Home / Apresiasi / Koi Import atau Koi Lokal, Anda Pilih yang mana?

Koi Import atau Koi Lokal, Anda Pilih yang mana?

KOI IMPORT VS KOI LOKAL

Membanding-bandingkan koi import dengan koi lokal bagi saya tak ada perlunya, sebab dalam menilai kualitas koi, bukanlah dengan mempertimbangkan koi dari mana asalnya.

Namun demikian, karena asal-muasal koi memang dari negeri Sakura, dimana disana telah dibudidayakan selama lebih dari 200 tahun lalu, maka tak heran bila koi import relatif lebih baik mutunya dibandingkan dengan koi hasil budidaya para patani koi kita.

Tapi apakah dengan demikian, koi import selalu lebih baik dari koi lokal. Bisa ya, dan bisa juga tidak. Pada event tertentu, misal pada kompetisi atau kontes koi (Koi show), khususnya untuk koi ukuran besar diatas 70 cm, sudah tentu koi import yang merajai.

Mengapa demikian?

Untuk menjawabnya, mari kita pelajari lebih jauh bagaimana para breeder di Jepang mencetak Koi-koi mereka.

1. Perbedaan Musim

weigela
Saat bunga Weigela bermekaran, sebagai pertanda musim pemijahan koi telah tiba.

Para breeder di Jepang tidak bisa memilih sembarang waktu dalam memijahkan koi,  sebab di Jepang terjadi 4 Musim, yaitu Musim Panas, Musim Gugur, Musim Dingin dan Musim Semi. Koi hanya bisa dipijahkan pada akhir musim semi atau pada awal musim panas (summer) dan sebelum datang musim dingin. Sehingga mereka benar-benar memanfaatkan waktu dengan sangat baik dan efisien.

Musim pemijahan koi di Jepang biasanya dilaksanakan pada sekitar bulan Mei/Juni setiap tahunnya, yaitu ditandai dengan mekarnya bunga Weigela. Oleh sebab itu, mereka harus benar-benar memanfaatkan rentang waktu yang singkat (sekitar 3 – 4 bulan) untuk mereka gunakan dalam memijahkan koi.

Berbeda kondisinya dengan di Indonesia, yang mana kita hanya mengenal 2 musim, yaitu musim Kemarau dan musim Penghujan. Para breeder koi kita sesungguhnya lebih beruntung, sebab mereka bisa memijahkan koi kapan saja. Namun dengan adanya kemudahan ini, justru menjadikan para peternak koi kita terlalu mudah memijahkan koi. Maksudnya adalah, asal ada koi bagus yang perutnya besar berisi telur, langsung saja dicarikan pajantan untuk dipijahkan. Padahal untuk memperoleh hasil ternak koi yang bermutu tinggi, tidak bisa dengan asal-asalan dalam memijahkan koi.

2. Kualitas Induk Koi (oyagoi)

Di Jepang, para breeder benar-benar serius memelihara induk koi yang memenuhi syarat untuk memperoleh keturunan berkualitas tinggi. Syarat tersebut diantaranya adalah panjang badan Induk Koi yang digunakan dalam pemijahan adalah tidak kurang dari 70 cm.

Mengapa harus Induk Koi sebesar itu yang digunakan? Jelas, karena hanya dari induk koi yang besar dan panjang, akan menghasilkan keturunan yang baik.

Tidak demikian halnya untuk induk koi lokal. Sebagian besar para petani koi kita menggunakan induk koi yang panjangnya dibawah 70 Cm (meski ada beberapa petani yang menggunakan induk koi import yang panjangnya diatas 70 cm). Hal ini bisa dimaklumi, sebab koi lokal betina dengan ukuran diatas 70 cm sangat sulit didapat.

Oleh sebab itulah mengapa hasil ternakan lokal, mutunya relatip dibawah hasil breeding di Jepang, khususnya dalam hal percepatan pertumbuhan dan panjang badan koi hasil ternakan mereka.

Misalnya saja kita bandingkan dalam suatu kolam pembesaran, dimana kita masukkan beberapa ekor koi import tosai (umur kurang dari 1 tahun) dan beberapa koi lokal yang sama panjang badannya. Setelah 3 bulan dipelihara bersama dalam satu kolam dengan mutu pakan yang sama, tentulah koi import,  akan menunjukkan pertumbuhan yang relatip lebih cepat dibandingkan dengan koi lokal.

silsilah koi
Gambar diatas adalah silsilah koi. Para breeder Jepang selalu mencatat Induk-induk koi terdahulu, untuk menjaga agar garis pertalian darah (bloodline) tidak terputus. Coba amati ukuran induk koi mereka yang rata-rata berukuran lebih dari 90 cm.

3. Kualitas warna dan pola

Di Jepang, para breeder disana tak bisa sembarang menentukan Induk koi. Mereka bahkan memelihara induk sejak dari umur 3 tahun (Sansai). Sansai betina yang di perkirakan akan bagus bila menjadi induk, dipelihara dalam kolam khusus, yang isinya semuanya adalah koi betina. Sedangkan koi jantan juga ditempatkan pada kolam terpisah

Mengapa?

Sebab hal ini untuk menghindari terjadinya pemijahan yang tidak direncanakan.

Mereka juga mencatat silsilah koi yang akan dipilih menjadi Induk untuk masa pemijahan selanjutnya. Sebab mereka sangat percaya, bahwa sifat-sifat unggul dari para leluhur koi, akan diwarisi oleh anak-anak keturunannya. Oleh sebab itu, induk-induk koi atau mereka biasa menyebutnya dengan Oyagoi, benar-benar dirawat dengan baik, agar bisa sehat dan dapat dipijahkan lagi, untuk memperoleh keturunan yang bermutu tinggi.

Breeder di Jepang akan sangat kecewa dan bersedih bila ada induk koinya mati, sebab selain sulit mencari pengganti, juga akan terputus sebuah garis keturunan (bloodline) tertentu.

– Kualitas Induk adalah kunci sukses budidaya koi

Oyagoi sudah pasti punya keunggulan tertentu, sebab tidak ada satupun koi yang sempurna bukan? Oleh sebab itu, untuk melengkapi kekurangan induk koi, dicarilah beberapa pejantan yang berkualitas pula. Maksudnya begini, sebagai contoh, seekor induk Kohaku betina yang punya kualitas warna merah yang luar biasa pekat dan sangat bagus kualitasnya, namun warna putihnya kurang atau untuk polanya tidak seimbang, hanya ada dibagian kepala misalnya. Maka untuk menghasilkan kohaku yang bagus, maka dicarilah beberapa pejantan yang warna putihnya bersih seputih salju, dan polanya lebih seimbang dan bagus, namun kualitas warna merahnya kurang. Bila pasangan koi tersebut dipijahkan, tentu akan menghasilkan koi yang lengkap mutunya bukan?

koi import
Sebagai induk koi, tidak harus dari koi juara kontes. Sebab yang diperlukan adalah sisi keunggulannya. Misalnya pada Induk Showa ini. Umunya 5 tahun (gosai), panjang 75 cm. Dari keturunan (bloodline) Hirenaga. Telah diketahui berpotensi sebagai Induk Koi sejak umur 3 tahun (sansai), Warna Putih dan Ginrin-nya sangat bersih dan cemerlang. Tinggal mencari pejantan Showa yang pola warna hitam lebih dominan, maka hasil keturunannya nanti tentu akan menghasilkan Ginrin Showa yang berkualitas tinggi.

 

– Koi Pejantan 

Sebagai tambahan informasi, bahwa untuk koi pejantan tidak perlu panjang, cukup yang sudah bisa mengeluarkan cairan sperma, maka bisa dipergunakan  untuk pemijahan. Biasanya untuk pejantan yang diperlukan untuk melengkapi kekurangan Koi betina, antara lain untuk kualitas pola dan warna.

Dari paparan diatas, kita semua sudah bisa mengambil kesimpulan, mengapa koi lokal kita relatip belum bisa bersaing dengan koi import.

Namun demikian, hal ini tidak bisa di-generalisasikan untuk semua koi. Meski koi import, tidak semuanya bagus. Ada juga yang pertumbuhannya lambat, dan kalah cepat dengan koi lokal. Bahkan untuk koi dengan ukuran dibawah 40 cm, sudah banyak koi lokal yang menjuarai berbagai event Kontes Koi (Koi Show) diberbagai kota di Indonesia. Koi lokal yang sudah bisa berjaya di berbagai kontes antara lain terutama dari varietas Sanke, Asagi/Shusui dan Shiro Utsuri.

Kesimpulan

Jadi dengan demikian, bila kita memilih koi, informasi diatas adalah sebatas referensi saja. Yang penting untuk dinilai adalah kondisi yang ada dan yang bisa anda saksikan saat ini saja. Tak perlu lagi bertanya ini koi import atau koi lokal, meski dari bentuk badan (khususnya tosai) kadang sudah bisa ditebak, itu koi lokal atau koi import.

Namun, bila anda memang menginginkan untuk mencari koi sebagai induk koi yang akan dipijahkan, atau anda ingin memperoleh koi yang mampu mencapai ukuran panjang diatas 80 atau 90 cm, maka anda harus pastikan bahwa koi yang anda pilih adalah benar-benar keturunan asli dari Koi yang diimport dari Jepang

Demikian semoga bermanfaat

Salam

#DoniBastian

 

Telah dibaca 3.479 x, hari ini 1 x
BUKU GILA KOI

BUKU GILA KOI

Cara Memelihara Koi dan Apresiasi

Harga Rp. 150.000,-

Beli Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat