Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Besar

Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Besar – Ikan patin merupakan ikan yang memiliki pertumbuhan cepat, sehingga budidaya ikan patin menjadi alternatif dalam menangani hal tersebut.

Perlu Anda tahu budidaya ikan patin di kolam tergolong sangat cepat, dalam waktu 6 bulan ikan ini bisa tumbuh dengan panjang mencapai 35-40 cm dengan berat 1 kg, selama pemeliharaan dilakukan secara teratur.

Selain itu, harga jual ikan patin juga tergolong cukup tinggi, dan peminatnya tidak kalah banyak dengan jenis ikan lainnya. Jadi Anda bisa memperoleh untung cukup besar dari bisnis ini.

Hal yang menarik lagi ikan patin banyak dicari pembeli karena kaya akan kandungan gizi dan manfaat. Ikan patin memiliki kandungan lemak rendah ketimbang jenis ikan lainnya. Kandungan lemak esensial DHA (4,74 %), EPA (0,31 %), dan lemak tak jenuh USFA (50%). Artinya ikan patin memiliki kandungan kolesterol rendah (21-39 mg/100 gram), maka bagus untuk dikonsumsi dan cocok untuk Anda yang sedang menjalankan program diet.

Dengan demikian, meski harganya cukup tinggi ikan patin tidak pernah sepi peminat.

Hal yang menarik bukan untuk dijadikan peluang bisnis? Nah, jika Anda masih pemula dan ingin membudidaya ikan patin tetapi belum mengetahui caranya, Anda tidak perlu khawatir. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai cara budidaya ikan patin agar cepat besar bagi pemula. Yuk, simak berikut pembahasannya.

Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Besar

1. Mempersiapkan Kolam Untuk Budidaya Ikan Patin

Pertama, Anda perlu mempersiapkan kolam sebagai tempat untuk ikan patin budidaya Anda. Anda dapat menggunakan beberapa media seperti kolam, kolam terpal maupun jaring apung atau terpal. Mempersiapkan kolam untuk tempat budidaya sangatlah penting, karena akan menunjang proses perawatan bibit serta perkembangan bibit hingga masa panen.

Apabila kolam yang Anda miliki tidak cukup baik, maka akan memungkinkan membawa penyakit kepada ikan Patin serta menyebabkan hasil panen yang tidak baik.

Read More

2. Memilih Bibit Ikan Patin

Setelah proses persiapan kolam, tahapan selanjutnya adalah memilih bibit ikan Patin. Anda perlu memilih bibit ikan Patin yang berkualitas, agar resiko terkena penyakit lebih sedikit. Selain itu Anda perlu menentukan jenis ikan Patin yang mana yang akan Anda budidayakan.

Adapun beberapa ciri-ciri dari bibit ikan Patin yang memiliki kualitas baik.

  • Ukuran kepala serta badan bibit seimbang, tidak terlalu besar maupun terlalu kecil.
  • Bibit ikan bergerak dengan lincah.
  • Memiliki warna tubuh yang cerah.
  • Pastikan bibit ikan berasal dari indukan ikan yang berkualitas atau memiliki sertifikasi.
  • Menanyakan penggunaan antibiotic, vitamin hingga probiotik dari bibit ikan agar Anda dapat mengenali penyebab terjangkitnya hama maupun penyakit apabila menyerang ikan Patin Anda.

3. Memberi Pupuk Sebelum Menebar Bibit Ikan

Selanjutnya yaitu memberi pupuk sebelum menebar bibit ikan Patin. Pemberian pupuk ini perlu Anda lakukan apabila Anda memilih menggunakan kolam lumpur atau tanah sebagai media pembudidayaan ikan Patin. Pemberian pupuk bertujuan untuk merangsang pertumbuhan makanan alami ikan, sehingga meningkatkan produktivitas kolam.

Anda dapat menebarkan pupuk hijau bahkan pupuk kendang sebanyak 500 gr hingga 700 gr untuk merangsang pertumbuhan pakan alami seperti tumbuh-tumbuhan.

4. Isi Air yang Berkualitas

Sebagai pembudidaya, Anda perlu mengontrol kualitas air agar ikan Patin merasa nyaman dan tidak sakit. Anda dapat menambahkan emolin atau blitzich ke dalam kolam agar menghambat pertumbuhan jamur, selain itu Anda perlu memerhatikan suhu air yang berkisar 26-28 derajat celcius serta memeriksa pH air, pH air yang baik untuk ikan Patin adalah 6,5 sampai 7 tidak terlalu asam serta tidak terlalu basa.

5. Menebarkan Benih Ikan Patin

Tahapan yang kelima adalah siap untuk menebarkan benih ikan Patin. Untuk kolam berukuran 1 m Anda dapat menebar benih sebanyak 20 hingga 30 ekor saja, sebaiknya Anda tidak menyebar terlalu banyak benih agar kondisi kolam tidak terlalu padat, sehingga dapat menghambat pertumbuhan ikan.

Sebaiknya, Anda perlu memberikan treatment aklimatisasi serta memastikan bahwa pakan alami seperti plankton telah tumbuh dalam kolam. Berikut beberapa tahapannya:

  • Memastikan kolam memiliki kedalaman sekitar 50 cm.
  • Memasukan plastic yang berisi benih ikan Patin ke dalam kolam selama 20 menit untuk menyesuaikan suhu.
  • Anda dapat melakukan proses penebaran benih pada sore atau pagi ketika suhu air tidak terlalu panas.
  • Menyesuaikan kepadatan benih dengan ukuran kolam.

6. Memberi Pakan Yang Berkualitas

Pemberian pakan tentu akan memengaruhi pertumbuhan ikan, apabila Anda memberikan pakan yang berkualitas maka ikan Patin dapat tumbuh dengan maksimal serta mencapai target berat sesuai dengan permintaan pasar.

Menumbuhkan pakan alami di kolam budidaya ikan akan membuat ikan Patin merasa tidak bosan serta Anda dapat menghemat biaya pakan. Selain pakan alami tentu Anda perlu menambah pakan ikan dengan menggunakan pelet. Pilihlah pelet yang memiliki kandungan protein tinggi, Anda dapat memberikan pakan lain seperti kerrang, keong dan lain-lain.

Anda perlu memerhatikan kandungan pakan yang akan Anda berikan. Usahakan bahan baku pakan ikan tidak mengandung karoten yang terlalu tinggi, serta proses produksi pakan ikan higienis. Gunakan pakan dengan kandungan yang sudah sesuai dengan SNI serta tekstur pakan tidak mudah hancur dalam air. Buku Memberikan Pakan Unggulan untuk Ikan Patin dibawah ini membahas jenis pakan yang baik untuk diberikan pada ikan patin.

7. Merawat Ikan Patin dengan Baik dan Benar

Proses perawatan atau pemeliharaan ini perlu Anda lakukan dengan tekun dan rajin setiap hari hingga masa panen tiba. Sebaiknya Anda melakukan pergantian air selama 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Cara pengurasan air tersebut harus Anda lakukan secara bertahap, jangan kosongkan seluruh air dalam kolam, agar ikan tidak kaget. Anda perlu segera menambahkan air setelah volume serta debit air berkurang.

Selain mengganti air kolam secara berkala, Anda juga perlu memerhatikan ikan apabila terjangkit penyakit atau hama. Anda perlu mengetahui gejala awal ketika ikan sakit agar tidak terjadi penyebaran. Anda dapat melakukan pencegahan hama dengan menggunakan sinar lampu agar ikan Anda terbebas dari hama maupun penyakit.

8. Panen Ikan Patin

Tahap terakhir yaitu memasuki masa panen ikan Patin. Ikan patin hasil budidaya dapat Anda panen setelah 5 hingga 6 bulan setelah penyebaran benih.

Selama proses panen, Anda perlu melakukan panen dengan hati-hati serta memerhatikan beberapa hal berikut ini.

  • Menguras kolam sebanyak 1/3 bagian dari kolam.
  • Memanen dengan menggunakan jaring.
  • Memanen dengan hati-hati, karena ikan Patin memiliki patil.
  • Memasukan ikan hasil panen dalam air bersih dengan temperatur air 20 derajat celcius.
  • Memanen pada pagi atau sore hari.
  • Memuaskan ikan Patin sehari sebelum masa panen.
  • Memanen dengan menggiring ikan ke salah satu sisi  kolam menggunakan jaring.
  • Sebelum mengemas hasil panen, cuci ikan hingga bersih dan beri es selama pengiriman ikan.
  • Hindari memanen ikan Patin ketika matahari terik.
  • Hindari pula melakukan pengangkutan ikan pasca panen pada siang hari atau ketika matahari terik.
  • Berikanlah es yang cukup agar tidak terjadi pembusukan pada ikan Patin yang telah dipanen.

Harga ikan Patin di pasaran dapat mencapai Rp 30.000 per ekornya bergantung seberapa berat ikan Patin. Selain menjual per-ekor Anda dapat menjual ikan Patin menjadi hasil olahan ikan. Idealnya, ikan Patin yang layak panen memiliki berat sekitar 500 gr hingga 1kg. Untuk mencapai berat tersebut dalam sekali panen, Anda perlu memerhatikan pakan, nutrisi tambahan yang dimakan oleh ikan Patin hingga kondisi lingkungan.

Itulah pembahasan mengenai cara budidaya ikan Patin agar cepat besar bagi pemula. Semoga bermanfaat, ya!

Related posts