Cara Praktis Memijahkan Koi – Bagian II

Klik disini untuk membaca artikel Bagian I

 

spawning koi
Pasangan induk koi yang siap pijah

Proses Memijahkan Koi

Setelah kolam pemijahan selesai dibuat, maka dapat diisi air setinggi 30 cm. Pasang aerator (pompa udara) untuk menambah kandungan oksigen yang terlarut didalam air. Biarkan pompa udara bekerja non stop selama 24 jam.

Selanjutnya masukkan egg media (spawning rope/brushes) dan diamkan selama sehari semalam untuk menambah kandungan oksigen di dalam air kolam pemijahan.

Jangan lupa, gunakan jaring atau net sebagai penutup kolam pemijahan untuk menghindari koi melompat keluar kolam. Dengan demikian kolam pemijahan telah siap digunakan.

net
Pergunakan jaring (net) untuk menghindari koi melompat keluar kolam

Hari berikutnya, pada sekitar pukul 15.00 (jam 3 sore), tambahkan air baru ke dalam kolam pemijahan hingga setinggi 40 cm, dengan maksud untuk meningkatkan suhu air sebab Koi biasannya akan memijah pada suhu air yang hangat.

Setelah itu masukkan semua koi jantan sebanyak 2 atau 3 ekor, tanpa koi betina. Biarkan para pejantan terlebih dahulu berenang-renang dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Baru kemudian setelah berselang 2 jam, tiba gilran koi betina dimasukkan ke dalam kolam pemijahan.

Para koi pejantan yang telah lebih dahulu berada di dalam kolam, begitu melihat ada seekor koi betina yang baru masuk, maka merekapun segera menghampiri, mengejar-ngejar dan seolah tak sabar untuk segera membuahi.

Kondisi dimana koi betina yang terus dikejar-kejar oleh para pejantan ini akan berlangsung hingga tengah malam. Pada waktu sepertiga malam terakhir, biasanya sekitar jam 2 pagi, proses pemijahanpun dimulai. Sedikit demi sedikit, induk betina mengeluarkan telurnya. Proses pemijahan ini berlangsung sampai beberapa jam, tergantung banyaknya telur yang dikandung oleh induk koi betina.

Yang perlu menjadi perhatian selama proses pemijahan, adalah bahwa anda harus terus memantau proses pemijahan tersebut dengan maksud agar setelah seluruh telur telah dikeluarkan oleh Induk Koi, maka semua koi, baik koi betina dan pejantan, harus segera dipindahkan dari kolam pemijahan.

Read More

Mengapa? Sebab setelah pemijahan selesai, koi akan merasa lapar dan telur-telur yang ada akan disangka sebagai makanan dan akan dilahap oleh mereka. Oleh karena itu segera angkat semua koi yang ada agar seluruh telur yang ada akan terselamatkan.

Cara tradisional untuk merangsang pemijahan koi

Meski seluruh persiapan telah dilakukan dengan baik, namun proses pemijahan bisa saja tidak atau belum terjadi. Bila demikian, maka keesokan harinya angkat induk koi betina dari kolam pemijahan dan masukkan ke dalam kolam lainnya. Tunggu hingga menjelang sore, dan anda bisa mengulangi lagi tahap demi tahap sesuai uraian diatas.

Ada beberapa cara tradisional untuk merangsang induk koi segera memijah yaitu antara lain dengan memasukkan putih telur ayam mentah kedalam kolam pemijahan. Hal ini dimaksudkan untuk menimbulkan aroma khusus yang membuat koi dapat segera berpijah.

Selain itu, bisa juga dengan cara memasukkan potongan bata merah (bahan bangunan) yang telah di jemur di bawah terik matahari terlebih dahulu. Gunakan bata merah yang telah kering tersebut sebanyak kurang lebih 15-20 potong dan diletakkan secara acak dan tersebar di dasar kolam, sebelum induk koi betina dimasukkan ke dalam kolam pemijahan.

Batu bata tersebut tersebut diyakini akan menebarkan aroma tanah alami (bhs jawa: angpo) dalam air, sehingga koi merasa berada pada habitat aslinya dan merangsang untuk segera bertelur.

Penutup

Dari uraian diatas, untuk memijahkan koi, maka hal terpenting dari semuanya itu adalah anda harus memastikan bahwa induk koi betina benar-benar telah siap pijah. Sebab bila telur-telur koi belum matang, maka proses pemijahan secara alami tak akan pernah terjadi.

Demikianlah semoga bermanfaat.

Salam #Gilakoi.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment