Koi Kohaku – Informasi Lengkap

Mengenal Koi Kohaku

Koi Kohaku – ‘Kohaku ‘dalam bahasa Jepang berarti merah dan putih. Koi Kohaku adalah salah satu varitas koi yang selalu dibicarakan lebih dahulu dibandingkan varitas yang lainnya. Bukan hanya karena kohaku yang diketemukan pertama kali, tetapi karena sosok Kohaku ini memang istimewa.

Dengan hanya dua warna saja, Kohaku terkesan sangat elegan. Kesederhanaan warna yang ada pada punggungnya, membuat Kohaku akan terlihat kontras bila berada di dalam kerumunan koi lainnya.

Dalam dunia koi terdapat perumpamaan:

Keeping Koi begins and ends with the kohaku”, maksudnya adalah bahwa pada setiap pandangan pertama, setiap orang akan cenderung tertarik pada kecantikan kohaku. Kemudian barulah dipilih varitas lainnya seperti Showa, Sanke, Ogon dll. Bagi para pecinta sekaligus kolektor koi yang telah malang melintang berburu berbagai varitas koi lainnya , pada akhirnya pilihan mereka akan kembali kepada Kohaku. Dengan demikian, sebenarnya kohaku  adalah model pertama Koi.

Awal mula Kohaku

Pada sekitar tahun 1820, ikan karper yang berwarna merah dan putih diketemukan. Melalui proses mutasi, koi yang berwarna merah dilehernya tersebut, di Jepang dikenal dengan ‘Hookazuki’ (dari kata Kazuku artinya keluarga) dari induk Karper hitam.

Kemudian koi berwarna putih lahir dari ‘Hookazuki’. Koi warna putih kemudian dikawinkan dengan Koi warna merah (Higoi). Dari perkawinan tersebut lahirlah Koi Putih dengan bercak warna merah diperutnya yang disebut ‘Haraka’ (Red Belly). Hara artinya datar dan Aka yang artinya merah. Kemudian diternakkan koi dengan bercak warna merah di tutup insangnya yaitu ‘Hoo Aka’ (Red cheeks) atau ‘Era Hi’ (Red Gill). Hi artinya merah.

Pada akhir tahun 1830 lahirlah ‘Zukinkaburi’ (Zukin artinya kerudung, Kaburi artinya memakai, menutup) yaitu koi dengan sebagian warna merah di kepalanya.

Menkaburi’ (Men artinya kedok/topeng) koi warna merah menutupi seluruh kepala dan ‘kuchibeni’ (Kuchi artinya bibir dan beni arinya merah) koi dengan bibir berwarna merah (lipstick).

Koi juga dikenal dengan sebutan Sarasa (Sarasa artinya kain batik, kain cetak) yaitu dengan warna punggung merah dan putih.

Pada era dinasti Meiji, Kohaku telah menyebar ke seluruh penjuru Yamakoshi (sekarang dikenal daerah Niigata) yang mana, Kohaku pertama kali  dibudidayakan oleh seorang petani koi yang bernama Gosuke (nama sebenarnya Kunizo Hiroi) dari desa  Utogi (bagian dari kota Ojiya sekarang).

Kohaku modern kemudian diternakkan dari perkawinan antara koi jantan dengan  pola warna merah berbentuk seperti bunga-bunga dengan koi betina berwarna merah di kepalanya. Kohaku dengan warna merah yang telah terpola dengan baik terus dikembangkan oleh Yagozen dan Buheita.

Warna dan Pola.

koi kohakuWarna putih (shiroji) pada kohaku adalah elemen terpenting. Warna putihnya  benar-benar putih seperti salju, tidak kekuning-kuningan. Kualitas warna merah pada Kohaku yang baik, musti pekat dan merata.

Ada dua jenis warna merah (Hi) pada kohaku, yakni merah berbasis ungu (Gb. 1) dan merah berbasis  oranye (kekuning-kuninganan) (Gb. 2).

