Koi Sanke (Taisho Sanshoku) – Kajian Lengkap

Taisho Sanshoku (Sanke)

Definisi dan Sejarah

Koi yang memiliki warna merah dan hitam dengan dasar putih dikenal dengan Taisho Sanshoku atau popular dengan sebutan singkat ‘Sanke’. Kata ‘Sanshoku’ dalam bahasa Jepang  artinya ‘3 warna’, dan ‘Taisho’ diambil dari nama Kaisar Jepang ketika Koi ini mulai popular yaitu pada Era Taisho (1912 – 1926). Tidak diketahui secara pasti bagaimana awal diketemukannya, namun diperkirakan pada pertengahan Era Meiji yaitu sekitar tahun 1900-an.

Pada awalnya, kombinasi pola warna merah, hitam maupun putih pada Sanke masih tampak terpisah-pisah, tidak seperti yang ada sekarang. Kemudian Eizaburo Hoshino dari daerah Takezawa yang pertama kali membudidayakan Sanke hingga menjadi lebih baik. Sanke dikembangkan lebih serius dengan menggunakan beberapa induk pilihan untuk menghasilkan garis keturunan (blood line) Jinbei, Torazo dan Sadazo.

Karakter Koi Sanke

Sanke adalah salah satu dari 13 varitas koi yang memiliki karakter unik sebagai berikut :

Pola Warna Merah

Pola merah (hi) pada Sanke, adalah seperti halnya pada Kohaku. Jadi untuk menilai kualitas pola merah pada Sanke mengikuti aturan pada Kohaku.

Pola Warna Hitam

Pola hitam (sumi) bersifat minor, relatif lebih sedikit proporsinya dibandingkan warna merah. Biasanya berupa bercak-bercak atau jika membentuk pola maka tak selebar pola merah.

Sumi yang pekat, mengkilat dan berada di atas putih atau dikenal dengan Tsubo Sumi lebih disukai.
Sedangkan warna hitam diatas merah dinamakan Kasane Sumi.

Warna Putih

Ibarat sebuah lukisan, warna putih pada Sanke sebagai dasar. Warna putih yang seputih salju (snow white) adalah salah satu faktor dominan untuk menentukan kualitas Sanke. Di berbagai kontes Koi, Sanke dengan warna putih seputih salju, seringkali tampil sebagai pemenang.

Memang tak mudah untuk menemukan Sanke dengan kualitas warna putih yang seputih salju, namun hal ini sebagai pertimbangan utama dalam memilih Sanke yang berkualitas.

Kombinasi warna

Bila ketiga warna tersebut berbaur di bagian kepala hingga menjelang ekor, maka akan tampak seperti pola Kohaku dengan warna hitam sebagai aksen atau penyeimbangnya

Misalnya saja, jika terdapat pola merah yang melebar ke sisi sebelah kiri pada area punggung Koi, maka warna hitamlah sebagai penyeimbangnya. Kadangkala perlu pola hitam seperti gambar bekas tapak kaki yang membuat penampilan Sanke semakin elegan.

Tejima Koi Sanke
Tehima

Tejima

Idealnya, Sanke memiliki sirip yang terbebas dari warna merah dan terdapat 2 atau 3 garis hitam atau dikenal dengan ‘Tejima’. Semakin sedikit jumlah garis, makin tampak elegan.

Tejima di kedua sirip Koi yang benar-benar sama, baik bentuk maupun jumlahnya, sangat jarang atau bahkan tidak ada. Tejima juga berfungsi sebagai penyeimbang pola secara keseluruhan.

Pada umumnya, Tejima terdapat pada salah satu sirip Sanke, namun bukan berarti bahwa setiap Sanke selalu memiliki Tejima.

pola Koi sanke
Aneka pola Sanke

Jenis Pola

Berikut ini adalah beberapa pola Sanke :

Koi Sanke

Tipe Sanke lainnya

Ciri-ciri Sanke yang kurang disukai

1. Warna Merah bersifat minor atau berupa bintik-bintik (spots) dan tidak membentuk pola yang cukup lebar.
2. Terdapat banyak bintik-bintik (spots) warna hitam dan terkesan kotor.
3. Warna putih tidak bersih atau berwarna kekuning-kuningan.

koi sanke

Tips Memilih Sanke

Taisho Sanshoku atau biasa dipanggil “Sanke” adalah salah satu varitas koi yang banyak penggemarnya. Seperti namanya “Sanshoku” yang berarti 3 warna, maka tubuh Sanke punya warna dasar putih dengan pola merah dan bercak hitam.

Pola Merah.

Pertama-tama, bila anda ingin memilih sanke, amati pola warna merahnya. Pola merah (hi) pada sanke, adalah seperti pola kohaku. Jadi menurut saya, pola merah pada sanke  pada dasarnya mengikuti aturan pola merah milik kohaku. Apakah 2 step (Nidan), 3 step (sandan) atau 4 step (yondan).

Jadi dengan demikian, pola merah pada sanke yang baik, seyogyanya mengikuti sebagaimana halnya pola milik kohaku, sedangkan warna hitam sebagai aksen atau penyeimbangnya saja.

Pola Hitam

Pola hitam pada sanke adalah bersifat minor, artinya relatif lebih sedikit proporsinya dibanding warna merah. Warna hitam pada sanke, biasa berupa bercak-bercak, atau bila membentuk pola maka tidak akan selebar pola merahnya. Warna hitam (sumi) yang disukai pada sanke adalah yang berada diatas warna putih atau dikenal Tsubo Sumi. Sedangkan warna hitam diatas merah adalah dinamakan Kasane Sumi.

Warna Putih

Warna putih pada sanke ibarat sebagai dasar lukisan. Mungkin anda telah seringkali melihat Sanke, tapi yang punya warna putih seputih salju cukup jarang ditemui bukan?

Salah satu faktor dominan untuk mengukur kualitas sanke adalah warna putihnya. Diberbagai kontes Koi yang ada, Sanke dengan warna putih seputih salju, banyak tampil jadi pemenang.

Memang cukup sulit mencari sanke dengan kualitas putihnya seputih salju, namun demikian ini hanya sebagai acuan saja, untuk mengukur kualitas dari Sanke. Jadi pilihlah Sanke yang warna putihnya cenderung putih bersih.

Kombinasi warna

Dari uraian diatas, anda tentu sudah ada gambaran. Bila ketiga warna tersebut berbaur di sepajang kepala hingga ekor Sanke, maka tentu anda ingin melihat pola merah Kohaku yang dominan dengan warna hitam sebagai penyeimbang dan putih sebagai warna dasarnya.  Itulah Sanke yang sempurna.

Misalnya saya, pola merah yang melebar ke sisi sebelah kiri  pada area punggung koi, maka warna hitam lah sebagai penyeimbangnya. Kadangkala perlu pola hitam yang seperti bercak-bercak atau tapak kaki, membuat Sanke makin tampil elegan.

Tejima Pada Sirip Sanke

Sanke yang bagus, pada siripnya tanpa sedikitpun warna merah dan tampak ada garis hitam atau dikenal dengan istilah TEJIMA. Idealnya pada kedua sirip Sanke ada Tejima yang terdiri dari 2 atau 3 garis warna hitam. Tejima di kedua sirip koi yang benar-benar sama bentuknya, sangat jarang atau bahkan tidak ada. Biasanya Tejima hanya ada di salah satu sirip sanke atau di ada kedua siripnya, tapi berbeda bentuk dan pola. Di salah satu siripnya misal ada 2 strip, tapi di sirip lainnya mungkin hanya 1 strip saja.

Untuk Sanke yang ideal, setidaknya perlu ada Tejima di salah satu siripnya.

sanke2

Salah satu faktor dominan untuk mengukur kualitas sanke adalah warna putihnya. Diberbagai kontes Koi yang ada, Sanke dengan warna putih seputih salju, banyak tampil jadi pemenang.

Memang cukup sulit mencari sanke dengan kualitas putihnya seputih salju, namun demikian ini hanya sebagai acuan saja, untuk mengukur kualitas dari Sanke. Jadi pilihlah Sanke yang warna putihnya cenderung putih bersih.

Sanke Jinbei dan Matsunosuke

Bagi pecinta koi, tentu tak asing lagi dengan varitas koi yang satu ini. Sesuai dengan namanya ‘Sanshoku’ Koi yang memiliki 3 warna ini sangat populer dengan sebutan singkat ‘Sanke’. Jika anda cukup jeli mengamati   warna pada koi Sanke, maka sesungguhnya  terdapat 2 jenis karakter warna yaitu dari garis keturunan (bloodline) Jinbei dan Matsunosuke.

Sejarah dan Keunggulan Sanke Jinbei

Sanke Jinbei pertama kali diproduksi pada sekitar tahun 1950 – 1960, tepatnya oleh  Jinbei Koi Farm yang berlokasi di desa Budokubo Jepang. Kala itu, Hajime Watanabe menggunakan induk dari garis keturunan Torazo Sanke yang dikembangkannya sendiri, hingga memperoleh Sanke dengan ciri khas pada warna hitam (sumi) yang sangat pekat (tajam).

Untuk mengetahui seperti apa induk Sanke Jinbei dapat dilihat pada lukisan berikut ini :

Jinbei Oyagoi
Lukisan cat minyak ini menunjukkan gambar pasangan induk pertama dari Sanke Jinbei

Pada lukisan kuno milik keluarga Watanabe tersebut sangat jelas menggambarkan induk koi (oyagoi) Sanke yang memiliki karakter sumi yang pekat diatas warna putih (tsubosumi).  Dari kedua induk sanke itu kemudian dihasilkan Sanke dengan karakter warna hitam yang pekat dengan pola yang lebar.   Oleh karena memilki karakter sumi yang khas itulah, maka nama Sanke Jinbei ini menjadi sangat populer.

Berikut ini contoh Sanke Jinbei :

koi sanke

Sejarah dan Keunggulan Sanke Matsunosuke

Tersebutlah nama sebuah peternakan Koi di Jepang  yaitu Yamamatsu Koi Farm yang kemudian dikenal dengan Matsunosuke. Pada awalnya, sekitar tahun 1974,  Toshiyuki Sakai (Toshio Sakai) mengembangkan sanke yang terkenal keindahannya, namun sayang tak bisa tumbuh besar.

Karena tak ingin dikenal sebagai produsen koi pendek, maka Toshio kemudian bertekad untuk memperbaiki hasil produksinya agar dapat memperoleh Koi besar (jumbo)

Sementara itu, saudara laki-lakinya yang mengelola Yamanashi Koi Farm membeli Sanke betina yang baik. Kemudian dibesarkan dan kemudian dikawinkan dengan koi jantan miliknya. Hasilnya adalah koi sanke dengan badan yang panjang tapi  tampak kurang ‘bulky‘ (kekar)

Toshio kemudian mengambil risiko dengan melakukan perkawinan silang antara Magoi betina berukuran 130 cm (52 ​​inch) dengan Sanke jantan miliknya.  Anak koi pertama hanya memiliki bintik-bintik hitam. Tetapi sedikit demi sedikit berubah menjadi pola hitam yang besar dan tebal.

Walhasil, usaha Toshio itupun berbuah manis. Sanke yang diproduksinya memang benar-benar mampu  tumbuh besar menjadi koi jumbo, juga dengan bentuk badan yang bagus (bulky).

Pada puncaknya, Sanke produksi Toshio Sakai akhirnya berhasil memenangkan Grand Champion pada kontes koi All Japan Combined Nishikigoi Show 2 tahun berturut turut yaitu 1994 dan 1995.

Sejak saat itulah,  Sanke ini menjadi terkenal diseluruh dunia dengan nama Matsunosuke.

koi sanke
2 ekor sanke Matsunosuke memenangkan kontes koi All Japan Combined Nishikigoi Show tahun 1994 dan 1995

Keunggulan dari Sanke Matsunosuke adalah dari komposisi pola dan kualitas warnanya yang indah, juga bentuk badannya yang cepat besar menjadi  koi jumbo.

Jinbei VS Matsunosuke

Sampai sekarang, Sanke yang banyak dipelihara oleh para pecinta koi di Indonesia memiliki garis keturunan (bloodline) dari 2 Sanke ini,  yaitu Jinbei dan Matsunosuke. Agar lebih jelasnya bisa dibandingkan pada gambar berikut ini :

koi sanke
A, Jinbei B. Matsunosuke

Gambar diatas sebatas untuk menunjukkan perbandingan karakter  warna khususnya sumi (hitam). Pada Sanke Jinbei, pola warna hitam cenderung lebih lebar dibandingkan dengan Sanke Matsunosuke. Sedangkan untuk kualitas warna hitam, pada Jinbei cenderung memberi kesan pekat dan tajam.

Mana yang lebih bagus?

Keduanya sama-sama memiliki potensi menjadi koi yang bagus dan tampil sebagai Koi juara kontes. Sebab dalam menilai kualitas sanke yang terutama adalah bentuk badan. Selain itu adalah kualitas kualitas warna, dan juga komposisi pola.

Selain Jinbei dan Matsunosuke, masih ada beberapa bloodline lainnya namun tidak cukup populer di kalangan masyarakat pecinta koi, diantaranya Sadazo, Torazo, Sensuke dll. namun akan kita bahas di lain kesempatan.

Demikianlah uraian lengkap tentang Koi Sanke  (Taisho Sanshoku) semoga bermanfaat.

#gilakoi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat