Filter Biologi Kolam Koi, Rahasia Sukses Memelihara Koi

Filter Biologi Kolam Koi

Pengetahuan dasar mengenai filter biologi kolam koi sangat diperlukan. Para pemelihara koi, tentu ingin merawat koi hingga besar dan sehat. Namun demikian tentu diperlukan dasar pemahaman tentang cara pemeliharaan koi yang benar. Dalam memelihara koi, sesungguhnya yang ada adalah menjaga kualitas air, agar koi nyaman berada di kolam anda.

Begitu banyak pemilik kolam koi yang bertahun-tahun memelihara koi karena kebiasaan atau saran dari orang lain dan tak pernah mengetahui secara pasti mengapa dan bagaimana yang harus dilakukan dalam merawat kolam dan koinya.

Nah, melalui tulisan ini saya ingin mengajak anda untuk memahami dasar-dasar pengetahuan mengenai kualitas air kolam anda, yaitu tentang SIKLUS NITROGEN secara singkat saja.

SIKLUS NITROGEN

Pengetahuan tentang Siklus Nitrogen ini adalah sebagai bagian dari pengetahuan tentang sistem filter biologi kolam koi. Hal ini sebagai landasan untuk menentukan apa yang seharusnya anda lakukan dalam menjaga mutu air kolam koi.

Kunci sukses dalam merawat koi adalah pemahaman terhadap SIKLUS NITROGEN sebagai berikut :

Dasar-Dasar Filter Biologi

Dari diagram diatas, tampak bahwa koi yang menghuni kolam anda adalah salah satu komponen dalam perputaran senyawa Nitrogen atau dikenal dengan Siklus Nitrogen.

Semua koi tentu butuh makan untuk pertumbuhan badannya dan tentu saja sisa metabolismenya adalah berupa kotoran, yang akan larut di dalam air kolam.

AMMONIA

Yang paling penting diketahui adalah bahwa kotoran koi dan sisa kelebihan pakan akan berubah menjadi AMMONIA setelah diurai oleh bacteri heterotropic.
Ammonia adalah zat yang berbahaya dan apabila kadarnya melebihi batas maka dapat berakibat fatal bagi koi anda. Oleh sebab itu, bila ada sisa kelebihan pakan yang mengambang di kolam anda, segera angkat dan buang, agar tidak mencemari kolam anda.

NITRIT DAN NITRAT

Ammonia yang ada dalam kolam akibat adanya kotoran dan sisa pakan tersbut, kemudian juga akan diurai lagi oleh bakteri Nitrit, dan jadilah unsur kimia yang bernama NITRIT. Nitrit meski masih berbahaya bila dalam kadar yang berlebihan, namun tidak seperti Ammonia.

Nitrit yang dihasilkan, kemudian akan diurai lagi oleh bakteri Nitrat, dan jadilah unsur kimia lain yang bernama NITRAT. Nitrat ini sudah tidak berbahaya lagi bagi koi anda.
Catatan : Kedua jenis bakteri ini, yaitu bakteri Nitrit dan Nitrat kemudian dikenal dengan bakteri Nitrifikasi.

ALGAE

Alga atau GANGGANG atau LUMUT dan ALGAE bersel satu. Efek samping dari timbulnya NITRAT adalah tumbuhnya Algae atau lumut di kolam anda dan juga adanya jenis alga bersel satu yang menyebabkan air kolam anda berwarna hijau. Mengapa ?
Sebab Nitrat adalah sumber makanan dari lumut dan algae. Semakin tinggi kadar Nitrat di kolam anda maka semakin subur pula lumut dan alga bersel satu dapat hidup disana.

Bila ada sisa kelebihan pakan yang mengambang di kolam anda, segera angkat dan buang, agar tidak mencemari kolam anda.

Disini juga penting untuk diketahui, bahwa lumut dan algae bersel satu (si penyebab air kolam berwarna hijau), sama sama pemangsa Nitrat.

Jadi agar Algae bersel satu tidak bisa hidup dan berkembang biak, biarkan saja lumut tumbuh dan menempel di seluruh dinding kolam. Dengan demikian, semakin banyak lumut yang ada, maka semakin banyak pula memangsa Nitrat sehingga algae bersel satu tidak kebagian makanan.

Algae Memakan Nitrat

Bila Algae bersel satu tidak kebagian Nitrat sebagai makanannya, maka akan sulit hidup  dan berkembangbiak sehingga kolam anda terbebas dari air hijau. Itulah pentingnya lumut berada dikolam anda, yaitu untuk membatasi jumlah alga bersel satu.

Anda tentu seringkali menemui kolam yang penuh lumut, namun airnya tetap bening bukan?

Oleh sebab itu, setiap 2 atau 3 hari sekali, lakukan penggantian air sebanyak maks 25 % saja, untuk mengurangi Nitrat yang berlebihan. Bagaimanapun juga, bila kadar Nitrat yang berlebihan membuat air kolam anda tampak kehijauan.

Coba perhatikan bila ada kolam yang airnya tidak pernah diganti, maka yang terjadi adalah air kolam tersebut tidak bisa tampil sebening Kristal.

Bila Algae tidak kebagian Nitrat sebagai makanannya, maka akan sulit hidup  dan berkembangbiak sehingga kolam terbebas dari air hijau.

Dengan adanya penggantian air kolam secara rutin dengan tujuan untuk membuang kadar Nitrat yang berlebihan. Hal ini akan dapat mengendalikan laju pertumbuhan Lumut dan Algae dikolam anda.

Lumut yang menempel di dinding kolam adalah pakan alami bagi koi anda. Oleh sebab itu, biarkan saja tumbuh dan jangan pernah di kikis habis.  Selain lumut adalah pakan alami bagi koi anda juga berfungsi menekan pertumbuhan Algae penyebab air hijau.

Biarkan saja tumbuh lumut dan jangan pernah di kikis habis. Sselain lumut adalah pakan alami bagi koi, juga berfungsi untuk menekan pertumbuhan Algae penyebab air hijau.

Bakteri Nitrifikasi di dalam filter biologi.

Bakteri Nitrifikasi adalah sebutan bagi bakteri Nitrit dan Nitrat. Ada pertanyaan mendasar lainnya yang patut anda ketahui adalah dimanakah bisa ditemui bakteri bakteri Nitrit dan Nitrat ?
Bakteri Nitrifikasi banyak berada di dalam ruang filter kolam anda. Mereka bersembunyi diantara dan sela-sela media filter yang ada. Rangkaian proses filtrasi seperti ini dikenal dengan sistem filter biologi, yaitu memanfaatkan keberadaan bakteri untuk menetralisir air kolam dari bahaya ammonia.

Apakah diluar bak filter terdapat bakteri nitrifikasi?

Ada, tapi tak sebanyak yang berada di dalam ruang filter, sebab bakteri nitrifikasi butuh tempat persembunyian untuk hidup menetap dan berkembang biak.
Terkait hal ini, apa yang terjadi bila kolam anda tidak menggunakan filter?.
Tentu saja tidak akan banyak tumbuh bakteri nitrifikasi, bukan? Bila jumlah bakteri nitrifikasi relative sedikit jumlahnya, lalu siapa yang akan mengurai ammonia yang terdapat dikolam koi anda?

Selanjutnya apa yang terjadi?
Sudah bisa dipastikan bahwa kadar ammonia di kolam anda makin meningkat dan semakin membahayakan keberadaan koi anda. Itulah alasannya, mengapa anda harus menggunakan sistem filtrasi yang baik yaitu salah satunya dengan Sistem Filter Biologi.

Demikianlah semoga bermanfaat.
Salam #GilaKoi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat