Standar Karantina Untuk Koi yang Sedang Sakit

STANDAR KARANTINA KOI

Koi yang sedang sakit harus dilakukan perawatan yang lebih intensif agar dapat segera sembuh dari penyakitnya. Untuk itulah maka diperlukan fasilitas karantina yang baik untuk merawat koi. Fasilitas karantina koi wajib disediakan yang dapat digunakan seawaktu-waktu jika dibutuhkan.

Namun demikian, tak sedikit para pemelihara koi yang melakukan perawatan seadanya saja, sehingga justru membuat koi yang sakit makin tidak nyaman atau stres dan makin sulit untuk sembuh. Jika anda ingin merawat koi yang sedang sakit dengan baik berikut ini tips standar karantina koi :

standar karantina

1. Bak karantina disarankan berupa aquarium kaca

Mungkin ada yang bertanya. apa perlunya menggunakan aquarium sebagai bak karantina? Jika terdapat luka atau tanda-tanda koi sakit yang berada di tubuh koi bagian samping, maka akan lebih mudah memantaunya melalui aquarium transparan (kaca). Itu saja pertimbangannya.

2 Dimensi bak karantina

Mengapa hal ini penting? Sebab koi memerlukan ruang yang cukup agar merasa nyaman, apalagi jika koi sedang sakit. Wadah karantina yang terlalu sempit, akan membuat koi sulit bergerak. Idealnya ukuran bak karantina adalah minimal dengan  panjang :  3 dan lebar : 2 (x panjang Koi).

Sebagai contoh misalnya untuk koi dengan ukuran 20 cm, maka dibutuhkan wadah berukuran 60 x 40 cm.

3. Air untuk mengisi bak karantina

Pada saat pertama kali melakukan karantina sebaiknya jangan menggunakan air baru, tapi gunakan saja air dari kolam yang ada. Mengapa demikian?

Sebab kondisi air baru dan air kolam tentu berbeda kualitasnya. Perbedaan kualitas air inilah yang membuat koi menjadi makin tidak nyaman (stres). Oleh sebab itu, agar koi tetap merasa nyaman, gunakan saja air kolam untuk mengisi bak karantina.

4. Penggantian air

Lakukan penggantian air pada wadah karantina maksimal 20 % setiap hari dengan air baru. Tujuannya adalah agar secara bertahap kualitas air meningkat. Dengan mengganti air sebanyak 20% per hari, maka pada hari ke-6, kualitas air pada kondisi terbaiknya.

5. Pasang Heater

Heater atau pemanas air banyak dijual  si toko aquarium dan ikan hias. pilih barang dengan kualitas yang baik, agar awet dan aman digunakan. Kemudian atur suhu pada 30-32° C. Mengapa harus pada suhu tersebut?

Sebab pada suhu air tersebut, aktifitas bakteri dan virus yang menyerang koi melemah bahkan ada yang mati, sehingga membantu koi untuk bertahan dan melawan serangan penyakit  dengan menggunakan antibodi yang ada di tubuh koi.

6. Pasang Aerator

Aerator adalah termasuk dalam standar karantina koi yaitu alat untuk meningkakan kadar oksigen yang terlarut di dalam air, biasanya berupa pompa udata (air blower) yang menghasilkan gelembung udara. Kadar oksigen yang larut di dalam air harus tercukupi, agar koi dapat bernafas dengan baik/normal.

7. Pasang Filter

Fasilitas standar karantina harus juga dilengkapi filter meskipun sederhana, sebab untuk menjaga kualitas air akan tetap stabil. Media filter yang digunakan adalah jap mat atau dacron untuk menyaring partikel kasar, batu zeolith untuk menyerap amonia dan arang kelapa (carbon aktif) untuk menyerap gas dan racun.

8. Pasang penutup

Koi yang berada di dalam bak karantina, terkadang suka meloncat keluar, karena belum terbiasa di tempat yang sempit. Oleh sebab itu, gunakan penutup dari bahan yang lunak seperti styrofoam atau kardus untuk menghalangi koi meloncat keluar bak karantina

9. Gunakan obat seperlunya

Jangan asal memberikan obat jika anda tidak mengatahui apa kegunaanya. Oleh sebab itu, anda perlu menambah pengetahuan tentang penyakit dan obat-obatan yang diperlukan. Amati kondisi koi dan lakukan diagnosa terhadap penyakit yang sedang menyerang. Beri obat sesuai petunjuk penggunaannya (dosis yang tepat)

10. Jangan diberi pakan

Pada 7 hari pertama sejak koi memasuki masa karantina, jangan diberi pakan. Mengapa demikian? Sebab koi yang sakit biasanya tak punya nafsu makan, dan yang terpenting adalah untuk menjaga kualitas air agar tetap baik untuk koi. Koi yang diberi pakan akan membuang kotoran dan kotoran koi akan menimbulkan racun yang berbahaya bagi koi. Tak perlu khawatir, sebab koi tetap bertahan hidup meski tidak makan selama 1 bulan.

11. Setelah 7 hari

Setelah karantina berlangsung selama 7 hari dan koi sudah tampak sehat,  ganti air dengan air kolam maks. 20%. Mengapa diganti dengan air kolam?

Hal ini dilakukan agar koi dapat beradaptasi dengan air kolam. Pada prinsipnya, koi harus berada pada air dengan kondisi yang stabil. Oleh sebab itu dengan mengganti air dengan air kolam, maka koi akan dikondisikan berada di dalam air yang sama dengan air kolam. Sehingga nanti ketika dipindahkan  ke kolam, maka koi tetap merasa nyaman karena kondisi airnya sama.

12. Setelah 7 hari lepas Heater

Setalah 7 hari jika kondisi koi sudah membaik atau tampak sehat, maka heater boleh dilepas. Dengan demikian maka temperatur air berangsur-angsur kembali normal. Hal ini adalah persiapan bagi koi untuk dipindahkan ke kolam. Dengan temperatur air di dalam wadah karantina yang sama dengan air kolam, maka koi aman untuk dipindahkan ke kolam.

Pada kondisi ini, anda boleh memberi pakan namun dalam jumlah yang sedikit saja. Hanya sebatas untuk mengetahui apakah nafsu makan koi sudah kembali normal.

13. Setelah 14 hari

Setalah 14 hari dalam masa karantina, seharusnya koi sudah kembali sehat dan bisa dipindahkan kembali ke kolam. Namun demikian, jika koi masih terlihat lemah dan masih ada tanda-tanda sakit, maka lanjutkan proses karantina.  Pastikan koi dalam keadaan sehat sebelum dipindahkan kembali ke kolam

Demikianlah tips tentang standar karantina untuk koi sakit, semoga bermanfaat

#donibastian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BUKU BARU .. !Terbit Juli 2020

BUKU 'DOKTER KOI'

Informasi lengkap tentang jenis penyakit dan cara pengobatan.

Lihat
WhatsApp chat