

Bersihkan semua peralatan agar dapat berfungsi normal termasuk pompa filter.  Jika perlu, angkat pompa filter dan amati bagian lobang hisap, apakah ada lumut atau kotoran lainnya yang menghalangi. Juga di bagian baling2 (propeller), pastikan tidak ada benda lain yang mengganggu perputarannya. Hindari terjadinya kebakaran pada pompa akibat baling-baling yang tak bisa bergerak, karena terganjal kotoran atau benda lainnya.

5. Pemberian obat

Pemberian obat untuk memelihara kualitas air kolam juga diperlukan. Seperti misalnya penggunaan Garam, Metilene Blue, PK dll, namun agar dilakukan jika benar2 diperlukan. Penggunaan obat-obatan tidak disarankan, sebab yang diutamakan adalah kinerja sistem filterasi kolam anda. Mengenai macam obat-obatan yang diperlukan bisa dibaca pada kategori artikel  : https://gilakoi.com/category/klinik

6. Mengganti Air Kolam

penyakit ikan koi
Pastikan bahwa air kolam yang bening adalah sebagai hasil kinerja proses filterasi yang baik.

Hal penting lainnya yang harus dilakukan untuk memperbaiki kualitas air kolam adalah mengganti air lama dengan air baru. Namun jangan pernah mengganti air kolam seluruhnya secara sekaligus. Memang, mengganti seluruh air kolam bisa membuat air kolam menjadi bening, tapi hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan koi anda. Untuk diketahui, Koi tidak butuh air yang bening, tapi air yang nyaman untuk kehidupan mereka.

Maksudnya disini adalah, jangan memaksakan air kolam bening dalam seketika dengan cara mengganti seluruh air kolam. Sebab hal ini akan membuat kondisi air berubah secara ekstrim dan koi akan mengalami stres bahkan bisa saja mengakibatkan kematian masal.

Koi tidak butuh air yang bening, tapi air yang nyaman untuk kehidupan mereka..

Mengganti air lama dengan air baru dapat dilakukan secara bertahap, maksimal 25 % saja. Lakukan setiap 2 hari sekali selama seminggu. Niscaya kualitas air kolam anda akan kembali baik dan nyaman untuk koi.

Kondisi air yang stabil dan terjaga dengan baik, membuat koi anda selalu sehat dan penyakit ikan koi tak mudah menyerang

CARA MERAWAT (METODE PERAWATAN)

Cara Perawatan Koi Sakit

Sebagai pemelihara koi, anda tentu ingin agar kondisi kesehatan koi-koi anda selalu terjaga dengan baik. Namun demikian meski kolam anda telah terpasang sistem filtrasi yang baik untuk menjaga agar kualitas air kolam anda terjamin, ada kalanya koi anda terjangkit  oleh penyakit tertentu. Sebagaimana makhluk hidup lainnya, stamina yang ada di dalam tubuh koi sangat tergantung pada kondisi lingkungan di sekitarnya. Bila koi mengalami stress, maka akan mudah terserang penyakit.

Lalu bagaimana bila anda menemukan gejala-gejala bahwa koi anda sedang dalam kondisi sakit? Segeralah melakukan sesuatu untuk merawat koi anda, agar penyakit yang menyerang tidak semakin parah dan koi anda segera kembali sehat.

Berikut ini adalah  5 (lima) metode atau cara bagaimana merawat koi yang sedang sakit sebagaimana yang ditulis oleh Takeo Kuroki dalam bukunya ‘The Latest Manual To Nishikigoi.

1.Metode Oral (Oral Administration)

Yang dimaksud Oral Administration adalah cara untuk merawat koi agar segera sembuh dari penyakitnya yaitu dengan memberi obat-obatan yang dicampur pada makanannya. Metode ini digunakan pada kondisi koi sedang menderita masalah kekurangan gizi atau nutrisi atau terserang oleh bakteri penyebab penyakit.

Beberapa obat-obatan yang digunakan mengandung kualitas nutrisi yang baik, antara lain multi vitamin, protein dan mineral lainnya,  obat sulfa, anti biotic, dan obat furan. Obat-obatan tersebut biasanya dicampurkan pada makanan yang berbentuk pasta atau staple.

2.Metode Rendam (Medicated Bath)

Metode ini digunakan dengan cara merendam koi selama beberapa menit di dalam air pada wadah khusus yang telah dicampur dengan larutan obat dengan dosis tertentu. Cara ini untuk merawat koi yang terserang barbagai macam parasit dan bakteri tertentu di sekujur tubuhnya. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi efek samping dari penyakit yang disebabkan oleh serangan penyakit dari dalam tubuh (inside desease). Biasanya penyakit menyerang pada bagian kulit dan insang koi.

Ada 2 jenis yang dilakukan pada metode ini yaitu dengan merendam koi dalam jangka waktu yang pendek, yaitu paling lama 10 menit, atau dengan waktu rendam sampai beberapa hari.

Untuk koi yang direndam dalam waktu singkat, caranya adalah dengan memasukkan koi yang terserang penyakit kedalam sebuah wadah yang berisi larutan obat. Penggunaan wadah atau bak tersebut tidak perlu terlalu besar, untuk menghemat pemakaian obat-obatan yang digunakan. Obat-obatan yang digunakan antara lain mercurochrome, methylene blue, Malachite Green, Dipterex, aquatic terramycin. Untuk rendaman terakhir biasanya digunakan larutan garam, PK (Potassium Permanganate), formalin, sulfa drugs dan furan drugs. Sedangkan untuk rendaman sampai beberapa hari, cukup masukkan larutan obat ke dalam kolam koi anda.

Yang terpenting dalam metode ini adalah anda harus membuat komposisi larutan (dosis) secara tepat, agar efektif dalam penyembuhan koi sakit. Untuk larutan obat yang dicampurkan ke dalam air kolam, disarankan agar dengan menggunakan ukuran per Ton air, sebab larutan obat yang terlalu pekat justru akan  membunuh koi anda.

3.Metode Aplikasi (Applications)

Metode aplikasi digunakan untuk meyembuhkan luka pada tubuh koi bagian luar yaitu pada sirip, ekor, kulit dan sisik koi. Caranya adalah dengan mengoleskan obat pada bagian yang luka. Obat yang digunakan antara lain merchurochrome, yodium dan  isojin. Pada jenis penyakit yang mengakibatkan kulit koi berlubang (hole desease) maka penggunaan obat langsung dioleskan pada area di sekitar luka.

4.Metode Suntik (Injections)

Obat-obatan dari jenis sulfa dan antibiotik dimasukkan kedalam tubuh koi melalui suntikan (injeksi). Hal ini cukup efektip untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Injeksi dilakukan pada bagian di bawah sirip dada atau di belakang anus. Injeksi intravena dilakukan pada bagian pembuluh ekor.

5.Metode operasi (Operations)

Untuk mengangkat penyakit berupa tumor yang berada di dalam tubuh koi yaitu di area organ reproduksi, diperlukan metode operasi. Sebelum dilakukan operasi, koi dibius terlebih dahulu. Setelah selesai dioperasi, koi untuk sementara dimasukkan kedalam wadah khusus yang berisi larutan kalsium yang pekat.

Tindakan operasi koi hanya dilakukan oleh yang berpengalaman dalam hal ini para dokter ahli bedah koi.

penyakit ikan koi

CARA MENDETEKSI PENYAKIT

Terkait dengan artikel terdahulu yang berjudul “Gejala dan Tanda-tanda Koi Sakit”, berikut ini saya lampirkan Cheklist untuk membantu anda mendeteksi dengan cepat, penyakit ikan koi apa saja yang sedang menyerang koi.

panduan 700

Download for PREMIUM MEMBER ONLY

KESIMPULAN DAN SARAN 

Sebagai pemelihara koi, anda tentu berharap agar koi kesayangan anda selalu dalam keadaan sehat. Namun demikian, sebaik apapun anda merawat, secanggih apapun sistem filter yang anda buat, tak bisa menjamin semua koi  anda dalam keadaan sehat. Banyak faktor yang bisa membuat koi sakit.

Jika pada suatu ketika, tiba-tiba anda menemukan adanya seekor atau beberapa koi anda tampak gejala penyakit, apa yang terpikir oleh anda?

Hampir semua pemelihara koi berpikir bahwa koi tersebut harus segera dirawat secara khusus untuk diobati. Pemikiran ini wajar saja, sebab jika ada koi sakit maka yang harus segera dilakukan adalah mengobatinya agar dapat kembali sehat.

Namun demikian, tak banyak yang menyadari bahwa jika ada seekor koi saja yang terserang penyakit sesungguhnya itu adalah sebagai pertanda bahwa telah terjadi penurunan terhadap kualitas air kolam.

“Koi sakit ibarat sebuah sinyal untuk mengingatkan bahwa anda harus segera memperbaiki kualitas air kolam”

Apa yang harus dilakukan jika ada koi sakit ?

Jika tiba-tiba anda melihat ada koi yang terserang penyakit, apalagi ada koi yang mati mendadak tanpa diketahui penyebabnya maka berikut ini cara menanganinya :

1. Mengangkat dan memindahkan koi sakit/mati

Ikan sakit atau yang telah mati di kolam harus segera diangkat. Untuk koi yang menunjukkan gejala terserang suatu penyakit segera pindahkan ke bak karantina untuk dilakukan perawatan lanjutan. Sedangkan ikan koi yang mati segera dikubur.

2. Jangan Memberi Pakan

Ini hal yang sangat penting untuk dilakukan, yaitu jangan memberi pakan kepada koi ketika anda menemukan ada koi sakit di kolam anda. Mengapa demikian?

Sebab jika anda memberi makan kepada koi maka koi akan mengeluarkan kotoran. Kotoran inilah yang dapat mencemari air kolam dan menambah beban kerja sistem filter anda. Koi sakit menandakan bahwa kualitas air kolam anda menurun atau bisa juga telah terjadi perubahan yang cukup signifkan sehingga mengganggu kenyamanan koi.

Berapa lama koi tak diberi pakan? Tergantung kondisi kolam anda. Jika tampak hampir semua koi terserang penyakit, maka disarankan untuk tidak memberi makan selama 14 hari sambil memantau perkembangan. Jika hanya ada seekor koi yang sakit atau mati, maka jangan diberi pakan selama 5-7 minggu.

Tak perlu khawatir dengan koi yang tidak diberi pakan. Untuk diketahui, koi mampu bertahan hidup meskipun tidak diberi pakan sampai sebulan atau lebih. Koi yang tak diberi pakan tidak akan mati, hanya tubuhnya menjadi kurus.

Koi yang dipuasakan, tujuannya adalah agar koi tidak mengeluarkan kotoran, sehingga dengan demikian akan memperbaiki kualitas air kolam. Jika kualitas air kolam kembali normal, maka koi juga akan dapat hidup dengan nyaman.

3. Periksa Kondisi Filter

Selanjutnya yang harus dilakukan adalah memeriksa konsisi ruang filter (filter chamber).  Apakah ada permasalahan misalnya terlalu banyak endapan kotoran ataukah ada lobang yang tersumbat, media filter terlalu kotor, apakah ada peralatan yang tak bekerja degan baik dll.

Jika ternyata media filter anda terlalu kotor, maka untuk membersihkannnya bisa dilakukan sesuai dengan yang telah dipaparkan diatas.

4. Mengganti Air Kolam

Jika ada koi sakit, segera lakukan penggantian air kolam. Tapi jangan terlalu banyak mengganti air. Cukup 25% saja. Mengapa demikian?

Sebab jika anda mengganti air dalam jumlah besar, apalagi dengan menguras  total, maka justru hal ini sangat membahayakan keselamatan koi anda. Kondisi air akan berubah secara ekstrim dan akan membuat koi anda menjadi stres. Koi yang stres malah semakin mudah terserang penyakit.

5. Tak perlu memberi obat-obatan

Jangan membiasakan memberikan obat-obatan pada kolam anda, jika anda tidak mengetahui secara persis apa yang sedang terjadi. Mengapa?

Sebab obat-obatan hanya boleh diberikan sesuai dengan penyakitnya. Jangan pernah berpikiran untuk melakukan pencegahan dengan memberikan obat-obatan. Sebab untuk mencegah koi terserang penyakit bukan dengan memberinya obat, tapi dengan menjaga kualitas air kolam agar tetap stabil.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana jika ada koi yang sakit di dalam kolam, apakah tidak perlu diobati?

Prinsip merawat koi sakit bukan ketika koi berada di kolam, tapi saat berada di bak karantina. Jadi jika anda mengatahui ada koi sakit, angkat dan pindahkan ke bak karantina. Setelah berada di bak karantina, baru anda boleh memberinya obat sesuai dengan penyakitnya.

6. Tingkatkan pemantauan terhadap kondisi kolam

Sejak anda menemukan ada koi sakit, maka anda harus meningkatkan pemantauan terhadap kondisi kolam anda. Pastikan semuanya menjadi lebih baik dari hari ke hari. Selama 1 atau 2 minggu, amati perkembangan kesehatan koi anda.

Jika kondisinya semakin buruk, maka fokuskan perawatan koi di dalam bak karantina. Atau dengan kata lain, kolam utama adalah untuk memelihara koi yang sehat dan bak karantina untuk merawat koi yang sakit.

Untuk mencegah koi terserang penyakit bukan dengan memberinya obat, tapi dengan menjaga kualitas air kolam agar tetap stabil.

7. Hindari populasi koi yang terlalu padat

Mengapa demikian? Sebab populasi koi yang terlalu padat di dalam sebuah kolam, akan membebani kinerja filter kolam. Jika kapasitas filter tidak mencukupi, maka kualitas air tak bisa terjaga dengan baik. Itulah sebabnya mengapa koi anda mudah terserang penyakit jika jumlah populasi  koi terlalu padat.

Berapa jumlah koi yang ideal untuk dipelihara bisa dibaca pada artikel berikut ini : https://gilakoi.com/koi-keeping/2018/07/01/berapa-jumlah-koi-yang-ideal.html

Demikianlah artkel tentang penyakit ikan koi dan perawatannya, semoga bermanfaat

#gilakoi

Penulis : Doni Bastian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat