Home / Apresiasi / Sejarah Koi Tanpa Sisik – Doitsugoi

Sejarah Koi Tanpa Sisik – Doitsugoi

Sebagaimana diketahui, ikan koi yang sekarang ini menghuni kolam sebagai ikan hias adalah berasal dari negeri Sakura Jepang. Dulunya adalah ikan Karper (ikan mas) untuk dikonsumsi oleh penduduk setempat. Ikan mas konsumsi pertama kali dikenal di Jepang yaitu pada sekitar 400 sampai 600 tahun yang lalu dan berasal dari daratan China. Ikan mas ini termasuk dalam sub species Asia Timur Jauh dari Caprinus Carpio Heamatopterus.

Kemudian pada tahun ke-37 ketika masa pemerintahan dinasti Meiji (awal abad ke-20), mulai diperkenalkan ikan mas jenis lain dari Jerman yang dikenal tanpa sisik.

Shinnosuke Matsubara

Adalah Shinnosuke Matsubara, seorang Kepala Departemen Perikanan di Jepang berpikir bahwa pengenalan ikan mas Jerman, tentu akan menambah jenis ikan konsumsi di Jepang.

Dari hasil kerjasama dengan dua ilmuwan Jerman, Dr. Bruno Hofer dan Franz Doffline kemudian dipilih 40 ekor anakan ikan yang diambil dari sebuah kolam di desa Earl oh Eisch di selatan Bavaria. Ke 40 anakan ikan itu kemudian dibawa dari Jerman ke Jepang, namun dalam perjalanannya banyak yang mati dan hanya tersisa 1 ekor jenis Mirror Carp dan 6 ekor untuk jenis Leather Carp.

Dari 7 ekor anakan ikan inilah sebagai awal mula koi tanpa sisik itu kemudian dikawinsilangkan dengan ikan Karper lokal dan berhasil dibudidayakan sebagai ikan konsumsi di Jepang.
Orang Jepang menyebut kata ‘Dutch’ dengan Doitsu (baca ‘doits’). Oleh karena itulah, maka ikan karper tanpa sisik yang berasal dari jerman ini diberi nama Doitsu Goi, ‘Doitsu’ artinya Jerman dan ‘Goi’ berarti ikan.

Foto kuno yang menunjukkan perbandingan bentuk badan ikan Karper Jerman dan Ikan Mas Lokal Jepang

Karakteristik DoitsuGoi

>>>Selanjutnya, silakan Login atau Join bersama 2,567 anggota lainnya <<<

BUKU GILA KOI

BUKU GILA KOI

Cara Memelihara Koi dan Apresiasi

Harga Rp. 150.000,-

Beli Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat