Koi Kropyok Kualitas Rendah Dengan Harga Murah

Apa itu Koi Kropyok?

Koi kropyok atau ada juga yang menyebutnya ‘Koi Bahro’ adalah kelompok koi yang memiliki kualitas rendah. Karena kualitasnya yang rendah, maka koi ini dijual dengan harga yang sangat murah di pasaran.

Keberadaan Koi Bahro berawal dari proses budidaya yang dilakukan oleh petani koi (koi breeder). Sebagaimana diketahui, dalam suatu proses pemijahan koi, biasanya diperoleh burayak koi yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan ribu ekor.

Jika pasangan induk koi memiliki kualitas yang baik, maka dari sekian banyak burayak yang berhasil diproduksi, maka hanya sekitar 2-3 % saja yang berkualitas baik. Jadi sesungguhnya jumlah Koi Kropyok justru jauh lebih banyak dibandingkan koi yang berkualitas.

Oleh sebab itu perlu dilakukan seleksi burayak atau yang dikenal dengan istilah ‘culling‘. Mengapa diperlukan proses seleksi terhadap burayak koi?

Hal ini semata-mata untuk melakukan efisiensi terhadap biaya perawatan koi. Seekor koi yang berkualitas dan koi kropyok membutuhkan perawatan yang sama. Sehingga dengan demikian, jika seluruh koi dipelihara, termasuk yang tidak berkualitas (kroprok), maka tentu akan membutuhkan biaya yang tinggi.

Untuk diketahui, biaya perawatan burayak koi antara lain pakan dan obat-obatan juga kebutuhan wadah pemeliharaan atau kolam.  Semakin banyak burayak koi yang dipelihara tentu juga membutuhkan tempat pemeliharaan yang lebih besar pula.

Selain itu, jika biaya perawatan tinggi, sedangkan koi yang dipelihara adalah kelompok koi kropyok, maka petani koi tak akan bisa memperoleh keuntungan maksimal sebab harga koi kropyok sangat murah dan bahkan sulit untuk mencari pembelinya.

Koi Yang Dibuang

Koi Kropyok sesungguhnya koi yang ‘dibuang’ atau dengan kata lain tidak berharga jika dipelihara dan hanya membuang-buang biaya saja. Biasanya Koi Bahro yang diperoleh dari proses seleksi itu dibuang atau kadang dikumpulkan dan dijual untuk pakan ikan Arowana dan ikan hias jenis predator lainya. Harganya juga sangat murah.

Memelihara Koi Kropyok

Meskipun Koi Bahro ini berkualitas rendah, namun masih banyak dijual di pasaran. Mungkin para petani merasa sayang jika dibuang  dan tetap ikut dibesarkan untuk dijual. Barangkali untuk memenuhi permintaan para pemelihara koi yang tak peduli dengan kualitas, asalkan murah dan dapat dipelihara di kolam mereka.

Memang, setiap orang berhak memelihara koi sesuai dengan keinginan masing-masing. Ada yang mengutamakan kualitas dan ada pula yang mengutamakan harga yang murah, yang penting punya peliharaan ikan koi.

Namun demikian, artikel ini diturunkan untuk membuka wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca agar bisa mengetahui apa dan bagaimana mengetahui Koi Kropyok agar tidak membelinya dengan harga yang terlalu tinggi (mahal).

Ciri-ciri 

Bagi para pemula atau yang baru pertama kali mengenal dan memelihara koi, tantu tak mengetahui bagaimana menilai kualitas koi. Yang penting suka, maka okelah. Namun demikian jika anda membeli koi, tentu sebaiknya memperoleh koi dengan harga yang sesuai dengan kualitasnya.

Berikut ini adalah 5 ciri-ciri koi bahro :

1. Bentuk Badan Pendek

Pertama kali yang perlu anda perhatikan adalah bentuk badan koi. Koi Kropyok bentuk badannya pendek atau buntek atau ada yang menyebutnya ‘bogel’. Koi seperti ini tak akan bisa tumbuh panjang dan besar. Kalaupun bisa besar hanya di bagian perutnya saja, seperti koi yang sedang menggendong telur. Koi yang badaannya pendek, sangat sulit tumbuh besar meski sudah dipelihara bertahun-tahun dan hanya menghabiskan biaya pakan.

2. Bintik-bintik Warna (Spot)

Ciri kedua adalah terdapat banyak bintik-bintik warna (spot). Biasanya penampilan koi kropyok tampak kotor, karena terdapat bintik bintik-bintik warana hitam atau merah. Meskipun warnanya pekat tapi jika banyak terdapat bintik-bintik warna maka koi tak berharga.

3. Warna merah pudar atau tidak merata

Ciri lainnya adalah warna koi pudar tidak pekat dan tidak merata. Misalnya saja pada jenis Kohaku untuk warna merah cenderung kekuning-kuningan atau ada pula yang warnanya merah pekat tapi tidak merata.

4. Warna putih kekuning-kuningan

Koi Bahro warna putihnya kekuning-kuningan. Warna putih pada koi sebaiknya benar-benar putih bersih seperti putih salju.

5. Warna merah tidak membentuk pola

Misalnya untuk warna merah pada Kohaku atau Sanke, maka pola warna merah pada koi kropyok tidak membentuk pola yang lebar atau polanya kecil-kecil dan tidak beraturan.

Jika salah satu dari ciri-ciri tersebut terdapat pada koi, maka dapat dikatakan bahwa koi tersebut termasuk dalam kelompok koi bahro.

Koi kropyok
Contoh Koi Kropyok, banyak bintik-bintik warna dan tak punya pola

Harga Koi Kropyok

Sesungguhnya tidak ada standar harga koi. Berbeda dengan ikan konsumsi yang dijual berdasarkan berat badannya. Harga Koi tidak ditentukan oleh berat badannya, namun terdapat kriteria tertentu untuk mengukur kualitasnya. Bagaimana cara menilai kualitas koi dapat dibaca pada artikel berikut ini :

Bagaimana Cara Menilai Kualitas Koi?

Harga Koi tak ada standar memang benar, namun dengan asumsi koi memiliki kualitas tertentu. Jika koi tak punya kualitas alias koi kropyok, maka harganya rendah atau murah. Berikut ini perkiraan harga Koi Kropyok di pasaran :

  • Ukuran dibawah 20 cm tak lebih dari Rp. 15.000,-/ekor
  • Ukuran 20-30 cm tak lebih dari Rp. 25.000,- /ekor
  • Ukuran 30-40 cm tak lebih dari Rp. 50.000,-/ekor
  • Ukuran 40-50 cm tak lebih dari Rp. 75.000,-/ekor

Demikianlah semoga bermanfaat

#donibastian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat