isi Halaman
Home / Filterasi / Mengapa Koi Banyak Mati di Kolam Baru?

Mengapa Koi Banyak Mati di Kolam Baru?

Kolam Baru
Kolam koi yang sudah berjalan lebih dari 2 bulan, maka cukup aman untuk koi.

Ini adalah suatu pengalaman buruk bagi para pehobi pemula, khususnya bagi anda yang punya kolam baru, yang mana beberapa hari kemudian banyak koi yang mati tanpa diketahui sebabnya. Memang secara umum , para pemelihara koi tidak mau bersabar dan ingin cepat-cepat melihat koi berenang di dalam kolam, padahal jika ingin sukses dalam memelihara koi, kuncinya adalah “SABAR”.

Bersabar disini dalam arti untuk memberi kesempatan pada kondisi air kolam agar nyaman bagi koi.   Kolam yang baru selesai dibangun, memang terlihat bersih dan bening tapi ingat,  koi tidak butuh air kolam yang bening tapi air yang yang nyaman bagi mereka untuk hidup.

Kondisi air yang berada di dalam kolam baru, sangat tidak nyaman bagi koi. Memang pada hari ke-1 dan ke-2, koi tampaknya sehat berenang kesan-kemari, tapi sesungguhnya yang terjadi tidaklah demikian. Meski tampak sehat, koi sesungguhnya berada dalam kondisi stres jika berada di dalam kolam baru. Coba amati pada hari ke-3 dan seterusnya, tentu koi anda mulai menunjukkan gejala terkena serangan penyakit kemudia mati.

Mengapa demikian?

Begini analisisnya. Pertama, kolam yang baru selesai dibangun, tentu masih tertnggal sisa-sisa bahan bangunan seperti serbuk2 semen juga kotoran2 kecil lainnya, debu dll  yang tak terlihat oleh mata. Juga selain itu, dinding kolam yang baru dicat, tentu akan menimbulkan bau yang dapat mencemari air kolam. Meskipun air kolam tampak jernih, tapi belum tentu nyaman untuk koi.

Yang kedua, pada ruangan filter (filter chamber) yang mana berisi berbagai macam media filter masih dalam kondisi baru, dalam arti belum bisa berfungsi maksimal untuk menjaga kualitas air. Untuk diketahui, ruang filter dibangun agar dapat berfungsi sebagai sistem filterasi air kolam, yaitu melalui proses filter kimiawi, maupun filter biologi.

Sistem filter yang baik, adalah yang mampu menghasilkan proses filter biologi secara optimal, sehingga dapat diandalkan untuk mempertahankan kualitas air kolam.

Untuk itulah maka diperlukan kesabaran anda, agar tidak terburu-buru memasukkan ikan koi, apalagi yang mahal harganya ke dalam kolam koi baru. Beri kesempatan pada kolam dan filter anda, agar dapat menghasilkan proses filterasi yang baik.

Koi tak butuh air kolam yang bening tapi air yang nyaman bagi mereka untuk hidup.

kolam baru
Selama 2 minggu pertama, jangan masukkan ikan koi, jika kolam anda masih baru. Bersabarlah dulu..

Berikut ini adalah tips dalam mengelola kolam baru :

  1. Hal yang paling penting untuk dipahami adalah jangan pernah menguras habis air kolam. Sekali kolam telah penuh terisi air, biarkan saja dan jangan pernah menguras air seluruhnya. Yang boleh dilakukan adalah mengganti air kolam dengan air baru secara periodik. Mengapa demikian? Sebab dengan menguras air kolam seluruhnya, maka hal ini akan membuat kondisi air kolam menjadi ssngat ekstrim, sehingga koi yang ada tentu akan merasa tidak nyaman. Koi yang tidak nyaman, akan membuat stress dan mudah terserang penyakit.
  2. Untuk kolam baru, setelah seluruh media filter terpasang, maka isi air kolam hingga penuh, dan jalankan pompa filter, agar air dapat bersirkulasi dengan baik. Biarkan saja air kolam dalam keadaan kosong (tanpa penghuni), selama minimal 14 hari. Mengapa perlu dilakukan hal ini? Sebab untuk memberi kesempatan bagi air kolam melepaskan gas2 (seperti bau cat dll)  dan sisa2 kotoran, debu dll tersaring oleh media filter. Bersabarlah menunggu selama 2 minggu pertama.
  3. Jika anda merasa tak sabar dan ingin segera melihat ikan di dalam kolam baru, boleh saja memasukkan ikan di kolam baru namun hanya sebatas sebagai uji coba (tester). Saran saya, masukkan ikan koi yang harganya murah atau ikan konsumsi (ikan mas atau  ikan nila)  juga boleh. Mengapa demikian? Sebab pada 2 minggu pertama adalah masa kritis, dimana resiko kematian koi sangat besar. Jika anda gunakan ikan mas sebagai ikan percobaan, jika matipun, anda bisa langsung menggorengnya bukan?
  4. Selama masa percobaan (uji coba), berikan pakan sedikit saja pada ikan koi percobaan. Mengapa ikan koi pada masa percobaan perlu diberi pakan? Koi yang diberi pakan, tentu akan mengeluarkan kotoran. Kotoran koi dan sisa2 pakan larut dalam air kolam akan tersedot ke dalam bak filter, sebagai makanan bakteri nitrifikasi. Bakteri nitrifikasi inilah yang perlu di upayakan agar dapat cepat berkembang biak di dalam media filter. Salah satunya adalah dengan cara memberi pakan kepada ikan koi.
  5. Secara umum, jika kolam anda sudah ada penghuninya dan secara rutin diberi pakan, maka setelah 2 bulan kemudian, maka bakteri yang ada di dalam bak filter, sudah mulai berkembang biak dan membentu koloni. Jika jumlah bakteri sudah cukup banyak, maka sistem filter biologi sudah bisa diandalkan untuk menjaga kualitas air kolam. Untuk memahami sistem filter biologi, silakan baca disini.
  6. Setelah kolam berjalan 2 bulan, maka bolehlah anda membeli koi sesuai dengan keinginan anda, sebab kondisi air kolam sudah cukup stabil dan kualitas air kolam dapat terjaga kualitasnya. Jika anda pergunakan ikan percobaan, maka setelah 2 bulan, angkat semua ikan percobaan dan ganti dengan koi yang bagus sesuai dengan keinginan anda.

Sebagai kesimpulan atas artikel ini, untuk menghindari kematian koi masal di dalam kolam baru, maka sebaiknya jangan memasukkan koi yang harganya mahal sebelum lewat 2 bulan masa percobaan.

Demikian semoga bermanfaat.

#donibastian

Telah dibaca 672 kali, hari ini 1 kali

Baca juga yang ini..

Berapa Jumlah Koi yang Ideal?

Silakan Login terlebih dahulu, atau klik Register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

KONTAK ADMIN GILAKOI.COM

Silakan mengirim pesan kepada kami, atau kontak WA 0812 9429 1117. Terimakasih

X
Kontak Admin