Cara Karantina Ikan Koi

Ikan koi adalah ikan hias yang banyak di budidaya oleh pecinta hewan, terutama pecinta ikan. Ikan koi yang populer paling banyak di pelihara ini juga sering mengalami penyakit atau terkena wabah.

Terkadang solusi yang kita ambil ketika ikan koi kesayangan terkena penyakit, kita melakukan karantina ikan koi dengan peralatan seadanya.

Ikan koi yang sedang sakit harus dilakukan perawatan yang lebih intensif agar dapat segera sembuh dari penyakitnya. Untuk itulah maka diperlukan fasilitas karantina yang baik untuk merawat ikan koi. Fasilitas karantina koi wajib disediakan yang dapat digunakan seawaktu-waktu jika dibutuhkan. Jika Anda ingin merawat ikan koi yang sedang sakit dengan baik, Dalam artikel ini berisikan cara mengkarantina ikan koi, berikut ini tips standar karantina koi.

Cara karantina ikan koi

1. Bak Karantina

Bak untuk karantina disarankan menggunakan aquarium kaca. Karena, supaya jika terdapat luka atau tanda-tanda koi sakit yang berada di tubuh koi bagian samping, maka akan lebih mudah memantaunya melalui aquarium kaca. Aquarium untuk karantin dapat menggunakan bak berukuran minimal 100X50X50 (dalam cm) atau bak dengan volume 250 – 500 liter. Dengan menyesuaikan jumlah dan ukuran ikan, jangan menggunakan bak yang terlalu kecil dan terlalu besar, karena jika terlalu kecil ikan tidak akan leluasa bergerak selama pengobatan, dan jika terlalu besar ikan tidak fokus untuk pengobatan sehingga menyebabkan ikan stress dan mudah terserang penyakit baru. Jangan lupa kalau bak karantina harus dilengkapi dengan lubang kuras.

2. Air untuk mengisi bak karantina

Air untuk mengisi bak karantina sebaiknya diisi dengan air kolam yang ada. Jangan menggunakan air yang baru. Karena ikan koi sulit beradaptasi dengan air yang baru. Sebab kondisi air baru dan air kolam tentu berbeda kualitasnya. Perbedaan kualitas air inilah yang membuat koi menjadi makin tidak nyaman. Oleh sebab itu, agar koi tetap merasa nyaman, gunakan saja air kolam untuk mengisi bak karantina.

3. Penggantian air kolam

Read More

Lakukan penggantian air kolam karantina maksimal 20 % setiap hari dengan air baru. Tujuannya adalah agar secara bertahap kualitas air meningkat. Dengan mengganti air sebanyak 20% per hari, maka pada hari ke-6, kualitas air pada kondisi terbaiknya.

4. Pasang heater

Heater atau penghangat suhu air, ini digunakan untuk mempertahankan suhu pada pengaturan minimal 27 C atau pada suhu 30-32 C.

5. Pasang aerator

Aerator atau pompa udara ini penting untuk memberikan pasukan oksigen terlarut dalam air yang berasal dari dalam air, karena kebiasaan ikan yang sakit adalah ingin mojok dan berada di dasar bak karantina sehingga dengan adanya aerator ini akan memacu ikan koi untuk bergerak aktif.

6. Pasang filter

Filter digunakan untuk menjaga air supaya air tetap stabil. Filter juga untuk menahan kotoran atau jamur yang terangkat oleh air, sebaiknya menggunakan filter mekanis dan biologis untuk hasil yang maksimal dengan catatan filter biologis harus dilengkapi saluran bypass agar tidak terkontaminasi oleh obat-obatan yang diberikan selama proses karantina dan setelah selesai karantina, filter biologis tersebut harus benar benar dibersihkan maksimal atau dalam kata lain di restart dari 0.

7. Obat

Berikan obat pada ikan koi yang sedang di karantina seperlunya. Jangan asal memberikan obat jika anda tidak mengatahui apa kegunaanya. Oleh sebab itu, anda perlu menambah pengetahuan tentang penyakit dan obat-obatan yang diperlukan. Amati kondisi koi dan lakukan diagnosa terhadap penyakit yang sedang menyerang. Beri obat sesuai petunjuk penggunaannya (dosis yang tepat).

8. Jangan diberi pakan

Pada 7 hari pertama sejak koi memasuki masa karantina, jangan diberi pakan. Mengapa demikian? Sebab koi yang sakit biasanya tak punya nafsu makan, dan yang terpenting adalah untuk menjaga kualitas air agar tetap baik untuk koi. Koi yang diberi pakan akan membuang kotoran dan kotoran koi akan menimbulkan racun yang berbahaya bagi koi. Tak perlu khawatir, sebab koi tetap bertahan hidup meski tidak makan selama 1 bulan.

9. Setelah 7 hari

Setelah karantina berlangsung selama 7 hari dan ikan koi sudah tampak sehat,  ganti air dengan air kolam maksimal 20%. Hal ini dilakukan agar ikan koi dapat beradaptasi dengan air kolam.

10. Setelah 7 hari lepas heater

Setelah 7 hari jika kondisi ikan koi sudah membaik, Maka heater boleh dilepas. Pada kondisi ini adalah persiapan ikan koi untuk pindah ke kolam. Dan boleh diberi pakan sedikit hanya untuk mengetahui apakah nafsu makan ikan koi membaik.

11. Setelah 14 hari

Setelah 14 hari masa karantina, Seharusnya ikan koi sudah stabil kembali sehat dan siap dipindahkan ke kolam. Tetapi, jika ikan koi belum stabil dan masih sakit, maka sebaiknya lanjut karantina. Pastikan sebelum dipindahkan ke kolam ikan koi sudah stabil sehat.

Nah itulah proses cara karantina ikan koi yang sedang sakit atau terkena wabah, Semoga membantu, Terima kasih.

 

Related posts