Warna merah dengan basis ungu tersebut lebih banyak disukai. Tetapi yang terpenting adalah warna merah harus pekat dan stabil (tidak mudah berubah).

Demikian pula warna merah harus merata dan tidak berbintik-bintik. Seringkali ditemui warna merah pekat hanya di bagian kepala, tetapi warna merah dipunggung tidak merata.

Warna merah yang tidak merata tersebut kurang diminati. Meski demikian, untuk kohaku yang masih kecil, umur dibawah 1 tahun (Tosai), biasanya warna merah belum tumbuh dengan sempurna dan masih tampak oranye. Namun setelah berumur diatas 3 tahun, jika dipelihara dengan baik, maka warna merahnya akan menjadi lebih pekat.

Kiwa

Batas warna merah (kiwa) harus jelas dan tegas, maksudnya tidak ada gradasi warna. Hal ini sebagai salah satu penilaian utama terhadap kualitas Kohaku.

Pola warna merah pada Kohaku sebaiknya menyebar hingga mendekati ekor dan terkesan seimbang (well balanced) di sepanjang punggungnya. Pola yang tidak seimbang, kurang digemari.

Koi yang memiliki kriteria tersebut akan jauh lebih berharga daripada yang banyak kekurangannya.

Bagian Kepala

Pola warna merah harus ada pada kepala Kohaku. Idealnya pola warna merah pada kepala menyebar di bagian kepala membentuk pola yang lebar tetapi tidak mengenai mulut dan mata.  Pola merah di kepala sebaiknya berbentuk bulat oval, tidak bersudut atau lancip atau seperti pisau. Pola pada bagian kepala merupakan salah satu unsur penting dalam menilai kualitas Kohaku.

Bila di kepala tidak terdapat pola warna merah sama sekali, maka secara keseluruhan pola kohaku tidak seimbang, meski pola di punggung hingga ekornya bagus sekalipun. Kohaku ini dikenal dengan istilah Bald Head atau kepala botak. Koi seperti ini kurang diminati para kolektor koi.

Meski demikian, ada pola merah lainnya yang masih  bisa ditolerir  dan justru diperlukan sebagai penyeimbang pola secara keseluruhan pada Kohaku yaitu :

Kuchibeni

Dengan kuchibeni, pola Kohaku pada gambar di atas, tampak lebih seimbang

Kuchi artinya bibir dan Beni artinya merah. Jadi Kuchibeni adalah sebuah pola warna merah yang terletak pada bibir koi (seperti memakai lipstick). Kadangkala, untuk memperoleh keseimbangan pola Hi terutama di bagian kepala, Kuchibeni mutlak diperlukan. Dengan tambahan sedikit Kuchibeni di bibirnya, Kohaku akan tampil lebih ‘cantik’. Sebagai ilustrasi coba anda perhatikan gambar.

Hanatsuki

Pola pada kepala Koi yang berbentuk kerucut kearah mulut disebut Hanatsuki

Beberapa contoh Kohaku Hanatsuki

Menkaburi

adalah pola merah (Hi) yang menyebar dan menutupi seluruh bagian kepala. Sedangkan pola bulat di kepala disebut

Maruten

jika masih terdapat pola lainnya dan

Tancho

adalah satu-satunya pola pada koi yang berbentuk bulat dan  berada tepat di bagian kepala.

Bagian Punggung 

Pola merah pada bagian punggung (dari kepala hingga mendekati ekor) yang lebar terutama pada bagian pundak, banyak diminati. Warna putih diantara pola warna merah di pundak harus terlihat cukup jelas. Dengan demikian Kohaku terlihat lebih menarik.

Beberapa contoh pola merah (hi) pada pundak Kohaku

Bagian ekor

Batas  warna merah pada pola terakhir sebelum ekor disebut ojime. Jarak Ojime dan pangkal ekor harus cukup terlihat. Ojime seharusnya tidak melintas sampai ke sirip ekor. Untuk koi ukuran 50-60 cm, jarak antara Ojime dengan pangkal ekor sekitar 2 cm.  Semakin besar koi, jarak antara ojime dan pangkal ekor juga harus semakin lebar.

Contoh ‘Ojime’ pada beberapa Kohaku

Jenis Pola 

Yang dimaksud pola adalah bentuk warna merah (Hi) yang ada di badan koi, yaitu berupa blok-blok warna yang terpisah oleh warna dasar putih. Pola berbentuk blok yang lebar disebut Omoyo, dan yang kecil disebut Komoyo. Omoyo lebih disukai daripada Komoyo. Jenis pola yang terdapat pada kohaku  adalah sebagai berikut :

  1. Tipe blok (Dan)

Ada beberapa model pola blok pada Kohaku antara lain 2 blok atau Nidan, dari kata ‘Ni’ yang artinya dua dan kata  ‘Dan’ artinya Step atau blok.

Sandan, San artinya tiga, Yondan, Yo artinya empat, dan Godan, Go artinya lima.

Masing-masing blok yang berjajar di sepanjang punggung Kohaku yang tampak seimbang di kedua sisinya, sangat disukai oleh para penggemar koi.

 

  1. Tipe Straight Hi (Renzokumoyo)

Pola Hi pada kohaku dengan tipe straight Hi adalah berbentuk memanjang dan tidak terputus dari kepala hingga menjelang  pangkal ekor.

Pola kohaku semacam ini kurang diminati, sebab terlihat monoton dan kurang dinamis. Walaupun kualitas  warna putih dan merah yang baik, kohaku dengan pola jenis ini tidak akan pernah menjuarai lomba/kontes koi. Namun demikian untuk para kolektor, kohaku straight hi masih layak untuk menghuni kolam mereka.

Namun demikian, ada bentuk pola yang termasuk dalam tipe ini yaitu Inazuma (Lightning Hi) yang mana pola seperti ini sangat unik dan banyak diburu oleh para kolektor.

Inazuma

 (dalam bhs Jepang artinya halilintar) adalah pola pada Kohaku yang berbentuk zig-zag menyerupai halilintar yang memanjang dari kepala hingga menjelang ekor. Pola Inazuma yang seimbang, sangat jarang ditemui. Apabila ada, maka harga Koi tersebut akan setinggi langit.

Berbagai pola Inazuma pada Kohaku
  1. Tipe Tancho

Koi yang hanya memiliki pola tunggal berbentuk bulat di bagian kepala disebut Tancho . Pola Tancho Idealnya bulat dan lebar, tepat ditengah-tengah kepala, tidak sampai menyentuh mata dan mulut. 

Tancho Kohaku
  1. Tipe Lainnya

Pola Kanoko, berbentuk seperti biji tumpah. Pola dasarnya tetap sesuai pola kohaku, tetapi antara blok pola satu dengan lainnya terdapat bintik – bintik seperti biji-bijian yang bertebaran.

Napoleon

Tipe pola di kepala Kohaku ini cukup unik, sebab bentuknya menyerupai topi yang dipakai oleh Napoleon Bonaparte.

Ginrin

Sisik Ginrin  seperti butiran-butiran perak (Gin) yang  tertata rapi dan padat di sepanjang punggung Kohaku. Apabila berada di atas warna merah maka warna Ginrin  menjadi agak kekuningan tapi tampak berkilauan jika diterpa cahaya matahari.

Kohaku Yang Kurang Disukai

Memilih koi untuk dipelihara sendiri, yang penting adalah anda senang, tak usah pedulikan apa kata orang.

Namun demikian, bila anda ingin mengetahui lebih jauh perihal kohaku seperti apa yang kurang disukai oleh para pehobi pada umumnya, anda bisa menyimak gambar-gambar berikut :

 

kohaku
Banyak terdapat bintik-bintik merah (red spot)

 

kohaku
Sama sekali tidak tampak adanya pola ‘hi’

 

menkaburi
Seluruh bagian kepala tertutup warna merah (Menkaburi)

 

15964_thumb
Jarak antara dua pola ‘hi’ yang terlalu jauh

 

spot hitam
Terdapat bintik hitam (spot) meski hanya sebutir pasir

 

mata merah
Bagian mata terkena warna merah

 

spot pada ekor
bagian ekor tidak bersih, ada spot merah

 

spot fins
Bagian sirip tidak bersih (terdapat warna merah)
botak
Bozu (Bald head) alias Kohaku Botak .. 🙂

kohaku type

Pola Merah Pada Kepala Kohaku

Bila anda ingin membeli Kohaku, hal pertama yang harus anda amati adalah bagian kepala. Kepala Kohaku yang baik adalah terdapat pola warna merah. Bila sama sekali tidak ada warna merah dikenal dengan bald head atau kepala botak, orang jepang bilang Bozu.

Jadi, bagian kepala sebaiknya ada pola warna merah yang cukup lebar, maksudnya bukan berupa bintik-bintik, dan berada ditengah (balanced). Juga idealnya pola warna merah tidak sampai menyentuh mata dan mulut. Tapi masih bolehlah kalau hanya menyentuh salah satu mata koi.
Bila ada koi yang pada mulutnya ada warna merah, itu namanya koi bergincu/lipstick atau orang jepang menyebutnya Kuchibeni.

Ada juga polanya yang berbentuk bulat seperti koin dan letaknya tepat ditengah kepala, itu namanya Tancho. Tancho dalam bahasa Jepang berarti kepala. Pada Kohaku dengan pola tancho, tidak ditemukan warna merah di tubuhnya. kecuali hanya di bagian kepala.

Bila masih ada pola warna merah pada Tancho, maka di namakan Maruten Kohaku. Maruten artinya mahkota.
Bila pola merah pada kepala meruncing ke arah mulut namanya Hanatsuki.

Sedangkan warna merah menutupi seluruh bagian kepala, disebut menkaburi. Koi dengan pola menkaburi dan bozu, kurang disukai.

Berikut ini beberapa contoh Kohaku berkualitas tinggi :

kohaku3 kohaku 65

Kohaku sakai 55

Tips Memilih Kohaku

Sesungguhnya tidak ada aturan baku dalam menilai koi khususnya kohaku, tapi apa yang disarankan oleh para pakar koi, bisa kita gunakan sebagai dasar pertimbangan dalam memilih koi yang layak untuk kita pelihara.

Mengapa mengikuti saran para pakar koi dalam menilai koi, sebab mereka tentu telah berpengalaman dalam menilai kualitas koi. Untuk diketahui, menilai koi perlu pegalaman dan jam terbang dalam memelihara dan mengamati kualitas koi.

Berikut ini adalah hal-hal  yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih Kohaku :

1. Bentuk badan

Bagian mulut berbentuk bulat telur. Hindari membeli koi yang mulutnya lancip atau berbentuk seperti segitiga. Badan koi sebaiknya bulat dan panjang, bagian kepala tidak tampak besar dibandingkan punggungnya. Hindari membeli koi yang terkesan buntek atau bogel. Apabila dilihat dari ata seperti torpedo

2. Warna

Hhanya ada 2 warna yaitu merah dan putih. Jangan segan-segan membolak-balik badan koi (tapi jangan kelamaan, nanti yang jual marah wkwkwk) untuk memastikan bahwa tidak ada warna lain selain warna Merah dan Putih. Jangan membeli Kohaku bila masih ada warna hitam meski cuma setitik saja. Jika terdapat setitik warna hitam (black spot) maka akan sengat mengurangi kualitas penampilan dari Kohaku.

3. Kualitas

Kohaku yang baik, warna merahnya pekat, rata dan tidak oranye. Sedangkan warna putihnya bersih dan seputih salju. Tapi untuk warna merah dan putih yang bagus kualitasnya, sangat jarang. Bilapun ada, maka pastilah mahal. Namun demikian, pilihlah Kohaku yang cenderung pekat warna merahnya, dan warna putihnya bersih dan tidak kekuning-kuningan.

4. Pola Merah

Pilih kohaku yang punya pola merah lebar-lebar atau ‘Omoyo’. Jangan membeli Kohaku yang terdapat banyak  bercak-bercak warna merah (Red spot).

5. Sirip

Perlu juga sepintas melihat kondisi sirip Kohaku, apakah lengkap, simetris dan tidak cacat. Kohaku yang baik kualitasnya, memiliki sirip yang putih bersih. Kohaku yang memiliki sirip yang lebar, lebih diutamakan untuk dipilih.

Show Quality

Ada banyak jenis atau varitas Koi. Diantaranya yang paling populer adalah KOHAKU. Koi dengan jenis Kohaku ini mudah sekali di bedakan dari jenis lainnya, sebab Kohaku hanya memiliki 2 warna saja yaitu merah dan putih.

Di pasaran, harga Kohaku pe ekor sangat bervariasi,  tergantung ukuran kualitas pola dan warnanya. Sebagai gambaran, untuk koi ukuran 25-30 cm, jika kualitas koi sedang-sedang saja, maka harganya berkisar antara Rp. 100.000 s/d 300.000. Namun jika koi memiliki kualitas di atas standar, maka harganyapun juga bisa jauh lebih tinggi dan tak ada patokan harganya.

Seekor Kohaku yang memiliki kualitas tinggi atau sering disebut ‘show quality’ maksudnya adalah koi yang layak dikutsertakan dalam kontes koi (koi show), harganya bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah atau malah lebih. Apalagi koi tersebut pernah menang dalam sebuah acara kontes koi.

Kira-kira seperti apa sih, koi yang punya kualitas tinggi (show quality) tersebut ? Berikut ini ulasannya.

MENGENAL CIRI-CIRI KOHAKU BERKUALITAS TINGGI

  1. Bentuk badan

Bentuk badan Kohaku dan koi jenis lainnya, adalah faktor utama yang pertama dinilai dalam menentukan kualitas koi. Bentuk badan koi yang ideal adalah seperti bentuk ‘torpedo’ yang bulat dan panjang. Jika dilihat dari atas, maka bagian punggung tampak sedikit lebih lebar dibandingkan bagian kepala, atau yang biasa dikenal dengan istilah ‘bulky’ (montok atau kekar). Badan koi tidak terlalu kurus dan tidak terlalu pendek (buntek). Juga bentuk kepalanya menyerupai  bulat telur.

Bentuk badan Koi yang bagus yaitu di bagian punggung tampak sedikit lebih lebar dari bagian kepala

2. Warna Merah (Hi)

Yang kedua adalah kualitas warna merah atau yang disebut dengan ‘hi’. Kualitas hi yang bagus adalah pekat, rata dan sama sekali tidak ada bintik-bintik warna merah (red spot).  Hi yang ada yaitu pada bagian pinggir pola (kiwa) harus terlihat batas warna yang tegas, tidak ada degradasi warna.

Kualitas warna merah (hi) yang pekat, rata dan tak ada gradasi warna pada tepinya. Warna putih juga seputih salju.

3. Warna Putih (Shiroji)

Berikutnya adalah warna putih (Shiroji). Warna putih pada Kohaku harus benar-benar putih bersih seperti salju. Ini adalah yang paling sulit mencari Kohaku dengan warna putih yang bagus. Biasanya yang banyak ditemui adalah warna putihnya agak sedikit kekuning-kuningan.

4. Pola

Yang dimaksud dengan pola disini adalah warna merah yang ada di punggung koi, yang mana jika dilihat dari atas akan membentuk sebuah pola tertentu (blok). Pola warna merah untuk Kohaku biasanya juga disebut dengan ‘step’ atau blok warna.

Pola merah pada Kohaku yang bagus adalah terdiri dari  2 atau 3 step. 2 step dinamakan ‘nidan’, sedangkan yang 3 step disebut ‘sandan’. Jika jumlah step hanya 1 (straight hi), maka tampak terlalu sederhana. Maksudnya, lebih baik jika 2 atau 3 step, yang mana polanya terlihat lebih dinamis. Sedangkan jika terlalu banyak pola, misal 5 step (godan) atau lebih, maka polanya terlihat kecil-kecil dan terkesan berantakan.

Kohaku yang lebih dari 5 step sangat jarang yang berkualitas dan bahkan tidak pernah bisa menang dalam kontes koi.

koi kohaku berbagai tipe

5. Pola yang Lebar (Omoyo)

Pola (blok) warna merah pada Kohaku yang bagus adalah yang lebar atau ‘omoyo’. Pola yang kecil disebut ‘komoyo’ dan biasanya pola komoyo ini kurang disukai, kecuali untuk mengisi kekosongan dalam komposisi pola secara keseluruhan.

koi kohaku omoyo
Pola ‘omoyo yang lebar (kanan) lebih disukai daripada yang tampak kecil-kecil atau ‘komoyo’ (kiri)
koi kohaku show quality
Ini adalah foto Kohaku peraih gelar ‘GRAND CHAMPION’ pada ALL JAPAN KOI SHOW dari tahun ke tahun. Komposisi warna merah cukup dominan rata2 60-70% dibandingkan warna putih

6. Komposisi warna dan pola

Pola warna Merah (hi) sebaiknya sedikit lebih dominan dibandingkan warna putih. Komposisinya berkisar 60-70 %. Artinya, jika diperhitungkan dari keseluruhan, warna pola warna merah adalah 60-70%, sisanya warna putih. Jika komposisi warna merah lebih sedikit dari warna putih, maka secara keseluruhan terlihat  susunan pola yang tampak jarang-jarang, maksudnya jarak antar pola merah terkesan terlalu jauh.

Untuk komposisi pola, hendaknya membentuk susunan pola merah yang seimbang (balanced) yang membujur sejak dari bagian kepala sampai ke bagian ekor. Jarak antar pola juga harus tampak seimbang, tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh.

7. Pola (blok) warna merah

Pola warna merah menyentuh salah satu mata masih dapat diterima

Khusus di bagian kepala, Kohaku yang bagus adalah yang memiliki pola warna merah yang cukup lebar di bagian kepalanya. Idealnya, pola warna merah pada kepala tidak sampai menutupi kedua mata koi. Jika ada pola warna merah sampai menyentuh mata, masih bisa di terima asalkan hanya sebelah mata saja.

Pola merah (hi) di bagian punggung harus tampak lebar, dan mengecil ke arah ekor. Sebaiknya ada sedikit jarak antara pola warna merah yang terakhir, sebelum menyentuh ekor. Ini yang dinamakan ‘odome’atau ‘ojime’

Seluruh sirip dan ekor, harus terbebas dari pola warna merah. Meski hanya setitik warna merah saja, misal pada bagian sirip atau ekor, maka akan mengurangi kualitas Kohaku.

Pola warna merah, jika dilihat dari samping, hendaknya melebar sampai ke bagian perut, minimal  sampai pada batas tengah badan koi.

koi kohaku
Pola warna merah sebaiknya melebar minimal sampai batas tengah badan

Kohaku Harga Rp. 27 Miliar

Mungkin anda tak percaya jika ada seekor Kohaku yang harganya lebih dari Rp. 26 Milyar. Wajar saja jika anda tak percaya jika belum  melihat buktinya.

Tapi sesuai dengan hasil Lelang Koi (Koi Auction) pada acara yang dilaksanakan setiap tahun oleh Sakai Fish Farm Jepang, pada hari ini 4 Oktober 2018 jam 9 pagi watu setempat, seekor Kohaku dengan ukuran panjang 101 cm berhasil terjual dengan harga penawaran tertinggi sebesar Yen 203.000.000 atau setara dengan Rp. 26,947,609,946,- dengan kurs hari ini Rp. 132,7 per 1 Yen Jepang .

 

Koi Kohaku S Legend
Kohaku inilah yang terjual dengan harga Yen 203.000.000,- atau setara hampir Rp. 27 Miliar !

 

Lelang Koi Kohaku
Pemenang lelang Koi di acara Koi Auction yang diselenggarakan oleh SAKAI FISH FARM Jepang


Koi Kohaku seharga Rp. 27 Miliar

Mengapa Koi tersebut bisa terjual dengan harga yang fantastis?

Selain karena kualitasnya sangat istimewa, juga karena ukurannya yang lebih dari 100 cm dan berumur 9 tahun.  Koi sebesar dan sebagus ini memang sangat jarang dijual oleh pemiliknya, sebab Koi seperti ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya, sekaligus sebagai bukti keberhasilan dalam merawat Koi.

Namun demikian, karena Kohaku Female (betina)  ini adalah hasil penangkaran dari sebuah peternakan Koi ternama di Jepang yaitu SAKAI FISH FARM, yang memang disana adalah gudangnya Koi-Koi jumbo dengan ukuran diatas 100 cm. Mereka telah memproduksi ribuan Koi lainnya dengan mutu diatas rata-rata dan produk mereka sudah biasa memenangkan  Kontes Koi di berbagai negara di seluruh dunia.


Sekelumit Informasi tentang SAKAI  FISH FARM

Kentaro Sakai

Pembudidayaan Koi  di Jepang yang dilakukan oleh SAKAI FISH FARM ini sudah berlangsung sejak lebih dari 120 tahun yang lalu. Yaitu sekitar tahun 1890, Ichiroji Sakai, pendiri Sakai Fish Farm, telah mulai beternak ikan jenis Magoi yang kala itu masih sebagai ikan konsumsi.

Setelah itu, Tadamichi Sakai, mulai melakukan pengembangan Magoi dengan cara cross breeding hingga diperoleh ikan dengan berbagai pola dan warna yang kemudian dikenal dengan Nishikigoi. Pembudidayaan Koi tersebut dilakukan daerah Yamakoshimura, Niigata.

Kemudian, dilanjutkan oleh anaknya Koji Sakai, yang memutuskan untuk fokus secara eksklusif pada pemuliaan Nishikigoi sebagai bisnis keluarga.

50 tahun Eksis sebagai Koi Breeder

Setelah hampir setengah abad, mereka telah melakukan upaya setiap hari untuk memproduksi Nishikigoi dengan kualitas tinggi dan sampai sekarang, SAKAI FISH FARM dikelola oleh Kentaro Sakai (generasi ke-4 dari keluarga Sakai)

Mereka bekerja tidak hanya memperkenalkan metode budidaya ilmiah sebagai sebuah industri besar, namun  juga membentuk bisnis dengan menganalisis pasar. Sebagai hasilnya, mereka saat ini adalah sebagai market leader khususnya untuk Koi jenis Kohaku dan Sanke.

Mereka jugalah yang pertama kali memenangkan Grand Champion dari pertunjukan koi yang paling bergengsi di dunia yaitu “All Japan Koi Show” pada tahun 2000, kemudian memenangkan Grand Champion untuk 8 kali hingga 2015.

Sakai Fish Farm Co.,729-1405
1067 Kamitokura Daiwa-town
Mihara-city Hiroshima Japan.

Kisah S Legend, Koi termahal di dunia bisa dibaca pada artikel berikut ini :

Ikan Koi Termahal di Dunia, S Legend Harganya Rp. 27 Miliar

Demikianlah semoga bermanfaat

#donibastian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BUKU BARU .. !Terbit Juli 2020

BUKU 'DOKTER KOI'

Informasi lengkap tentang jenis penyakit dan cara pengobatan.

Lihat
WhatsApp chat