Mengapa Koi Bagus Dijual Murah?

Di dalam group komunitas pecinta koi atau penjual koi, saya seringkali menemukan foto koi yang menurut saya cukup berkualitas namun dijual atau ditawarkan dengan harga yang terlalu rendah. Tidak hanya transaksi melalui internet, banyak juga para pedagang koi di pusat-pusat perdagangan ikan hias, menjual koinya terlalu murah. Hal ini tentu amat disayangkan.

Mengapa?

culling koi
Breeder Koi di Jepang melakukan beberapa tahap seleksi (culling) pada burayak koi. Hal ini untuk memastikan hanya koi yang berkualitas yang layak dibesarkan.

Begini, para koi breeder tidak gampang untuk memperoleh koi yang kualitas pola dan warnanya bagus. Dalam satu pemijahan, jumlah telur yang dihasilkan oleh koi betina bisa mencapai ratusan ribu jumlahnya. Bila saja semuanya bisa menetas dan jadi burayak koi, maka sebagian besar adalah koi dengan kualitas rendah, sebagus apapun pasangan induknya. Dari semua burayak yang ada, paling banyak 2 % nya saja yang berkualitas baik. Sangat sedikit bukan?

Lalu mengapa yang sangat sedikit itu sampai dijual murah?

Tahukah anda, untuk mendapatkan koi berkualitas tinggi dalam satu pemijahan, diperlukan beberapa kali masa seleksi (culling), apalagi untuk varietas Showa. Kegiatan menyeleksi anakan koi juga membutuhkan keahlian dan tentu ketelatenan yang luar biasa dari para breeder. Bila tidak dilakukan seleksi dengan baik dan benar, maka kualitas hasil ternakannya pun juga tidak maksimal.

Tidak ada standar harga dalam menjual koi, namun untuk koi dengan kualitas tertentu, tentu ada kisaran harga wajarnya.

Bila saya amati pada kasus koi yang fotonya tampak bagus tapi dijual murah, terdapat beberapa kemungkinan yang terjadi antara lain :

1.Kurangnya wawasan.

sumenep
Banyak Pedagang Koi yang tidak cukup memiliki pengetahuan dalam menilai koi, sehingga koi yang dijualnya terkadang harganya terlampau rendah.

Mungkin saja si penjual tidak tahu atau kurang mengerti cara mengapresiasi atau menilai kualitas koi. Kemungkinan besar pengetahuan tentang koi belum dikuasai secara baik dan benar. Mereka hanya mengacu pada harga belinya saja dan tak peduli kualitas koi yang dijualnya, yang penting ada yang menawar sedikit diatas modal, koi sudah dijual. Koi yang seharusnya bisa terjual dengan harga tinggi, karena penjual tidak tahu, maka yang beruntung adalah pembelinya

2. Kurang Sabar atau BU (Butuh Uang)

Ini terjadi pada penjual koi yang tidak sabar ingin dagangannya cepat laku, atau memang butuh uang segera. Bila ini yang terjadi, apa boleh buat. Berarti penjualan koi karena adanya faktor keterpaksaan karena kebutuhan mendesak

3. Salah strategi 

koi bagus
Koi yang terjual melalui penjualan online

Ada beberapa cara untuk menjual koi secara online. Antara lain dengan memajang foto melalui website, toko online ataupun di media sosial. Ada pula yang dilakukan melalui cara lelang. Penjualan koi dengan cara lelang, sebaiknya menetapkan harga pembukaan (starting price) harus benar sesuai dengan kualitas koi yang dilelang. Jangan membuat harga pembukaan yang terlalu rendah, dengan maksud untuk menarik minat dan perhatian para peserta lelang. Hal ini sangat beresiko, sebab seringkali terjadi harga penawaran terakhir (last bid), tidak seperti yang diharapkan atau dengan kata lain harganya terlalu rendah bila dibandingkan dengan kualitas koi yang dilelang.

4. Menyembunyikan sesuatu.

Bisa saja terdapat cacat atau luka yang tidak tampak atau disembunyikan, sebab biasanya penjual koi secara online hanya memasang foto koinya saja, tanpa ada jaminan tentang kesehatan dan kesempurnaan anggota tubuh koi yang dijual.

5. Manipulasi Foto

Membuat foto koi agar warnanya menjadi pekat dan tajam, sangat mudah dilakukan. Sudah banyak tersedia software untuk mengedit foto. Namun demikian, tipe penjual yang sengaja meng-edit gambar koi agar tampak menarik hanya dilakukan oleh penjual yang tidak punya itikad baik.

6. Sudut Pengambilan Gambar (Camera Angle)

Seringkali tanpa di sadari, baik oleh penjual maupun pembeli koi, bahwa sudut pengambilan gambar (camera angle) sangat penting. Badan koi yang panjang bisa terlihat pendek, dan yang pendek akan tampak panjang. Hal ini tentu tidak proporsional dengan kondisi fisik koi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, seringkali para pembeli merasa kecewa setelah melihat langsung kondisi koi yang dibelinya yang ternyata memang tidak sesuai dengan apa yang dibayangkannya, khususnya perihal panjang atau pendeknya badan koi. Sebagai tambahan informasi, panjang tubuh koi sangat mempengaruhi harganya. Koi yang terlalu pendek (tidak proporsional) atau terlalu panjang kurang disukai pehobi koi.

Melalui tulisan ini saya hanya bisa menghimbau, marilah kita sama-sama belajar dan menambah wawasan kita terutama dalam menilai kualitas koi (Koi Appreciation). Saya bukannya ingin mencampuri urusan bisnis yang dijalankan oleh para penjual, namun sebagai sesama pecinta koi, sudah selayaknya kita memberi apresiasi yang pantas terhadap kondisi/kualitas koi yang ada.

Sudah sewajarnya bila ada koi yang berkualitas tinggi, maka tentu harganya tinggi pula.

Demikian, semoga bermanfaat..

Salam #GilaKoi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat