Sekilas Tentang ‘Kindai Showa’

kindai-showa
Kindai Showa atau disebut juga Modern Showa

Showa Sanshoku pertama kali diternakkan oleh Jukichi Hoshino pada tahun 1927, dari hasil silangan antara Ki Utsuri dan Kohaku.
Pada mulanya, warna hi pada Showa pertama itu agak kuning kecoklatan. Baru setelah 37 tahun kemudian yaitu pada tahun 1964, Tomiji Kobayashi berhasil memproduksi Showa yang Hi nya benar benar merah, dengan menggunakan Yagozaemon-Kohaku.

Nama Showa diambil sebagai penghormatan kepada kaisar Jepang pada waktu itu. Pada saat pertama kali diperkenalkan, Showa adalah koi yang memiliki warna merah dan putih dengan warna dasar hitam.

Oleh karena pada waktu itu varietas koi belum sepopuler sekarang, maka varietas Showa seperti yang kita kenal sekarang dengan traditional/klasik Showa. Tetapi bukan berarti waktu itu tidak ada Showa dengan dominasi warna putih (yang sekarang kita kenal dengan Kindai (modern) Showa.

Nama Kindai Sho wa diambil hanya untuk membedakan dengan Showa traditional, yang mana kindai showa didominasi warna putih yang populer setelah tahun 1980. Tetapi tetap saja kindai showa termasuk varietas Showa.

Pada awal pemunculannya, Showa adalah hasil cross breeding antara Kohaku dengan Ki/Hi Utsuri. Showa bisa juga didapatkan dari hasil pasangan pijah Hi Utsuri.

Tidak menutup kemungkinan kita memperoleh showa dengan memijahkan Showa dengan Showa atau dengan kohaku, tetapi selain showa, kita bisa mendapatkan Kohaku, utsuri, Bekko dan Kindai Sho wa.

Jadi kita tidak bisa menghasilkan khusus kindai showa, meskipun kita ambil induk kindai showa sekalipun. Justru sebaliknya dari hasil pemijahan tsb, kindai showa adalah minoritas, karena Kindai Showa bukanlah suatu varietas tersendiri.

Bila kita ingin memperoleh kindai showa yang baik, dengan cara mencari pasangan induk showa traditional yang baik, karena secara tidak langsung dari keturunannya akan kita peroleh kindai showa yang baik pula.

Bagi saya pribadi, Kindai Showa adalah Showa yang ‘nanggung’ bila tidak boleh dikatakan ‘banci’.
Selain itu bila kita telaah lebih jauh, kindai showa bahkan tidak ada pakem yang jelas. Artinya untuk menilai kindai showa menjadi sangat relatip, tergantung selara/kesukaan masing2 individu.
Lain halnya dengan Showa traditional, yang jelas pakemnya.

Karena tidak adanya pakem yang jelas, maka Kindai Showa pernah menjadi perdebatan yang seru pada suatu kontes internasional di Jepang, yaitu tatkali ada seekor koi yang sangat membingungkan apakah dikategorikan di kelas sanke atau showa.

Sebagai contoh, menurut anda koi berikut ini termasuk varietas apa ?

kindai showa

Tradtional Showa VS Kindai Showa

Beberapa ciri khas Showa Tradisional abtara lain :
1. Terdapat motoguro (warna hitam dipangkal sirip dada) yang seimbang kiri dan kanan.
2. Terdapat bercak/pola warna sumi/hitam di punggung dan di kepala menuju bibir.
3. Pola hitam dipunggung melebar (dominan), dan tidak ada spot (bintik2) bila ada sangat minimal (minor).
4. Pola warna Hi/merah dipunggung juga melebar, dan sebagian berada dikepala.
5. Kualitas warna baik. Warna hitam pekat dan mengkilat lebih dominan, dibanding warna lain. Warna merah tua (tidak kekuningan/orange) dan warna putih seputih salju.
7. Posisi Pola antar warna secara keseluruhan ‘ballanced’/berimbang sesuai proporsi tubuh dari kepala hingga ekor.
8. Pola hitam dileher atau di kepala lebih disukai yang berbentuk huruf V atau Y (Menware)
9. Bentuk badan yang proporsional, bulat panjang, terutama melebar dibagian punggung.

Bila ada seekor Showa yang memenuhi semua faktor tsb. maka secara ‘overall’ terlihat ‘beauty’, dan berpotensi memenangkan kontes koi.

showa
Showa Tradisional
kindai
Kindai Showa

Tetapi bagaimana untuk Kindai Showa?

Beberapa hal yang merupakan ciri khas Showa diatas bisa diabaikan.
Sebagai contoh Kindai Sho wa tidak harus ada ; motoguro atau warna hitam di bibir atau warna hitam tidak mendominasi.

Meski demikian Kindai Sho wa tetap harus punya 3 ciri khas Showa lainnya, yaitu motoguro, ada warna hitam dikepala hingga bibir dan pola hitam yang lebar.

Sebagai contoh, bila tidak ada motoguro, musti ada pola hitam dikepala hingga bibir, atau sebaliknya bila tidak ada pola hitam dikepala, tetapi punya motoguro yang seimbang dst.

Tetapi bila tidak ada satupun ciri2 khas showa, maka koi 3 warna (merah, putih, hitam) sudah bisa dipastikan masuk ke kelas Sanke.

Sedikit sekali kindai sho wa yang bisa memenangkan kontes. Bukan karena kecenderungan atau trend, tetapi karena kualitas kindai showa yang bagus memang jarang.

Tetapi juga bukan berarti Kindai Sho wa tidak pernah menang dalam kontes, sangat tergantung dari ‘competitor’ dikelas yang sama.

kindai showa
Konishi Kindai Sho wa 85bu – Grand Champion 26th ZNA All Japan Koi Show

Informasi lengkap tentang KOI SHOWA daoat dibaca pada link berikut ini :

Koi Showa Sanshoku – Informasi Lengkap

Demikian semoga bermanfaat

Salam #GilaKoi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat