5 Fakta Christmas Tree Worm, Cacing Laut yang Cantik dan Menawan

Gilakoi.com –  Sampai saat ini laut masih menjadi misteri besar bagi manusia. Terlebih lagi laut dalam yang belum terjamah kehidupannya oleh teknologi sekalipun. Bahkan luar angkasa dianggap jauh lebih aman dijelajahi daripada lautan di bumi.

Banyak spesies aneh di lautan yang tak jarang membuat banyak orang tercengang. Sebagian di antaranya merupakan spesies predator, namun ada pula spesies yang memiliki fisik menawan dan unik.

Seperti spesies bernama Christmas Tree Worm ini. Sesuai namanya, spesies cantik ini memang menyerupai pohon natal. Bentuknya yang unik membuat banyak peneliti terkagum dan ingin mengetahui lebih jauh tentang Christmas Tree Worm. Dan berikut beberapa fakta Christmas Tree Worm. Kita simak, yuk!

1. Memiliki ukuran tidak lebih dari 4 centimeter

Cacing pohon natal memiliki ukuran yang sangat kecil. Ukuran tubuhnya tidak lebih dari 4 cm, rata-rata hanya sekitar 3,8 cm. Namun, meski ukuran tubuhnya kecil, cacing ini mudah terlihat, lho. Hal ini disebabkan oleh bentuknya yang khas, keunikan, dan berbagai warna tubuhnya yang mencolok. Warna-warna yang cerah itulah yang seringkali menarik perhatian para penyelam dan peneliti.

2. Mampu hidup hingga 40 tahun

Meski ukuran tubuhnya kecil, kemampuan bertahan hidup spesies yang satu ini tidak boleh diragukan, lho! Cacing yang juga memiliki nama latin Spirobranchus Giganteus ini mampu hidup hingga 40 tahun lamanya.

Untuk hal ini, tergantung pada ukuran dan kesehatan terumbu karang tempat mereka tinggal. Cacing ini juga memiliki tabung kalsium karbonat seperti halnya sistem akar pohon. Bagian tersebut digunakan untuk menembus terumbu karang yang mereka huni.

3. Reproduksi Cacing Pohon Natal

Christmas Tree Worm memiliki cara tersendiri yang terbilang unik ketika bereproduksi atau berkembang biak, yakni cacing betina akan mengeluarkan telur, sementara cacing jantan akan mengeluarkan sperma di dalam air. Telur tersebut kemudian akan dibuahi secara terpisah dari kedua inangnya.

Setelah dibuahi, telur akan menjadi larva dalam kurun waktu 24 jam, menetap di terumbu karang dan menghasilkan tabung lendir yang kemudian berkembang menjadi cacing.

4. Menangkap makanan menggunakan radioles mereka

Selain tubuhnya yang memiliki berbagai macam warna, cacing ini juga memiliki dua mahkota yang menonjol seperti tabung yang terdiri dari radiolesRadioles inilah yang berfungsi sebagai tempat bernapas sekaligus menangkap makanan menggunakan silia atau bulu-bulu mereka. Cacing ini umumnya memakan sejenis zooplanktonfitoplankton, dan juga detritus organik.

Read More

5. Ancaman dan kelangsungan hidup Christmas Tree Worm

Ancaman atau predator yang paling umum untuk spesies ini di antaranya seperti bulu babi, udang, atau juga kepiting. Tak jarang juga jenis ikan karang tropis memakan bulu-bulu mereka.

Namun, tentu saja cacing ini memiliki kemampuan sendiri dalam merespon gangguan atau predator. Mereka bisa dengan cepat menarik diri ke dalam tabung jika merasakan sentuhan, perubahan cahaya, atau gerakan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.