Fakta Ikan Gabus, Predator Air Tawar yang Bernilai Ekonomis Tinggi

Gilakoi.com – Masih membahas seputar ikan gabus yang bernilai ekonomis, siapa yang tidak tahu dengan jenis ikan yang satu ini. ikan ini sangat populer dikalangan masyarakat indonesia.

Dan di Indonesia, gabus termasuk jenis ikan air tawar yang cukup umum ditemukan. Cukup mudah mengenal ikan yang satu ini lewat kepalanya yang tampak seperti kepala ular.

Gabus sendiri termasuk ikan predator. Ia memangsa ikan, serangga, mamalia kecil, dan bahkan anaknya sendiri, lho! Kok bisa? Nah, untuk menemukan jawabannya, berikut lima fakta tentang ikan gabus yang perlu kamu tahu.

1. Gabus, ikan berkepala ular yang hidup di air tawar

Memiliki nama ilmiah Channa striata, gabus merupakan salah satu jenis ikan penghuni air tawar. Ikan ini dapat dijumpai di perairan dangkal berkedalaman 1–2 meter dengan arus tenang, seperti sungai, danau, kolam, rawa, saluran air, hingga persawahan.

Ikan gabus umumnya mempunyai tubuh panjang dengan warna hitam-kecokelatan di bagian atas dan putih di bagian bawah. Diperlengkapi sirip pada bagian punggung, perut, dada, dan dubur, tubuhnya dipenuhi dengan garis-garis (striata artinya ‘bercoret-coret’) dan sisiknya pun besar.

Namun, dari semua karakteristik tersebut, ciri khas dari gabus dan ikan lain yang tergolong dalam famili Channidae (gabus-gabusan) terletak pada kepalanya yang terlihat seperti ular. Itu sebabnya, dalam bahasa Inggris, mereka kerap mendapat julukan snakehead yang berarti ‘kepala ular’. Channa striata sendiri dikenal sebagai striped snakehead (kepala ular bergaris) ataupun snakehead murrel.

2. Tersebar di hampir seluruh kawasan Asia

Gabus hampir bisa ditemukan di seluruh kawasan Asia. Mengutip Animal Diversity Web, habitat dari ikan yang mampu tumbuh hingga 90 sentimeter dan berat 3 kilogram ini tersebar mulai dari Pakistan hingga India, Sri Lanka, Nepal Selatan, Bangladesh, Tiongkok bagian selatan, dan seluruh negara Asia Tenggara.

Di Indonesia, kamu juga bisa mendapati Channa striata mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan. Persebarannya yang luas membuat ikan ini memiliki banyak nama. Berdasarkan Listyanto & Ardiyanto (2009), beberapa contoh sebutan gabus di daerah Indonesia antara lain:

  • haruan (Banjarmasin, Banjarnegara),
  • bogo (Sidoarjo),
  • bace (Aceh),
  • kocolan (Betawi),
  • kutuk (Jawa),
  • kuto (Jawa, Madura),
  • rajong (Sunda),
  • sepunkat (Palembang), dan
  • licingan (Banyumas).

3. Ikan gabus mampu bernapas langsung dari udara

Si striped snakehead ini termasuk hewan yang tangguh. Buktinya, gak cuma di perairan jernih, ia juga mampu hidup di tempat keruh (berlumpur) dengan kadar oksigen yang rendah dan pH air 4,5–6 (bersifat asam).

Read More

Selain itu, ikan gabus juga bisa bernapas secara langsung dari udara, lho! Lagler, et al. (1993) dalam Listyanto & Ardiyanto (2009) menyebutkan, dalam tubuh ikan gabus, terdapat sejenis organ labirin yang terletak di atas insang bernama divertikula. Organ tersebut memungkinkannya untuk menghirup oksigen secara langsung dari udara.

supaya tetap mampu bernapas saat berada di luar air, striped snakehead perlu memastikan kulit dan alat pernapasannya—dalam hal ini, divertikula—agar senantiasa lembap. Itulah mengapa, apabila habitatnya mengering dan ia tak sempat pindah, ikan gabus akan memendamkan dirinya dalam lumpur di dasar rawa, sungai, maupun danau, merujuk laman Animal Diversity Web. Dari kebiasaannya itu pula, orang-orang juga memanggilnya sebagai mudfish

4. Memangsa ikan dan hewan lain, termasuk anaknya sendiri

Dalam rantai makanan, gabus berperan sebagai predator. Ikan ini diperlengkapi dengan sistem lateral line atau ‘gurat sisi’, yakni alat indra yang memungkinkannya untuk mendeteksi perubahan tekanan air. Dengan bantuan indra tersebut, striped snakehead tetap dapat mengetahui keberadaan mangsa sekalipun di perairan keruh.

Sewaktu masih muda, anakan gabus berburu zooplankton dan serangga-serangga kecil secara berkelompok. Namun, ketika sudah beranjak dewasa, mereka hidup secara soliter.

Soal makanan, si Channa striata ini gak pandang bulu. Mulai dari ikan, serangga, kecebong, katak, cacing, kepiting, ular, burung, hingga mamalia kecil, semuanya mereka santap selagi masih muat pada mulutnya yang besar dan bisa dikunyah dengan gigi-giginya yang tajam.

Sifatnya yang gak pilih-pilih makanan itu lantas membuatnya tega melahap anak-anaknya sendiri apabila sumber makanan menipis. Padahal, Animal Diversity Web menyebutkan, ikan gabus termasuk hewan yang sangat protektif terhadap anak-anaknya. Mereka selalu menjaga telur-telurnya sepanjang waktu dan senantiasa melindungi gabus muda hingga remaja.

Demikianlah artikel yang dapat admin sampaikan mengenai Fakta Ikan Gabus, Predator Air Tawar yang Bernilai Ekonomis Tinggi, semoga bermanfaat!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.